Manfaat Relaksasi untuk Kesehatan Tubuh dan Pikiran
Dalam kehidupan yang penuh dengan aktivitas, tubuh dan pikiran sering kali bekerja tanpa jeda. Namun, memberi waktu untuk relaksasi tidak hanya membuat perasaan lebih tenang, tetapi juga sangat penting dalam menjaga kesehatan secara menyeluruh. Psikiater dr. Hilda Marsela, Sp.KJ menjelaskan bahwa relaksasi memiliki peran penting dalam membantu tubuh dan otak mengembalikan keseimbangan setelah terpapar stres, tekanan, atau kondisi lingkungan yang tidak menentu.
“Ketika seseorang berlatih relaksasi, misalnya dengan menarik napas dalam dan perlahan, tubuh akan merespons dengan menurunkan ketegangan fisik dan emosi,” ujarnya. Latihan napas sederhana saja sudah bisa membuat tubuh lebih tenang dan pikiran lebih terkendali.
Meningkatkan Rasa Kontrol
Menurut dr. Hilda, salah satu manfaat utama dari relaksasi adalah membantu seseorang mendapatkan rasa kontrol atas dirinya sendiri. “Kalau misalnya kita sudah berhasil memperbaiki nafas kita, secara psikologis, kita akan berhasil mendapatkan sense of control atas diri kita. Kita akan lebih tenang,” jelasnya.
Dokter Hilda menambahkan bahwa latihan relaksasi bisa dilakukan dengan berbagai cara, salah satunya melalui teknik pernapasan 3-3-5. Teknik ini melibatkan menarik napas selama tiga detik, menahan napas selama tiga detik, lalu menghembuskan perlahan selama lima detik. Meski demikian, pola tersebut tidak bersifat kaku. Prinsip utamanya adalah menjaga agar durasi hembusan napas lebih lama dibandingkan tarikan napas, karena hal ini membantu tubuh merespons dengan lebih tenang.
“Yang penting ada tarik nafas, tahan, dikeluarin. Dan pas exhale itu harus lebih lama dari pada inhale. Ya, itu syarat ya,” ujar dr. Hilda.
Dampak pada Keseimbangan Hormon dan Mood
Lebih jauh, dr. Hilda menjelaskan bahwa relaksasi juga memengaruhi keseimbangan hormon di otak. Saat tubuh berada dalam kondisi tenang, produksi hormon seperti serotonin, dopamin, dan endorfin akan meningkat. Ketiga senyawa ini dikenal berperan penting dalam menciptakan perasaan bahagia, nyaman, dan stabil secara emosional.
“Relaksasi yang rutin membantu menormalkan kembali aktivitas hormon-hormon tersebut. Ini sebabnya seseorang bisa merasa lebih tenang dan bersemangat setelah melakukan teknik pernapasan atau meditasi singkat,” ujarnya.
Mudah Dilakukan di Mana Saja
Relaksasi bukan berarti harus pergi ke spa atau melakukan meditasi berjam-jam. Dokter Hilda menekankan bahwa latihan sederhana seperti menarik napas dalam pun sudah bermanfaat. “Kuncinya adalah fokus pada momen sekarang dan mengatur napas secara perlahan. Latihan ini bisa dilakukan di mana saja, termasuk saat berada di transportasi umum atau terjebak macet,” katanya.
Ia menambahkan, menjaga keseimbangan antara aktivitas dan istirahat juga termasuk bentuk relaksasi. “Kadang kita tidak menyadari, tubuh itu butuh waktu untuk tenang. Memberi ruang untuk diam dan bernapas itu penting, supaya energi tidak habis untuk hal-hal yang tidak bisa kita kendalikan,” ujarnya.

















