Lainnya

Maudy Ayunda: Belajar Tarian Roh Binatang untuk “Para Perasuk”

×

Maudy Ayunda: Belajar Tarian Roh Binatang untuk “Para Perasuk”

Sebarkan artikel ini

Maudy Ayunda Menjelma Menjadi Laksmi dalam Film “Para Perasuk”: Menguasai 10 Tarian Roh Hewan

Maudy Ayunda kembali menunjukkan kemampuan aktingnya yang memukau dalam film terbaru bertajuk “Para Perasuk”. Dalam film yang disutradarai oleh Wregas Bhanuteja ini, Maudy didapuk memerankan karakter sentral bernama Laksmi. Peran ini bukanlah peran biasa, karena Maudy dituntut untuk menguasai setidaknya 10 jenis tarian yang merepresentasikan roh binatang yang merasuki tubuh karakter.

Proses syuting yang dijalani Maudy Ayunda tidak hanya menguji kemampuan fisiknya dalam menghafal gerakan tari yang kompleks, tetapi juga menuntut pendalaman karakter yang mendalam. Bekerja sama dengan koreografer tari Siko Setyanto, Maudy harus mampu menyelaraskan setiap gerakan tarian dengan emosi dan ekspresi aktingnya. Ia menjelaskan bahwa tantangan terbesar dalam memerankan Laksmi bukanlah sekadar menghafal koreografi yang telah ditentukan, melainkan adanya ruang untuk improvisasi dan eksplorasi personal dalam setiap adegan.

“Yang membuat tertantang, meskipun ada koreografi, sebenarnya tetap ada ruang untuk spontanitas dan eksplorasi sendiri,” ungkap Maudy saat ditemui di kawasan Thamrin, Jakarta Pusat, belum lama ini. Lebih lanjut, ia menambahkan bahwa tantangan tersebut semakin diperberat dengan tuntutan untuk benar-benar menghayati dan menjiwai karakter sesuai dengan roh hewan yang merasukinya. “Jadi mungkin itu yang cukup sulit, karena selain ada hafalan, aku juga harus benar-benar menyelami roh hewan tersebut,” jelas Maudy.

Konsep Unik “Para Perasuk”: Desa Latas dan Perayaan Kerasukan

Film “Para Perasuk” menawarkan sebuah premis cerita yang unik dan mencekam. Berlatar di sebuah desa fiktif bernama Desa Latas, film ini menggambarkan sebuah tradisi di mana warga merayakan fenomena kerasukan sebagai sebuah pesta besar. Dalam tradisi ini, para penduduk desa menari mengikuti irama musik dan lantunan mantra, dan secara sadar membiarkan diri mereka dirasuki oleh roh-roh.

Baca Juga :  Davina Karamoy: Klarifikasi Isu Perselingkuhan Eks Menpora

Ada sosok khusus yang disebut “perasuk” dalam desa ini. Tugas mereka adalah menyalurkan roh ke dalam tubuh para “pelamun”, sebutan bagi warga yang menari dan mengalami kerasukan. Roh-roh yang merasuki ini dipercaya dapat memunculkan efek halusinasi dan membawa para pelamun ke dalam pengalaman yang luar biasa, bahkan melampaui realitas keseharian mereka.

Alam Sambetan: Pelarian Penuh Keindahan dari Realitas

Setelah mantra dirapalkan dan musik mengalun, para pelamun seolah ditransfer ke sebuah dunia lain yang disebut “alam sambetan”. Alam sambetan ini digambarkan sebagai sebuah dimensi yang dipenuhi dengan bunga-bunga berwarna-warni, aroma yang harum semerbak, dan suasana yang begitu indah. Kontras yang tajam tercipta antara keindahan alam sambetan dengan kehidupan nyata di Desa Latas.

Keindahan yang ditawarkan alam sambetan ini membuat para pelamun sejenak dapat melupakan segala problematika dan kepedihan hidup mereka. Mereka tenggelam dalam kebahagiaan sesaat, terlepas dari beban realitas.

Ragam Roh Hewan dalam “Para Perasuk”

Dalam film “Para Perasuk”, sutradara Wregas Bhanuteja menghadirkan total 20 jenis roh binatang yang dapat merasuki tubuh para pelamun. Keberagaman roh ini menjadi salah satu elemen penting yang menambah kekayaan narasi film. Setiap roh binatang memiliki karakteristik dan pengaruh kerasukan yang berbeda-beda, memberikan nuansa yang unik pada setiap karakter yang dirasuki.

Baca Juga :  96 Peserta PKA Sumatera Selatan Belajar Inovasi Pelayanan Publik di Kota Batam

Beberapa contoh roh binatang yang akan muncul dalam film ini antara lain:

  • Kupu-kupu: Melambangkan transformasi dan kebebasan.
  • Bulus: Menyimbolkan ketahanan dan perlindungan.
  • Emprit: Menggambarkan kelincahan dan kecerdasan.
  • Lintah: Merujuk pada kekuatan hisapan dan ketekunan.
  • Kerbau: Menyimbolkan kekuatan, ketabahan, dan kesuburan.
  • Kodok: Melambangkan kesuburan, pembersihan, dan transformasi.

Setiap roh ini akan memberikan dimensi tersendiri bagi para karakter yang mengalaminya, menciptakan dinamika yang menarik dalam cerita.

Deretan Bintang Ternama dalam “Para Perasuk”

Selain penampilan memukau dari Maudy Ayunda, film “Para Perasuk” juga didukung oleh jajaran aktor dan aktris ternama Indonesia. Kehadiran bintang-bintang ini diharapkan dapat semakin memperkuat daya tarik film di mata penonton. Beberapa nama besar yang turut membintangi film ini antara lain:

  • Angga Yunanda
  • Anggun C. Sasmi
  • Chicco Kurniawan
  • Bryan Domani
  • Ganindra Bimo

Kolaborasi antara para aktor berbakat ini, dipadukan dengan konsep cerita yang segar dan arahan sutradara yang visioner, menjadikan “Para Perasuk” sebagai salah satu film yang patut dinantikan perilisannya. Film ini berpotensi untuk tidak hanya menghibur, tetapi juga menggugah pemikiran penonton tentang konsep realitas, pelarian, dan transformasi diri.