Hasil Pertandingan Timnas Indonesia vs Arab Saudi
Dalam laga ronde keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia yang berlangsung dini hari tadi, Timnas Indonesia harus mengakui keunggulan Arab Saudi dengan skor tipis 3-2. Tiga gol Arab Saudi dicetak oleh Saleh Abu Al Shamat menit ke-17 dan dua gol Firas Al-Buraikan di menit ke-36 melalui penalti dan menit ke-62. Sementara dua gol Timnas Indonesia dicetak lewat eksekusi penalti Kevin Diks di menit ke-11 dan 88.
Meski kalah, semangat dan performa anak asuh Patrick Kluivert mendapat pujian dari media internasional, termasuk ESPN.co.uk, yang menyoroti bagaimana Indonesia tetap menjaga harapan lolos ke Piala Dunia dengan permainan penuh determinasi dan keberanian.
ESPN (Entertainment and Sports Programming Network) merupakan salah satu media berita olahraga paling berpengaruh di dunia yang berasal dari Amerika Serikat. Sejak didirikan pada 7 September 1979, ESPN telah menjadi pionir dalam penyajian berita, siaran langsung, dan analisis olahraga lintas cabang dan benua. Pada Kamis ini, ESPN menulis, Indonesia tampil dengan “semangat tak kenal lelah” dan “mampu menekan Arab Saudi di berbagai momen penting.” Kendati hasil akhir tidak berpihak, Garuda menunjukkan bahwa mereka bukan sekadar pelengkap di panggung Asia.
Kontroversi Pemain Arab Saudi
Pertandingan ini juga diwarnai oleh sejumlah kontroversi yang melibatkan pemain Arab Saudi. Beberapa insiden pelanggaran keras dan gestur provokatif terhadap pemain Indonesia sempat memicu ketegangan di lapangan. Meski wasit asal Kuwait, Ahmad Al-Ali, berusaha menjaga kendali, keputusan-keputusan yang diambilnya kerap menuai protes dari kedua kubu. Salah satu momen yang paling disorot adalah ketika pemain Arab Saudi lolos dari kartu kuning kedua setelah melakukan pelanggaran keras di menit-menit akhir. Keputusan ini memicu perdebatan di media sosial dan menjadi bahan diskusi di berbagai forum sepak bola Asia.
Suporter Arab Saudi Serang Wasit
Yang paling mencolok dari laga ini bukan hanya hasil atau permainan, melainkan reaksi tak suportif dari sebagian pendukung Arab Saudi. Menurut laporan dari media Irak Winwin, suporter Saudi melancarkan serangan verbal dan kampanye negatif terhadap wasit Ahmad Al-Ali setelah pertandingan. Mereka menuduh sang wasit “tidak adil” dan “menguntungkan Indonesia,” meski kenyataannya keputusan-keputusan kontroversial justru lebih merugikan Garuda. Serangan ini meluas ke media sosial, bahkan memunculkan tagar yang menyerukan agar Al-Ali tidak lagi memimpin laga internasional. Winwin menyebut bahwa “gelombang kemarahan suporter Saudi terhadap wasit Kuwait telah melampaui batas sportivitas,” dan menyerukan agar federasi sepak bola Arab Saudi mengambil langkah tegas untuk meredam ketegangan.
Komentar Kluivert
Usai pertandingan, pelatih Timnas Indonesia, Patrick Kluivert, menyebut hasil tersebut tidak mencerminkan jalannya laga. “Hasilnya buruk bagi kami. Inilah sepak bola. Kami memulai laga dengan baik, namun kebobolan melalui gol-gol yang sebenarnya bisa dihindari,” kata Kluivert. Ketika ditanya soal keputusan wasit dan sejumlah momen kontroversial yang melibatkan VAR, pelatih asal Belanda itu memilih untuk tidak memperkeruh suasana. “Mereka menjalankan tugasnya dengan baik. Saya tidak melihat adanya kesalahan besar, jadi saya tidak punya alasan untuk mengomentari kinerja mereka,” lanjutnya. Pelatih asal Belanda itu juga tak mau mencari kambing hitam atas kekalahan timnya dengan situasi banyak pemain yang terlambat bergabung. “Saya bukan pelatih yang mencari alasan, tetapi beberapa pemain tiba pada hari Selasa, dan ini tidak baik sebelum pertemuan penting seperti pertandingan Saudi,” “Tetapi ini adalah fakta yang harus diterima, bahkan jika itu membuat segalanya lebih sulit bagi kami,” kata Kluivert.
Skenario Kelolosan Indonesia
Kekalahan di Jeddah memang menyakitkan, namun perjalanan Indonesia belum berakhir. Skuad Garuda masih memiliki satu laga penentuan menghadapi Irak pada 12 Oktober mendatang. Jika berhasil menang, Indonesia masih berpeluang besar menembus fase berikutnya asalkan finis di posisi runner up. Itu akan jadi sebuah pencapaian yang akan membawa Garuda selangkah lebih dekat menuju mimpi tampil di Piala Dunia.
Di putaran keempat yang digabi menjadi dua grup, hanya tim di posisi teratas di setiap grup yang bisa langsung lolos ke Piala Dunia 2026. Sementara runner up grup ini akan bertemu dengan sesama peringkat dua dari grup A untuk memperebutkan hak yang akan mewakili Asia di babak play off antar konfederasi.
Jadwal Grup B Putaran Keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026
Stadion King Abdullah Sports City, Jeddah
Kamis, 9 Oktober 2025
00.15 WIB: Indonesia 2-3 Arab Saudi
Minggu, 12 Oktober 2025
02.30 WIB: Irak vs Indonesia
Rabu, 15 Oktober 2025
02.30 WIB: Arab Saudi vs Irak

Berikut skenario yang bisa membawa Indonesia melangkah ke babak berikutnya:
– Indonesia mengalahkan Irak –> Garuda meraih 3 poin, menjaga peluang sebagai runner-up Grup B.
– Arab Saudi mengalahkan Irak di laga terakhir –> Indonesia finis di posisi dua dengan 3 poin, sementara Irak hanya 0 poin.
– Indonesia lolos ke putaran kelima, bertemu runner-up Grup A (antara Qatar, Oman, atau Uni Emirat Arab).
– Jika mampu menang di putaran kelima tersebut, Indonesia akan mewakili AFC di Play-Off Antar-Federasi, perebutan dua tiket terakhir ke Piala Dunia 2026.
Turnamen playoff itu diikuti enam negara yang terbagi dalam dua bracket: dua wakil dari CONCACAF, serta masing-masing satu dari AFC, CAF, CONMEBOL, dan OFC. Empat tim dengan peringkat FIFA terendah bertarung di semifinal, sedangkan dua tim dengan ranking tertinggi langsung ke final. Dua pemenang final akan otomatis lolos ke Piala Dunia 2026 di Kanada, Amerika Serikat, dan Meksiko.

















