Publik Vietnam mencatat tahun 2025 sebagai era kegagalan Timnas Indonesia di semua kelompok umur tim nasional.
Di mata masyarakat Vietnam, tahun 2025 menghadirkan banyak kenanang pahit untuk dunia sepak bola Indonesia, khususnya di level tim nasional.
Hal itu memang tak dapat dipungkiri, kegagalan sepak bola di kancah Asia Tenggara hingga dunia memicu gejolak tersendiri di Tanah Air.
Dimulai dari pergantian pelatih, pemecatan Shin Tae-yong dan diangkatnya Patrick Kluivert sebagai juru nahkoda baru tim nasional senior.
Dampaknya juga dirasakan timnas U-23, dimana sebagai pelatih kepala kelompok umur ini yang dipilih adalah Gerald Vanenburg.
Alih-alih panen trofi, eks pelatih akademi Ajax Amsterdam memaksa Indonesia menelan dua kali kegagalan dalam waktu relatif singkat.
Pertama gagal meraih gelar juara Piala AFF U-23 2025 sebagai tuan rumah ajang tersebut dan disusul gagal lolos ke Piala Asia U-23 2026.
Dari sinilah ejekan maut media Vietnam dimulai, Indonesia dicap mengalami kekalahan memalukan, hingga hancurnya impian ke Piala Dunia 2026.
“Tahun 2025 menjadi kenangan pahit bagi sepak bola Indonesia,” tulis TheThao247.vn.
“Baik tim nasional maupun tim U23 mengalami kekalahan memalukan, mimpi Piala Dunia mereka hancur, dan kualifikasi ke kompetisi Eropa pupus.”
Di mata Vietnam, luka yang didapat sepak bola Indonesia masih tidak sebanding dengan prestasi yang dapat ditorehkan.
“Tahun 2025 berakhir dengan terlalu banyak luka bagi sepak bola Indonesia, tahun yang dikenang bukan karena prestasi, tetapi karena keruntuhan total dari tim nasional hingga level junior,” tulis TheThao247.vn lagi.
Puncaknya bukan lagi kegagalan timnas senior putaran final Piala Dunia 2026, tetapi drama internal yang terjadi di tubuh federasi.
Indonesia sudah jatuh karena gagal ke panggung dunia, tapi semakin terpuruk setelah terjerembab ke jurang kekecewaan.
Kebijakan federasi disorot, keputusan memecat Shin Tae-yong dan menggantinya dengan Patrick Kluivert dinilai sebagai blunder terbesar.
Menurut media Vietnam ini, pergantian pelatih dari Shin Tae-yong ke Patrick Kluivert justru membuat Indonesia kehilangan identitas.
“Dari bercita-cita mencapai puncak kontinental, sepak bola Indonesia telah terpuruk ke dalam jurang kekecewaan.
“Masalah-masalah mendasar, mulai dari tata kelola yang buruk dan kebijakan personel yang tidak stabil”
“Hingga tekanan media yang sangat besar, telah menyebabkan kehancuran diri sendiri.”
“Di bawah kepemimpinan Kluivert, Indonesia bermain tidak konsisten, kehilangan identitas, dan tersingkir di putaran empat Kualifikasi Piala Dunia 2026,” tulis TheThao247.vn.
Publik Tanah Air kini berharap penunjukkan pelatih baru tim nasional akan membawa sepak bola Tanah Air ke arah yang lebih baik.
Eks pelatih Timnas Kanada, John Herdman, menjadi kandidat kuat pelatih Timnas Indonesia yang baru.















