cuaca

Ramai narasi bibit siklon tropis 90S akan jadi siklon dalam 24 jam, ini kata BMKG

×

Ramai narasi bibit siklon tropis 90S akan jadi siklon dalam 24 jam, ini kata BMKG

Sebarkan artikel ini

Sebuah unggahan di media sosial Instagram menyebutkan bahwa Bibit Siklon Tropis 90S diperkirakan akan berubah menjadi siklon tropis dalam waktu 24 jam ke depan.

Informasi tersebut menarik perhatian publik karena bibit siklon ini terdeteksi berada di wilayah Indonesia dan berpotensi memengaruhi kondisi cuaca.

Bibit Siklon Tropis 90S merupakan sistem cuaca yang terpantau di Samudra Hindia selatan Indonesia.

Berdasarkan analisis Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), bibit siklon ini mulai teridentifikasi sejak Senin (23/12/2025) pukul 13.00 WIB.

Secara umum, bibit siklon tropis adalah gangguan atmosfer di wilayah laut tropis yang berpotensi berkembang menjadi siklon tropis.

Keberadaan bibit siklon maupun siklon tropis kerap berdampak pada peningkatan curah hujan, angin kencang, dan gelombang tinggi di wilayah sekitarnya.

Namun, benarkah Bibit Siklon Tropis 90S berpotensi berkembang menjadi siklon tropis dalam kurun waktu 24 jam ke depan?

Belum ada tanda bibit siklon 90S jadi siklon tropis

Prakirawan dari BMKG, Herdiana Sri Wahyuningsih memastikan bahwa Bibit Siklon Tropis 90S belum menunjukkan tanda-tanda akan berkembang menjadi siklon tropis dalam waktu dekat.

Baca Juga :  Teknik Jitu Merawat Robusta Tropis

Herdiana menjelaskan bahwa berdasarkan analisis terbaru, potensi perkembangan bibit siklon tersebut masih tergolong rendah.

Keberadaan Bibit Siklon Tropis 90S itu sendiri berada di Samudera Hindia selatan Banten.

“Berdasarkan analisis terbaru BMKG pada 31 Desember 2025 pukul 19.00 WIB, Bibit Siklon Tropis 90S yang berada di Samudra Hindia selatan Banten hingga saat ini belum menunjukkan tanda-tanda kuat untuk berkembang menjadi siklon tropis dalam 24 jam ke depan,” kata Herdiana saat dihubungi ,Rabu (31/12/2025).

Meski peluang berkembang menjadi siklon tropis dinilai rendah, Herdiana menyebutkan bahwa keberadaan sistem tersebut tetap berpotensi menimbulkan dampak terhadap kondisi cuaca dan perairan di sejumlah wilayah Indonesia.

Wilayah yang berpotensi hujan 1 Januari 2026

Lebih lanjut, Herdiana mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem hingga 1 Januari 2026 pukul 19.00 WIB.

BMKG memprakirakan hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai angin kencang berpeluang terjadi di Bengkulu, Sumatera Selatan, Sumatera Barat, Lampung, Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, dan DI Yogyakarta.

Baca Juga :  BMKG Waspada Bibit Siklon: Bakung & Prabowo Instruksikan Peringatan Dini

Selain itu, potensi angin kencang juga diperkirakan dapat terjadi di Bengkulu, Sumatera Selatan, Lampung, Banten, dan Jawa Barat.

Dari sisi kelautan, kondisi perairan diperkirakan mengalami peningkatan tinggi gelombang.

Gelombang sedang setinggi 1,25–2,5 meter berpeluang terjadi di Samudra Hindia barat Bengkulu serta perairan selatan Jawa Tengah hingga DI Yogyakarta.

Sementara itu, gelombang tinggi dengan ketinggian 2,5–4,0 meter berpotensi terjadi di Samudra Hindia selatan Lampung, perairan selatan Lampung, Selat Sunda bagian selatan, perairan selatan Banten hingga Jawa Barat, serta Samudra Hindia selatan Banten hingga Yogyakarta.

Herdiana menegaskan bahwa BMKG akan terus memantau perkembangan Bibit Siklon Tropis 90S secara berkala.

“BMKG mengimbau masyarakat untuk selalu mengikuti informasi cuaca terbaru dan meningkatkan kewaspadaan, terutama bagi masyarakat yang beraktivitas di wilayah pesisir dan perairan,” ujarnya.