Tujuan Penulis Menyapa Pembaca dengan Bertanya tentang Ponsel
Pada halaman 72 buku Bahasa Indonesia kelas 9 Kurikulum Merdeka, terdapat beberapa pertanyaan yang mengajak siswa untuk memahami perkembangan teknologi komunikasi. Salah satu pertanyaan yang menarik adalah, “Menurut kalian, apa tujuan penulis menyapa pembaca dengan bertanya tentang ponsel pada bagian awal teks?” Untuk menjawabnya, siswa perlu memahami konteks dan maksud dari penulis dalam mengajukan pertanyaan tersebut.
Penulis mungkin ingin menarik perhatian pembaca dengan cara yang lebih dekat dan personal. Dengan bertanya tentang ponsel, penulis berusaha menghubungkan topik yang dibahas dengan kehidupan sehari-hari siswa. Ponsel, sebagai salah satu alat komunikasi yang paling umum digunakan, menjadi titik awal yang efektif untuk membuka diskusi tentang perkembangan teknologi.
Pentingnya Memahami Perkembangan Teknologi Komunikasi
Selanjutnya, ada pertanyaan yang mengajak siswa untuk mempertanyakan pentingnya memahami perkembangan teknologi komunikasi. Jawaban yang dapat diberikan adalah bahwa pemahaman ini sangat penting karena membantu kita tidak ketinggalan informasi terbaru dan bisa memanfaatkan teknologi secara optimal. Misalnya, dengan memahami perkembangan teknologi, kita bisa menggunakan alat-alat komunikasi yang tersedia dengan lebih efisien.
Penggunaan Huruf Miring pada Kata “Kentongan”
Salah satu soal lainnya adalah mengapa kata “kentongan” pada teks ditulis dengan huruf italik/miring. Jawaban dari pertanyaan ini adalah karena “kentongan” merupakan istilah bahasa daerah. Penggunaan huruf miring atau italik biasanya digunakan untuk menunjukkan kata-kata yang berasal dari bahasa lain atau memiliki makna khusus.
Teknologi yang Pernah Dicoba dan Sesuai dengan Daerah
Soal selanjutnya menanyakan jenis teknologi komunikasi yang pernah dicoba oleh siswa. Selain internet, teknologi seperti surat dan televisi juga sering digunakan. Di daerah tertentu, teknologi komunikasi seperti kentongan masih digunakan untuk memberitahukan adanya suatu peristiwa, misalnya bencana alam. Hal ini menunjukkan bahwa meskipun teknologi modern semakin berkembang, teknologi tradisional tetap memiliki peran penting di beberapa wilayah.
Sejarah Surat Kabar Nasional Pertama di Indonesia
Ada juga soal yang membahas sejarah surat kabar nasional pertama di Indonesia, yaitu Medan Prijaji. Surat kabar ini terbit di Bandung pada Januari 1907 hingga Januari 1912. Jawaban dari soal ini adalah bahwa Medan Prijaji diakui sebagai surat kabar nasional pertama karena menggunakan bahasa Melayu dan dimiliki serta dikelola oleh orang Indonesia asli.
Kalimat yang panjang tersebut kemudian diminta untuk ditulis ulang menjadi dua kalimat dengan kaidah yang benar. Jawaban yang tepat adalah:
- Medan Prijaji yang terbit di Bandung pada Januari 1907 hingga Januari 1912 diakui sebagai surat kabar nasional pertama di Indonesia.
- Sebab Medan Prijaji menggunakan bahasa Melayu dan pemilik serta pekerjanya orang Indonesia asli.
Alat-Alat Komunikasi yang Masih Berguna
Soal terakhir menanyakan apakah alat-alat komunikasi lain seperti surat, telepon, atau kentongan menjadi tidak penting lagi karena adanya internet. Jawaban dari pertanyaan ini adalah bahwa alat-alat tersebut tetap berguna dalam situasi tertentu, misalnya saat akses internet tidak tersedia. Contohnya, komunikasi melalui asap bisa digunakan untuk memberi tanda ketika seseorang tersesat di dalam hutan atau gunung. Kepulan asap akan terlihat oleh pesawat pencari.
















