Perjalanan Kabinet Merah Putih dalam Satu Tahun
Pemerintahan Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, bersama dengan Kabinet Merah Putih telah genap berusia satu tahun. Dalam kurun waktu tersebut, Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Erick Thohir berhasil mewujudkan sejumlah langkah strategis di bidang kepemudaan dan keolahragaan. Salah satu program utama yang akan terus dilanjutkan sesuai arahan Presiden adalah penyusunan roadmap berkelanjutan untuk meningkatkan prestasi olahraga nasional melalui Desain Besar Olahraga Nasional (DBON).
Desain Besar Olahraga Nasional (DBON)
DBON yang diresmikan melalui Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 86 Tahun 2021 merupakan dokumen rencana induk jangka panjang (2021–2045) untuk mengembangkan olahraga Indonesia secara efektif, efisien, dan berkelanjutan. DBON memiliki tiga pilar utama, yaitu olahraga pendidikan, olahraga masyarakat, dan olahraga prestasi. Tujuan utamanya adalah meningkatkan prestasi olahraga nasional, khususnya di ajang Olimpiade, serta membangun ekosistem olahraga yang kuat dan berkelanjutan.
Erick Thohir saat ini tengah menyiapkan sistem promosi dan degradasi bagi cabang olahraga unggulan sebagai bagian dari pembenahan DBON. Terdapat 14 cabang olahraga (cabor) yang masuk kategori unggulan, antara lain bulu tangkis, angkat besi, panjat tebing, panahan, menembak, wushu, karate, taekwondo, balap sepeda, renang, atletik, senam artistik, pencak silat, dan dayung. Sebagian besar cabor tersebut kini menjalani pelatnas di Cibubur Youth Elite Sport Center (CYESC), Jakarta.
Sistem Promosi dan Degradasi
Erick berharap para pengurus cabor memahami bahwa posisi mereka tidak otomatis aman di DBON. Ia menegaskan, jika ada cabor yang tidak mampu mempertahankan prestasi dan targetnya, posisinya bisa digantikan oleh cabor lain yang lebih kompetitif. Hal ini bertujuan untuk memastikan bahwa setiap cabor terus berkompetisi dan berkembang.
Selain itu, Menpora menekankan pentingnya koordinasi lintas sektor untuk memastikan program berjalan efektif. Momentum serah terima jabatan Menpora dari Dito Ariotedjo kepada Erick Thohir di Wisma Kemenpora menjadi titik awal konsolidasi roadmap kepemudaan dan olahraga menuju 2045.
Roadmap Jangka Panjang
Erick menyebut pentingnya peta jalan jangka panjang yang menjadi pedoman bersama hingga Indonesia Emas 2045. “Saya akan mengundang semua bekas Menpora untuk kita konsolidasi roadmap. Jangan masing-masing punya roadmap sendiri-sendiri. Kita harus bersepakat bersama sampai 2045 seperti apa arah pembinaannya,” katanya.
Memasyarakatkan Olahraga
Selain fokus pada olahraga prestasi, Erick juga menilai penting untuk terus memasyarakatkan olahraga dengan cara yang relevan dengan perkembangan zaman. Ia mencontohkan, bila dahulu olahraga populer dilakukan lewat kegiatan senam sehat, kini bisa dilakukan melalui ajang seperti Car Free Day (CFD) yang digelar di berbagai kota dan kabupaten.
Ia menjelaskan, olahraga dapat menjadi saluran penting untuk mengatasi masalah mental health di tengah masyarakat. Menurut Erick, seluruh penataan agenda olahraga akan diarahkan pada tujuan besar, yakni Olimpiade.
Pembinaan Kelompok Umur
Menpora juga menekankan pentingnya pembinaan kelompok umur untuk melahirkan regenerasi atlet yang lebih baik. “Pusat pelatihan ini penting, karena kita harus bisa mengadopsi dari negara-negara berkembang yang memiliki fasilitas pelatihan luar biasa yang fokus ke Olimpiade tanpa mengesampingkan kelompok umur,” kata Menpora.

















