Puncak Perayaan Perjuangan Merah Putih Sangasanga ke-79: Semarak Olahraga, UMKM, dan Hiburan Rakyat
TENGGARONG – Rangkaian peringatan ke-79 Peristiwa Perjuangan Merah Putih Sangasanga, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, akan mencapai puncaknya pada Minggu, 1 Februari 2026. Perayaan yang telah berlangsung selama beberapa waktu ini akan ditutup dengan serangkaian kegiatan yang dirancang untuk melibatkan dan menghibur seluruh lapisan masyarakat Sangasanga. Mulai dari semangat olahraga pagi hingga gemerlap hiburan malam, panitia telah menyiapkan agenda yang komprehensif untuk memanjakan warga.
Semangat Pagi dengan Fun Running Merah Putih
Kemeriahan hari terakhir perayaan ini akan diawali dengan agenda Fun Running Merah Putih yang dijadwalkan dimulai tepat pukul 06.00 WITA. Kegiatan lari santai ini akan berpusat di Lapangan Merah Putih Sangasanga, menjadikannya lebih dari sekadar aktivitas fisik. Acara ini diposisikan sebagai ajang silaturahmi yang erat bagi warga setempat, sekaligus menjadi sarana kampanye gaya hidup sehat yang aktif dan positif.
Kehadiran Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Kadispora) Kutai Kartanegara dijadwalkan untuk secara langsung memberikan semangat kepada para peserta lari. Beliau akan didampingi oleh perwakilan dari jajaran kecamatan setempat serta panitia pelaksana, menegaskan dukungan pemerintah daerah terhadap inisiatif yang memperkuat kebersamaan dan kesehatan masyarakat. Fun Running ini diharapkan dapat menularkan energi positif dan semangat juang yang menjadi inti dari peringatan Peristiwa Perjuangan Merah Putih Sangasanga.
Puncak Acara: Gemerlap Malam Penutupan dan Apresiasi UMKM
Puncak dari seluruh rangkaian acara peringatan ini akan berlangsung pada malam hari, dimulai sejak pukul 20.00 WITA. Agenda utama yang paling dinantikan adalah seremoni penutupan Gelar UMKM Merah Putih. Gelar UMKM ini telah menjadi jantung perputaran ekonomi kreatif selama periode perayaan, memberikan wadah yang sangat berharga bagi para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Sangasanga untuk memamerkan dan memasarkan produk-produk unggulan mereka.
Acara penutupan ini rencananya akan dihadiri oleh tokoh-tokoh penting, termasuk Anggota DPRD Kutai Kartanegara, Bapak Rahmad Darmawan. Kehadirannya bersama dengan unsur pimpinan kecamatan dan para tokoh masyarakat diharapkan dapat memberikan apresiasi yang mendalam terhadap kontribusi UMKM serta semangat perjuangan yang terus dihidupkan. Gelar UMKM Merah Putih bukan hanya sekadar ajang pameran, tetapi juga bukti nyata bagaimana semangat kebangsaan dapat diintegrasikan dengan pengembangan ekonomi lokal yang berkelanjutan.
Hiburan Spesial dari Bintang Baru “Stecu”
Sebagai daya tarik utama dalam sektor hiburan rakyat, panitia dengan bangga menghadirkan Faris Adam, seorang musisi pendatang baru yang telah mencuri perhatian publik. Berasal dari Maluku Utara, Faris Adam dikenal luas di media sosial berkat lagu viralnya yang berjudul “Stecu”. Kehadirannya di Sangasanga dipastikan akan menjadi momen yang tak terlupakan bagi seluruh hadirin.
Faris Adam siap untuk menghibur warga Sangasanga dengan rangkaian lagu-lagu hitsnya yang penuh energi dan melodi yang menarik. Penampilannya diharapkan dapat menambah semarak suasana malam penutupan, menciptakan momen kebersamaan dan kegembiraan bagi seluruh keluarga yang hadir. Perpaduan antara apresiasi terhadap sejarah, dukungan terhadap ekonomi lokal, dan hiburan berkualitas tinggi menjadi ciri khas penutupan peringatan ke-79 ini.
Mengenang Sejarah, Memperkuat Semangat Nasionalisme
Peringatan Peristiwa Perjuangan Merah Putih Sangasanga memiliki makna historis yang sangat mendalam. Acara tahunan ini merupakan upaya kolektif untuk mengenang kembali perlawanan heroik rakyat Sangasanga yang gagah berani dalam menghadapi penjajah. Momentum ini jauh melampaui sekadar sebuah seremoni belaka; ia adalah manifestasi dari upaya berkelanjutan untuk memperkuat semangat nasionalisme di kalangan generasi muda dan seluruh warga.
Lebih dari itu, peringatan ini berfungsi sebagai pengingat akan pentingnya menjaga kebanggaan terhadap sejarah lokal yang kaya. Dengan memahami dan merayakan perjuangan para pendahulu, masyarakat Sangasanga dapat menumbuhkan rasa memiliki yang lebih kuat terhadap tanah air dan warisan budaya mereka. Semangat Merah Putih yang digaungkan dalam setiap kegiatan peringatan adalah simbol persatuan, keberanian, dan cinta tanah air yang terus diwariskan dari generasi ke generasi. Perayaan ke-79 ini menjadi bukti nyata bahwa semangat perjuangan Sangasanga terus hidup dan relevan hingga kini.















