Alreinamedia.com – Ironi pendataan Bantuan Sosial (Bansos) dialami inisial N sebagai seorang Lanjut Usia (Lansia) 63 tahun yang tinggal dekat lingkungan Ketua RT 001 Kampung (Kp) Pisang atas.
Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun awak media di Kelurahan Kijang Kota, Dirinya tidak punya penghasilan tetap. Parahnya, Penyandang disabilitas itu justru tercatat tinggi dalam Desil Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN).
Status tersebut membuat Bansos yang selama ini menjadi salah satu penopang hidupnya terhenti. Pada usia senja, Ia kini harus bertahan seorang diri dengan kondisi rumah retak – retak bahkan dulu sempat ambruk dihantam pohon tumbang di kawasan Kecamatan Bintan Timur.
Baginya di wilayah Provinsi Kepulauan Riau, Keputusan dimaksud menyisakan tanda tanya besar. N mengaku tidak memahami dasar penetapan dirinya sehingga masuk Desil diatas 5. Sebab, Keadaan kehidupan yang dijalaninya sehari-hari menurutnya sangat jauh dari gambaran kelompok dengan tingkat kesejahteraan tertinggi dalam pemeringkatan data sosial.
Kondisi fisiknya pun tidak lagi prima. Ketua RW 009 Kp Pisang, Asriady ketika dikonfirmasi via komunikasi sambungan telepon genggam seluler semalam turut membenarkan dan memastikan penjelasan langsung dari N setelah dicek terhitung Desil sembilan.
” Iya, Kita sudah mendengar kemarin yang bersangkutan memang begitulah kondisinya dan sekarang tengah dilakukan atau pengajuan Perubahan Desil agar turun/rendah, ” Ujar seorang Aktivis Sosial & Lingkungan (ASL) Kabupaten Bintan, Lelo Polisa Lubis ketika dimintai tanggapannya, (Alek Juve).
















