Alreinamedia.com-Natuna, Besarnya dana bansos yang dianggarkan oleh Pemerintah Kabupaten Natuna pada tahun 2012 yang lalu ternyata menguak misteri. Pasalnya dana bantuan sosial yang dianggarkan pada tahun itu, tidak tanggung-tanggung mencapai Rp164.792.200.000,00 dengan realisasi sebesar Rp159.747.121.270,00 (96,94%) atau lebih kecil dari anggaran sebesar Rp5.045.078.730,00) (3,06%) berdasarkan audit BPK Pada tahun 2012 yang lalu.
Belum lagi dana hibah yang mana pada kala itu, dizaman Pemerintahan Daeng Rusnadi dan juga Raja Amirullah juga tak tanggung-tanggung dianggarkan sebesar Rp198.380.760.000,00 dengan realisasi sebesar Rp188.099.322.500,00 (94,82%) atau lebih kecil dari anggaran sebesar Rp10.281.437.500,00 (5,18%).
Anehnya mesikipun anggaran tersebut terbilang cukup besar dalam penggarannya,tetapi sangat sedikit oleh badan pemeriksa keuangan (BPK) untuk melirik kegiatan tersebut, sehingga didalam LHP BPK pada tahun 2012, mengenai dana hibah dan bantuan sosial hampir tidak satupun ditemukan temuan pada kegiatan-kegiatan tersebut.
Melirik kasus forkot pada saat ini, yang sedang berjalan yang mana WS telah ditetapkan tersangka oleh Polda Kepri, hingga menyeret Kepala keuangan Pemerintah Kabupaten Natuna pada kala itu, membuat sebagian masyarakat bertanya-tanya, apa mungkin kegiatan dana bansos hingga dana hibah pada kegiatan forkot saja yang terkuak misteri, akan buruknya system keuangan pada kala itu, sehingga didalam meverifikasikan kegiatan tersebut seolah bagian keuangan tidak secara detail dalam melakukan verifikasi pada kegiatan bansos dan dana hibah sehingga D saat ini juga terseret akan kasus forkot yang melanda mantan Ketua Koni
Kini masyarakat tinggal menanti mampukah para penegak hukum kepri untuk menggungkap misteri pada dana hibah hingga bansos yang menelan anggaran Negara hingga Rp 347.846.443.770
Redaktur: Syahrul

















