Berita

Naskah Khutbah Jumat 10 Oktober 2025: Dua Amalan Surga yang Sering Ditinggalkan

×

Naskah Khutbah Jumat 10 Oktober 2025: Dua Amalan Surga yang Sering Ditinggalkan

Sebarkan artikel ini

Naskah Khutbah Jumat 10 Oktober 2025: Dua Amalan Surga yang Sering Ditinggalkan

Hadirin Jamaah Jumat yang Berbahagia

Pada kesempatan yang mulia ini, kita akan membahas dua amalan surgawi yang sering ditinggalkan oleh umat Islam. Kedua amalan tersebut adalah berdzikir setelah salat fardu dan berdzikir sebelum tidur. Meskipun amalan ini mudah dilakukan, namun banyak orang yang mengabaikannya.

Apa Itu Dzikir Setelah Salat Fardu?

Dzikir setelah salat fardu bisa berupa membaca tasbih (subhanallah), tahmid (alhamdulillah), dan takbir (allahu akbar) masing-masing sebanyak 10 kali. Dengan melakukan hal ini, seseorang telah menjalankan amalan yang memiliki keutamaan besar di sisi Allah SWT.

Ketika melaksanakan dzikir setelah salat, kita memperkuat hubungan dengan Allah dan meningkatkan ketakwaan. Hal ini juga menjadi bentuk pengingat bahwa kita harus selalu mengingat-Nya dalam segala keadaan.

Apa Itu Dzikir Sebelum Tidur?

Dzikir sebelum tidur biasanya dilakukan dengan membaca tasbih 33 kali, tahmid 33 kali, dan takbir 34 kali. Dengan melakukan dzikir ini, kita memberi kesempatan kepada diri sendiri untuk beristirahat dalam keadaan yang penuh dengan ingatan terhadap Allah.

Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam pernah bersabda:

“Ada dua perkara jika seorang muslim menjaganya maka akan masuk surga. Dua perkara itu mudah tapi sedikit orang yang menjalankannya. Yaitu membaca tasbih, tahmid, dan takbir, masing-masing 10 kali setiap selesai shalat fardhu.”

Hadits ini menunjukkan betapa pentingnya kedua amalan ini dalam kehidupan seorang Muslim. Namun, sayangnya, banyak orang yang tidak konsisten dalam menjalankannya.

Baca Juga :  Prediksi Hujan Ringan Bengkulu: 9 Kecamatan, Minggu 28 Desember 2025

Mengapa Dua Amalan Ini Sering Ditinggalkan?

Menurut penjelasan Rasulullah, setan sering kali mengganggu manusia agar tidak menjalankan dzikir setelah salat atau sebelum tidur. Setan datang pada saat seseorang ingin tidur dan membuatnya lupa untuk berdzikir. Begitu juga dalam waktu salat, setan mencoba untuk mengalihkan perhatian manusia dari dzikir.

Namun, kita sebagai umat Islam harus sadar bahwa amalan ini sangat ringan dan mudah dilakukan. Dengan melakukan dzikir setelah salat dan sebelum tidur, kita bisa mendapatkan pahala yang besar dan memperkuat iman kita.

Keutamaan Dzikir dalam Kitab Suci

Allah SWT berfirman dalam Al-Qur’an:

“Barang siapa berbuat satu kebaikan maka baginya (pahala) sepuluh kali lipat amalnya.” (QS Al-An’am [6]: 160).

Dengan melakukan dzikir sebanyak 250 kali dalam sehari, kita bisa menabung 2.500 kebaikan. Ini merupakan bentuk persiapan untuk kehidupan akhirat yang lebih baik.

Baca Juga :  Tim Kukerta Balek Kampung Tanam 2000 Bibit Pohon

Perbandingan Kebaikan dan Keburukan

Kehidupan dunia ibarat seperti menabung untuk kehidupan akhirat. Setiap tindakan baik yang kita lakukan akan dicatat oleh malaikat dan menjadi bekal bagi kita di hari akhir. Sebaliknya, keburukan yang kita lakukan akan menjadi beban berat di timbangan amal.

Allah SWT juga berfirman:

“Barang siapa yang mengerjakan kebaikan seberat dzarrah pun, niscaya dia akan melihat (balasan) nya. Dan barang siapa yang mengerjakan kejahatan sebesar dzarrah pun.”

Ini menunjukkan bahwa setiap kebaikan atau keburukan akan dibalas sesuai dengan ukuran dan niatnya.

Kesimpulan

Dari penjelasan di atas, kita dapat menyimpulkan bahwa dua amalan surga yang sering ditinggalkan adalah berdzikir setelah salat fardu dan sebelum tidur. Kedua amalan ini sangat mudah dilakukan, tetapi memiliki keutamaan besar di sisi Allah SWT.

Sebagai umat Islam, kita harus berusaha untuk menjalankannya secara konsisten. Dengan demikian, kita dapat meraih surga dan menghindari neraka.

Sekian khutbah ini. Semoga bermanfaat dan dapat menjadi pedoman hidup kita. Terima kasih.