Olahraga

Neymar Diskors Dua Laga karena Menutup Mulut saat Adu Mulut di Vila Belmiro

×

Neymar Diskors Dua Laga karena Menutup Mulut saat Adu Mulut di Vila Belmiro

Sebarkan artikel ini

Neymar, penyerang Santos, dijatuhi larangan tampil dua pertandingan oleh Komite Disiplin Kedua yang berada di bawah Mahkamah Agung Peradilan Olahraga Brasil, setelah dianggap melanggar aturan yang dikenal sebagai “hukum Vinicius”. Keputusan ini diberlakukan menyusul insiden pada laga melawan Bahia di Stadion Vila Belmiro yang berakhir imbang 1-1 pada Sabtu lalu; sanksi masih bisa diajukan banding ke sidang pleno mahkamah.

Aturan yang disebut “hukum Vinicius” dipakai di kompetisi Brasil untuk menindak gerakan yang berupaya menyembunyikan percakapan saat terjadi konfrontasi di lapangan, sebagai langkah menjaga keterbukaan dan etika pertandingan. Dalam proses di komite disiplin sempat ada usulan hukuman empat pertandingan, namun mayoritas anggota memilih menghukum Neymar dua laga.

Baca Juga :  7 Gym Murah di Bawah 500 Ribu

Peristiwa berawal dari senggolan pada babak pertama yang memanas lagi menjelang turun minum. Dalam adu mulut dengan Rodrigo Nestor, gelandang Bahia, Neymar meletakkan tangannya di depan mulutnya ketika berbicara, yang ditafsirkan sebagai upaya menutupi apa yang diucapkannya. Nestor kemudian melapor ke wasit, tetapi wasit tidak melihat langsung kejadian itu sampai teknologi asisten wasit video (VAR) memberi indikasi sehingga kartu merah langsung dikeluarkan bagi Neymar.

Masalah tidak berhenti setelah pengusiran. Laporan resmi mencatat bahwa setelah dikeluarkan, Neymar tampak berlari ke arah bangku cadangan tim tamu dengan maksud menghadapi lawan, tindakan yang baru bisa dihentikan setelah rekan setimnya menahannya. Delmiro Campos, yang memimpin penyelidikan, menilai gestur menutup mulut tersebut menunjukkan niat menyembunyikan ucapan dalam konteks konfrontasi dan bertentangan dengan prinsip transparansi serta etika olahraga.

Baca Juga :  Ronaldo Dijatuhi Skorsing Sementara usai Tinggalkan Pemusatan Latihan Portugal di Kopenhagen

Pembelaan dari kubu Neymar menegaskan situasinya bukan perseteruan serius melainkan tukar kata yang bersifat bercanda; pengacara Marcelo Mendez menekankan, “Tidak setiap gestur menutupi mulut tercakup oleh hukum Vinicius.” Argumen itu menjadi salah satu poin utama dalam sidang dengar pendapat namun tidak mengubah keputusan komite.

Kasus ini memicu perbincangan mengenai batasan interpretasi gestur pemain dan sejauh mana VAR harus mempengaruhi sanksi disipliner. Dengan keputusan komite disiplin kini resmi, perhatian tertuju pada kemungkinan banding di pleno Mahkamah Agung Peradilan Olahraga Brasil yang dapat mengubah durasi larangan menggantungkan nama besar pemain tersebut di laga-laga mendatang.