Ekonomi

Operasi Pasar Murah: Gubernur Norsan Tekan Inflasi Nataru

×

Operasi Pasar Murah: Gubernur Norsan Tekan Inflasi Nataru

Sebarkan artikel ini

Operasi Pasar Murah Digelar untuk Meringankan Beban Masyarakat Jelang Akhir Tahun

Sintang – Menjelang perayaan Hari Raya Natal dan Tahun Baru, Pemerintah Kabupaten Sintang menggelar Operasi Pasar Murah yang secara resmi dibuka oleh Gubernur Kalimantan Barat, Ria Norsan, pada Sabtu pagi, 13 Desember 2025. Kegiatan ini bertujuan untuk meringankan beban ekonomi masyarakat dan turut serta dalam menekan laju inflasi di daerah tersebut.

Dalam sambutannya, Gubernur Ria Norsan menekankan pentingnya operasi pasar seperti ini dalam membantu masyarakat menghadapi kenaikan harga kebutuhan pokok, terutama di momen-momen penting seperti akhir tahun. Beliau berdialog langsung dengan beberapa warga yang hadir, mendengarkan aspirasi dan harapan mereka terkait program ini.

“Operasi Pasar Murah ini diharapkan dapat meringankan beban masyarakat dan dapat menekan inflasi menjelang Hari Raya Natal dan Tahun Baru,” ujar Gubernur Ria Norsan. Beliau menambahkan bahwa pemerintah berkomitmen untuk terus hadir di tengah masyarakat guna memastikan ketersediaan bahan pokok dengan harga yang terjangkau.

Paket Sembako Murah Tersedia dalam Jumlah Terbatas

Pada penyelenggaraan operasi pasar kali ini, Pemerintah Kabupaten Sintang telah menyiapkan sebanyak 1.500 paket sembako murah. Setiap paket berisi kombinasi kebutuhan pokok yang sangat esensial bagi rumah tangga, yaitu:

  • Beras premium 5 Kg: Komponen utama dalam setiap sajian makanan keluarga.
  • Minyak goreng 1 Liter: Kebutuhan vital untuk berbagai proses memasak.
  • Gula Pasir 1 Kg: Gula merupakan bahan baku penting untuk minuman dan kue.
Baca Juga :  Irak: Diskon Minyak Februari 2026 untuk Asia

Gubernur Ria Norsan mengimbau kepada seluruh masyarakat yang hadir untuk dapat mengantre dengan tertib demi kelancaran proses distribusi paket sembako. Senyum ramahnya menyertai pesannya, menunjukkan kedekatan pemerintah dengan rakyatnya.

Lebih lanjut, untuk semakin memberikan keringanan, Gubernur kembali mengumumkan adanya subsidi harga yang signifikan. Paket sembako yang seharusnya dibanderol dengan harga normal Rp120.000, kini dapat diperoleh oleh masyarakat hanya dengan Rp50.000. Potongan harga sebesar Rp70.000 ini tentu menjadi kabar gembira bagi banyak keluarga.

Respon Positif dari Masyarakat

Salah seorang warga yang turut serta dalam antrean, Muji, menyampaikan rasa syukurnya atas terselenggaranya kegiatan ini. Ia mengaku sangat terbantu dengan adanya Operasi Pasar Murah, terutama di tengah situasi ekonomi yang dirasakannya cukup sulit saat ini.

“Tentu kami sangat terbantu sekali sebagai masyarakat ditengah kesulitan ekonomi seperti sekarang,” tuturnya dengan nada lega. Baginya, program seperti ini bukan hanya sekadar bantuan materi, tetapi juga memberikan rasa aman dan kepastian bahwa pemerintah peduli terhadap kesejahteraan warganya.

Baca Juga :  Kafe Makin Rapi dan Untung! Aplikasi Kasir Android Terbaik Tahun Ini

Muji juga berharap agar inisiatif positif ini dapat terus berlanjut dan digelar secara rutin. “Saya berharap ini bisa digelar sebulan sekali agar meringankan kami sebagai masyarakat kecil,” pungkasnya, menggarisbawahi kebutuhan berkelanjutan akan program serupa. Harapan ini mencerminkan tingginya apresiasi masyarakat terhadap upaya pemerintah dalam menjaga stabilitas harga dan ketersediaan pangan.

Keberhasilan Operasi Pasar Murah ini tidak hanya diukur dari jumlah paket yang terjual, tetapi juga dari dampak positif yang dirasakan langsung oleh masyarakat. Melalui program-program seperti ini, pemerintah berupaya membangun ketahanan ekonomi di tingkat rumah tangga dan memastikan bahwa momen perayaan dapat dinikmati tanpa dibayangi oleh kekhawatiran akan tingginya biaya hidup.

Penyelenggaraan kegiatan ini merupakan bukti nyata sinergi antara pemerintah provinsi dan kabupaten dalam merespons kebutuhan masyarakat. Diharapkan, inisiatif serupa dapat terus digalakkan di berbagai daerah lain guna menciptakan dampak yang lebih luas dan berkelanjutan.