Lokal

Padang Terkini: 2 Tewas Terseret Arus, Swalayan Dibobol, GOR Direnovasi

×

Padang Terkini: 2 Tewas Terseret Arus, Swalayan Dibobol, GOR Direnovasi

Sebarkan artikel ini

Upaya Pencarian Korban Hanyut di Pantai Padang Berlanjut, Dua Anak Ditemukan Meninggal

Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Kelas A Padang mengerahkan dua tim rescue untuk melakukan pencarian intensif terhadap seorang bocah yang dilaporkan terseret ombak di kawasan Pantai Ujung Batu, Kelurahan Pasie Nan Tigo, Kota Padang, Sumatera Barat. Insiden tragis ini terjadi pada Sabtu, 31 Januari 2026. Kepala Kantor SAR Padang, Abdul Malik, mengonfirmasi bahwa operasi pencarian dimulai setelah pihaknya menerima laporan mengenai tiga anak yang terseret arus laut saat bermain di pantai tersebut.

Kronologi dan Pengerahan Tim SAR

Informasi awal mengenai insiden ini diterima pada pukul 11.52 WIB dari potensi SAR di lapangan. Menanggapi laporan tersebut, tim rescue segera dikerahkan menuju lokasi kejadian. Kantor SAR Padang mengerahkan tujuh personel Tim Rescue yang bergerak melalui jalur darat menggunakan kendaraan rescue car double cabin, dengan estimasi waktu tempuh sekitar 17 menit. Bersamaan dengan itu, lima personel RIB 02 Muara Padang juga diturunkan melalui jalur laut, memperkirakan waktu tempuh sekitar 15 menit. Abdul Malik menjelaskan bahwa pergerakan tim dari dua arah, darat dan laut, bertujuan untuk memperluas area pencarian dan mempercepat proses evakuasi.

Area Pencarian dan Peralatan Pendukung

Operasi pencarian difokuskan di sekitar titik kejadian yang telah ditentukan koordinatnya, yaitu di kawasan Pantai Ujung Batu, Kelurahan Pasia Nan Tigo, Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang. Untuk mendukung keberhasilan operasi SAR, Basarnas Padang telah mengerahkan berbagai alat utama dan peralatan SAR. Ini mencakup Rigid Inflatable Boat (RIB) 02 Padang, LCR dan mopel, motor trail, drone thermal, serta peralatan SAR air, medis, komunikasi, dan evakuasi. Seluruh peralatan ini disiagakan untuk mendukung pencarian, baik melalui penyisiran laut maupun pemantauan dari udara.

Identitas Korban dan Upaya Lanjutan

Dari tiga korban yang dilaporkan terseret ombak, dua anak yang diidentifikasi bernama Akbar dan Akmal, masing-masing berusia 8 tahun, telah ditemukan dalam kondisi meninggal dunia. Sementara itu, satu korban lainnya yang bernama Rozi (8) masih dalam pencarian oleh tim gabungan. Peristiwa ini diduga terjadi sekitar pukul 11.48 WIB ketika ketiga anak tersebut sedang berenang. Arus laut yang kuat diduga menyeret ketiganya ke tengah laut. Warga sempat berupaya melakukan pencarian dan penyelamatan, namun satu korban belum berhasil ditemukan. Hingga kini, Kantor SAR Padang bersama unsur terkait terus melanjutkan upaya pencarian dengan mengedepankan koordinasi dan keselamatan personel hingga korban berhasil ditemukan.

Polisi Ungkap Kasus Pencurian di Swalayan Padang Selatan, Pelaku Berstatus Anak

Kepolisian Resor Kota (Polresta) Padang berhasil mengungkap kasus pencurian dengan pemberatan yang terjadi di sebuah swalayan di kawasan Padang Selatan. Seorang anak yang berhadapan dengan hukum (ABH) berinisial APAE (17) telah diamankan atas dugaan keterlibatannya dalam aksi pencurian tersebut. Swalayan yang menjadi lokasi kejadian berada di Jalan Sutan Syahrir, Kelurahan Mata Air, Kota Padang.

Baca Juga :  Lumpur Abu-abu Mengancam Tanaman Petani di Samarinda

Kronologi Penangkapan dan Pengakuan Pelaku

Pengungkapan kasus ini berawal dari penangkapan pelaku oleh warga Rawang pada Jumat malam, 30 Januari 2026, sekitar pukul 20.00 WIB. Warga mencurigai pelaku karena diduga mencuri uang dari kotak amal Masjid At-Taqrib Rawang. Pelaku kemudian diserahkan kepada pihak kepolisian untuk proses lebih lanjut. Kepala Satuan Reserse Kriminal Polresta Padang, Kompol Muhammad Yasin, menyatakan bahwa dari hasil pemeriksaan awal, pelaku mengakui tidak hanya terlibat dalam dugaan pencurian kotak amal, tetapi juga aksi pencurian di swalayan. Kasus ini tercatat dalam laporan polisi nomor LP/B/82/I/2026/SPKT/Polresta Padang/Polda Sumatera Barat tertanggal 30 Januari 2026, dengan korban bernama Rey Ranosa (31).

Peristiwa pencurian di swalayan diketahui terjadi pada Selasa, 27 Januari 2026, sekitar pukul 08.00 WIB. Berdasarkan keterangan pelaku, aksi pencurian tersebut dilakukan secara terencana. Pelaku dilaporkan berangkat dari rumah temannya bernama Boby pada Senin malam, 26 Januari 2026, sekitar pukul 23.00 WIB, dan mengintai situasi di sekitar swalayan selama kurang lebih dua jam. Setelah memastikan kondisi sepi, pelaku memanjat ruko di sebelah swalayan dan menggunakan tumpukan besi untuk mencapai lantai dua. Di lokasi tersebut, pelaku menemukan besi las dan kaki scaffolding yang kemudian digunakan untuk membuka paksa pintu besi.

Modus Operandi dan Barang Bukti

Setelah berhasil masuk, pelaku turun ke lantai satu dan mengumpulkan barang-barang curian ke dalam kantong plastik. Pelaku mengaku mengambil rokok dalam jumlah banyak, meskipun tidak mengetahui jumlah pastinya. Selain itu, pelaku juga membuka paksa tiga kotak amal menggunakan obeng yang dibawanya serta mengambil uang tunai dari laci kasir. Pelaku menemukan kunci laci kasir yang tertinggal dan mengambil uang di dalamnya. Sejumlah makanan ringan juga turut diambil. Saat melarikan diri, satu kantong plastik berisi barang curian tertinggal di lokasi, namun pelaku berhasil membawa sebagian barang ke rumah Boby.

Sekitar pukul 05.00 WIB keesokan harinya, pelaku meminta Boby mengantarkannya ke kawasan Perumahan Sikapa untuk menjual rokok hasil curian kepada seorang perempuan bernama Des. Sekitar pukul 07.00 WIB, Des menyerahkan uang hasil penjualan rokok sebesar Rp400 ribu kepada pelaku. Uang tersebut kemudian digunakan untuk keperluan pribadi, termasuk bepergian ke daerah Solok. Seluruh hasil pencurian diakui telah habis digunakan.

Dalam pengembangan kasus, Tim I Klewang Satreskrim Polresta Padang mengamankan pelaku beserta barang bukti dan membawanya ke Mapolresta Padang. Barang bukti yang berhasil diamankan antara lain satu batang kaki scaffolding, satu batang besi las, 13 bungkus rokok Lucky Strike, sembilan bungkus rokok Marlboro Filter Black, 11 bungkus rokok Sampoerna isi 16, dan 12 bungkus rokok Sampoerna isi 12. Atas perbuatannya, pelaku dijerat Pasal 477 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP juncto Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2012 tentang Sistem Peradilan Pidana Anak. Pihak kepolisian memastikan penanganan perkara dilakukan sesuai prosedur hukum yang berlaku bagi anak yang berhadapan dengan hukum.

Baca Juga :  Jaksa Agung Muda Intelijen, Hadiri Kegiatan Exit Meeting

Renovasi Total Stadion GOR Haji Agus Salim Padang, Ditargetkan Selesai dalam Setahun

Stadion GOR Haji Agus Salim, yang merupakan salah satu ikon olahraga kebanggaan Kota Padang, dipastikan akan menjalani renovasi total pada tahun 2026. Proyek pembenahan stadion ini akan dikerjakan oleh Kementerian Pekerjaan Umum (PU) Republik Indonesia. Kepastian ini disampaikan saat Menteri PU RI Dody Hanggodo meninjau langsung kondisi stadion bersama Wali Kota Padang Fadly Amran pada Jumat, 30 Januari 2026.

Penilaian dan Tahap Persiapan Renovasi

Dalam kunjungannya, Menteri PU menilai bahwa stadion yang memiliki nilai sejarah ini memerlukan pembaruan menyeluruh agar dapat sesuai dengan standar sarana olahraga modern. Dody Hanggodo mengungkapkan bahwa proses persiapan renovasi telah memasuki tahap akhir perancangan. Setelah finalisasi desain rampung, pekerjaan akan dilanjutkan dengan penyusunan Detail Engineering Design (DED) yang akan menjadi dasar pelaksanaan fisik di lapangan.

Target Pelaksanaan dan Durasi Proyek

Menteri PU menargetkan proses lelang pekerjaan dapat dilakukan paling lambat pada bulan April 2026, sehingga pengerjaan renovasi dapat segera dimulai. Durasi pekerjaan renovasi diproyeksikan berlangsung selama sekitar satu tahun. “Targetnya satu tahun, tapi kami optimistis pengerjaan bisa lebih cepat dari itu,” ujar Dody.

Fokus Renovasi dan Dukungan Pemerintah

Menurut Dody, GOR Haji Agus Salim memiliki nilai historis yang kuat dan menjadi simbol olahraga di Kota Padang. Oleh karena itu, renovasi tidak hanya akan menyasar bangunan utama stadion, tetapi juga mencakup penataan kawasan pendukung di sekitarnya. Ia menekankan pentingnya pembenahan sistem drainase dan akses jalan menuju stadion untuk mencegah persoalan baru seperti genangan air atau banjir saat musim hujan. Sistem drainase diharapkan dapat terintegrasi dengan aliran sungai di sekitar kawasan stadion.

Sementara itu, Wali Kota Padang Fadly Amran menyatakan kesiapan Pemerintah Kota Padang untuk mendukung penuh rencana renovasi ini. Ia menegaskan bahwa Pemko Padang akan bersinergi dengan pemerintah pusat dan pemerintah provinsi agar proyek berjalan lancar sesuai jadwal. Fadly berharap, setelah direnovasi, Stadion GOR Haji Agus Salim dapat menjadi fasilitas olahraga yang lebih representatif dan mampu menunjang peningkatan prestasi atlet serta pembinaan olahraga di Kota Padang.

Dampak Renovasi bagi Semen Padang FC

Di sisi lain, Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Andre Rosiade menyampaikan bahwa selama proses renovasi berlangsung, klub kebanggaan Ranah Minang, Semen Padang FC, diperkirakan tidak dapat menggunakan stadion tersebut untuk sementara waktu. Ia menyebutkan bahwa selama kurang lebih satu musim kompetisi, Semen Padang FC akan berkandang di luar Kota Padang, termasuk kemungkinan menggunakan stadion di Jakarta. Menurut Andre, renovasi GOR Haji Agus Salim merupakan bentuk perhatian pemerintah pusat terhadap pengembangan infrastruktur olahraga di Sumatera Barat, yang juga merupakan bentuk kepedulian Presiden Prabowo Subianto untuk Sumatera Barat.