Penampilan Tissa Biani sebagai Nirmala dalam film adaptasi live-action Oki dan Nirmala menjadi sorotan pengguna media sosial setelah foto perdana kostum dan riasannya dibagikan akun komunitas. Unggahan itu memicu perbandingan antara sosok Nirmala yang diperankan Tissa dengan karakter Glinda, penyihir baik dalam film Wicked, yang kemudian berkembang menjadi perdebatan daring.
Perbincangan bermula dari sebuah unggahan di platform X oleh akun Indonesian Pop Base yang menayangkan potret perdana pemeran utama. Dalam keterangan singkat yang menyertai foto, akun itu menulis: “First look at Tissa Biani as Nirmala in the upcoming live-action Oki & Nirmala movie.” Gambar tersebut menjadi titik awal reaksi cepat dari netizen yang mengikuti perkembangan perfilman lokal.
Salah satu komentar yang menarik perhatian menilai ada kemiripan mencolok antara Nirmala versi Tissa dan Glinda dari Wicked. Pengguna itu menulis, “Kebelet atau plagiat Wicked,” yang kemudian disorot dan dibagikan ulang oleh akun-akun lain, sehingga wacana soal inspirasi desain kostum dan tata rias menanjak di linimasa.
Respons lain di kolom komentar beragam: sebagian pembaca menyoroti elemen estetika seperti warna, gaya rambut, dan riasan yang dianggap mirip, sementara yang lain menilai perbandingan tersebut berlebihan mengingat perbedaan konteks cerita dan latar antara kedua karya. Diskusi ini memperlihatkan bagaimana satu potret promosi dapat memicu spekulasi mengenai sumber inspirasi kreatif di industri perfilman.
Oki dan Nirmala merupakan adaptasi live-action yang menempatkan Tissa Biani di peran Nirmala; potret perdana ini menjadi momen pertama publik melihat interpretasi visual karakter tersebut. Di sisi lain, Glinda dikenal luas sebagai penyihir baik dalam film Wicked, sehingga perbandingan semacam ini kerap muncul ketika desain karakter modern menampilkan elemen serupa dari karya populer internasional.
Perbincangan di media sosial ini menandai dinamika reaksi audiens terhadap materi promosi film sebelum perilisan resmi. Foto-foto pra-rilis sering kali menjadi bahan analisis dan perdebatan publik, baik soal kesetiaan adaptasi cerita maupun pilihan visual tim produksi. Hingga kini unggahan dan komentar-komentar tersebut tetap beredar di platform X, menyisakan pertanyaan tentang bagaimana tim kreatif akan menanggapi dan menjelaskan pilihan estetika yang dipilih untuk karakter Nirmala.
















