Presiden Prabowo Subianto resmi melantik Purbaya Yudhi Sadewa sebagai Menteri Keuangan menggantikan Sri Mulyani Indrawati dalam reshuffle kabinet pertamanya di Istana Negara, Senin (8/9/2025). Pergantian ini sekaligus menandai berakhirnya kepemimpinan Sri Mulyani sebagai Menkeu yang telah berlangsung hampir satu dekade sejak 2016.
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menyebutkan terdapat lima kementerian yang mengalami perubahan, yaitu Kementerian Koordinator Politik dan Keamanan, Kementerian Keuangan, Kementerian Perlindungan Pekerja Migran Indonesia, Kementerian Koperasi, serta Kementerian Pemuda dan Olahraga. Selain itu, pemerintah juga mengumumkan pembentukan Kementerian Haji dan Umrah yang baru.
Latar Belakang Pergantian Sri Mulyani
Keputusan mengganti Sri Mulyani tidak terlepas dari situasi politik dan sosial yang memanas. Pada akhir Agustus 2025, gelombang demonstrasi besar terjadi di Jakarta dengan tuntutan pembubaran DPR dan penolakan kenaikan tunjangan anggota dewan.
Kondisi semakin rumit setelah rumah Sri Mulyani di Bintaro, Jakarta Selatan, diserang dan dijarah massa pada Minggu dini hari (31/8/2025). Penjarahan berlangsung dua kali, yakni sekitar pukul 01.00 WIB dan 03.00 WIB, yang diduga terorganisir. Atas insiden tersebut, Sri Mulyani menyampaikan permintaan maaf kepada publik dan berjanji melakukan evaluasi.
Profil Purbaya Yudhi Sadewa
Purbaya Yudhi Sadewa lahir di Bogor pada 7 Juli 1964. Ia memiliki latar belakang akademik yang solid, lulus dari Institut Teknologi Bandung (ITB) jurusan Teknik Elektro, serta meraih gelar Master of Science dan Doktor di bidang Ekonomi dari Purdue University, Amerika Serikat.
Kariernya meliputi pengalaman di sektor swasta dan pemerintahan, mulai dari Schlumberger Overseas SA, Danareksa Research Institute, hingga menjabat sebagai Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) sejak 2020.
Dampak ke Pasar dan Tantangan ke Depan
Pengumuman reshuffle langsung memengaruhi pasar keuangan. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah 1,28% ke level 7.766 pada hari yang sama. Ekonom menilai pergantian Menteri Keuangan berpengaruh besar terhadap kepercayaan investor, terutama mengingat reputasi internasional Sri Mulyani.
Kini, Purbaya dihadapkan pada tugas berat menjaga stabilitas ekonomi, memulihkan kepercayaan pasar, dan mewujudkan target ambisius pemerintahan Prabowo dengan pertumbuhan ekonomi 8% dalam lima tahun mendatang. Pengalaman panjangnya di bidang keuangan diharapkan dapat menjadi modal untuk menjawab tantangan tersebut.

















