Berita

Prabowo Suruh Menteri Pakai Senjata Maung Pindad: Saya Tidak Peduli!

×

Prabowo Suruh Menteri Pakai Senjata Maung Pindad: Saya Tidak Peduli!

Sebarkan artikel ini

Presiden Prabowo Subianto Dorong Penggunaan Kendaraan Dalam Negeri

Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo, dalam pidatonya pada Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Jakarta, Senin (20/10), menyampaikan instruksi penting terkait penggunaan kendaraan produksi dalam negeri. Instruksi tersebut menunjukkan komitmen pemerintah untuk meningkatkan kemandirian industri nasional.

Mobil Maung sebagai Produk Dalam Negeri

Dalam pidatonya, Presiden menekankan bahwa seluruh jajaran Kabinet Merah Putih harus menggunakan mobil Maung yang diproduksi oleh PT Pindad (Persero). Ia menyatakan, “Sebentar lagi saudara-saudara harus pakai Maung semua. Saya enggak mau tahu.” Pernyataan ini disampaikan di hadapan para menteri dan pejabat tinggi negara, serta mendapat respons antusias dari peserta sidang.

Mobil Maung tidak hanya menjadi simbol kebanggaan nasional, tetapi juga merupakan bentuk dukungan bagi perkembangan industri pertahanan dan otomotif di Indonesia. Presiden menegaskan bahwa kendaraan lain masih bisa digunakan, tetapi hanya dalam kondisi tertentu seperti di luar jam dinas.

Fleksibilitas dalam Penggunaan Kendaraan

Meskipun instruksi utama adalah penggunaan mobil Maung, Presiden memberikan sedikit ruang bagi fleksibilitas. Ia berkata, “Ya, pada saat saya enggak panggil kau bolehlah kau pakai mobil itu,” ucapnya disambut tawa para peserta sidang. Hal ini menunjukkan bahwa pemerintah memahami kebutuhan sehari-hari para pejabat, tetapi tetap berkomitmen pada penggunaan produk lokal.

Baca Juga :  Kualifikasi Piala Dunia 2026: Swedia Pecat Pelatih Setelah Hasil Buruk Timnas

Rencana Produksi Massal Kendaraan Nasional

Selain mengarahkan penggunaan mobil Maung, Presiden juga menyampaikan rencana pemerintah untuk memproduksi mobil buatan Indonesia secara massal dalam waktu tiga tahun ke depan. Ia menjelaskan, “Saudara-saudara belum merupakan prestasi tapi sudah kita mulai rintis. Kita akan punya mobil buatan Indonesia dalam tiga tahun yang akan datang.”

Pemerintah telah menyiapkan alokasi dana dan lahan untuk pembangunan pabrik yang akan memproduksi kendaraan nasional. Menurut Presiden, tim pengembang saat ini sedang bekerja keras untuk menyiapkan segala kebutuhan teknis dan infrastruktur guna mewujudkan target tersebut.

Capaian Industri Pertahanan Indonesia

Selain mobil Maung, Presiden juga menyampaikan capaian industri pertahanan Indonesia yang telah berhasil memproduksi kendaraan taktis ringan Maung. Ia menyebut hal ini sebagai kebanggaan karena menunjukkan kemampuan anak bangsa dalam menghasilkan produk strategis.

Baca Juga :  Evaluasi PPKM Level 1 di Blitar, Luhut: Situasi COVID-19 Tetap Rendah dan Terkendali

“Jadi sekarang pejabat-pejabat kita, perwira-perwira kita bangga kita tidak pakai jip buatan negara lain. Kita pakai jip buatan Indonesia sendiri. Komandan pasukan kita, kalau naik kendaraan pimpin pasukan dia bangga, dia pakai jip buatan Indonesia,” pungkasnya.

Tantangan dan Peluang Masa Depan

Penggunaan mobil Maung sebagai kendaraan resmi pemerintah menandai langkah penting dalam upaya meningkatkan kemandirian ekonomi dan industri nasional. Meskipun ada tantangan dalam proses produksi dan distribusi, peluang untuk memperkuat sektor otomotif dan pertahanan Indonesia sangat besar.

Dengan dukungan penuh dari pemerintah, diharapkan mobil Maung dapat menjadi salah satu contoh sukses dalam pengembangan industri dalam negeri. Ini juga akan memberikan dampak positif bagi pengusaha lokal dan tenaga kerja di sektor manufaktur.