Berita

Presiden Prabowo: Indonesia Rugi Rp 8 Miliar Tahunan Akibat Judi Online

×

Presiden Prabowo: Indonesia Rugi Rp 8 Miliar Tahunan Akibat Judi Online

Sebarkan artikel ini

Presiden Prabowo: Indonesia Kehilangan US$ 8 Miliar Tahunan Akibat Judi Online

Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo, dalam sebuah kesempatan mengungkapkan bahwa negara ini kehilangan sekitar 8 miliar dolar Amerika Serikat setiap tahun akibat perjudian daring. Pernyataan ini disampaikan saat ia berbicara dalam sesi kedua APEC Economic Leaders’ Meeting (AELM) di Hwabaek International Convention Centre (HICO), Gyeongju, Republik Korea, pada Sabtu (1/11/2025).

“Diperkirakan Indonesia kehilangan sekitar 8 miliar dollar Amerika setiap tahun akibat aliran dana keluar yang disebabkan oleh perjudian daring,” ujar Prabowo dikutip dari tayangan YouTube Sekretariat Presiden, Sabtu.

Pentingnya Kerja Sama Internasional

Menurut Prabowo, kerja sama internasional menjadi kunci untuk menangani kejahatan lintas batas seperti penyelundupan, korupsi, perdagangan narkotika, dan perjudian daring yang merugikan ekonomi nasional. Ia menegaskan bahwa masalah ini tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah Indonesia, tetapi juga memerlukan kolaborasi global.

Baca Juga :  DPRD Kepulauan Meranti Gelar Rapat Paripurna Penyampaian LKPj Kepala Daerah Tahun Anggaran 2022

“Kami ingin berpartisipasi dalam semua inisiatif APEC yang bertujuan meningkatkan kapasitas di bidang teknologi dan pendidikan. Kami juga ingin memberdayakan usaha kecil serta memperkuat sistem kesehatan kami dalam menghadapi perubahan demografi,” ujarnya.

Komitmen Pemerintah untuk Mengatasi Kemiskinan dan Kelaparan

Selain itu, Presiden Prabowo menyatakan komitmennya untuk menuntaskan kemiskinan dan kelaparan dengan langkah-langkah cepat dan terukur. Ia menilai hal ini sebagai tugas paling mendesak dalam pembangunan nasional.

“Inilah sebabnya mengapa tugas paling mendesak bagi Indonesia dan hal yang terus kami sampaikan kepada para mitra ekonomi kami adalah untuk mengatasi kemiskinan dan kelaparan sesegera mungkin. Kami sedang memusatkan seluruh upaya untuk hal ini,” tutur Prabowo.

Peran Kecerdasan Buatan dalam Pembangunan

Untuk mempercepat proses tersebut, Kepala Negara ingin memanfaatkan kecerdasan buatan (AI). Menurutnya, dunia kini memasuki era baru yang ditandai oleh kemajuan teknologi tinggi. Dengan adanya AI, ia percaya dapat membantu menghadapi tantangan yang dibawa oleh perubahan demografi.

Baca Juga :  Usai banjir lumpur Tuntang, PT JTAB bangun drainase dan akan tanam kembali perbukitan

“Kita memahami bahwa kita harus menghadapi tantangan yang dibawa oleh perubahan demografi. Karena itu, kami percaya bahwa kami dapat memperoleh manfaat besar dari penggunaan kecerdasan buatan,” jelas Prabowo.

Hasil Nyata dari Penerapan Teknologi di Sektor Pertanian

Lebih lanjut, ia mengungkapkan bahwa Indonesia kini mulai memetik hasil nyata dari penerapan kecerdasan buatan di sektor pertanian. Menurut Presiden, teknologi modern memungkinkan peningkatan produktivitas pangan nasional hingga mencapai swasembada beras dan jagung.

“Hal ini telah memungkinkan kami mencapai swasembada dalam produksi beras dan jagung. Target awal kami adalah mencapai swasembada dalam empat tahun, tetapi dengan penggunaan teknologi tinggi, pertanian presisi, dan kecerdasan buatan kami telah berhasil meningkatkan produksi hingga mencapai tingkat tertinggi dalam sejarah Indonesia semenjak kemerdekaannya,” tambahnya.