

Diskominfo Batam – Pemerintah Kota (Pemko) Batam bersama Badan Pengusahaan (BP) Batam terus mempercepat penanganan banjir melalui pembangunan infrastruktur drainase, peningkatan kapasitas saluran, serta pemeliharaan dan normalisasi di sejumlah kawasan. Upaya ini menjadi bagian dari program prioritas Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, dan Wakil Wali Kota Batam, Li Claudia Chandra, untuk mengurangi risiko genangan dan menjaga kelancaran aktivitas masyarakat.
Sepanjang 2025, Pemko Batam merealisasikan penanganan banjir seluas 33,15 hektare dari target 99,22 hektare dalam Rencana Strategis (Renstra) Kota Batam 2025-2030. Capaian tersebut setara dengan sekitar 33,4 persen dari target yang ditetapkan.
Wali Kota Batam ex-officio Kepala BP Batam, Amsakar Achmad, menegaskan bahwa penanganan banjir menjadi salah satu prioritas pembangunan karena berdampak langsung terhadap aktivitas dan kenyamanan masyarakat.
“Penanganan banjir menjadi salah satu program prioritas utama kami karena berkaitan langsung dengan aktivitas dan kenyamanan masyarakat. Karena itu, pembangunan dan peningkatan infrastruktur drainase terus kita lakukan secara bertahap, dengan memperhatikan titik-titik rawan banjir serta kebutuhan penanganan di setiap wilayah,” ujar Amsakar.
Salah satu upaya yang dilakukan Pemko Batam ialah pembangunan sistem drainase di Simpang K-Square. Pada 2025, pembangunan Kolam Retensi 1 telah dilaksanakan. Pekerjaan kemudian dilanjutkan dengan pembangunan Kolam Retensi 2 dan 3 yang masih berproses pada 2026. Infrastruktur tersebut ditujukan untuk meningkatkan kapasitas sistem drainase dan mengurangi risiko genangan di kawasan itu.
Penanganan banjir juga dilakukan melalui pembangunan drainase di Jalan S. Parman, kawasan GMP Piayu, Jalan R. Suprapto di sekitar Perumahan Sawang Permai, serta kawasan Makam Pahlawan dan RS Graha Hermine. Sementara itu, penanganan banjir di kawasan Bengkong direncanakan secara menyeluruh pada tahun anggaran 2027.
Selain melalui program pemerintah kota, penanganan banjir diperkuat dengan sinergi bersama BP Batam. Berdasarkan rekapitulasi pembagian tanggung jawab penanganan per kecamatan, terdapat 167 titik banjir dan genangan. Dari jumlah tersebut, sebanyak 133 titik menjadi tanggung jawab DBMSDA Kota Batam, 33 titik menjadi tanggung jawab BP Batam, dan satu titik berada dalam kewenangan Balai Wilayah Sungai (BWS) di bawah Kementerian Pekerjaan Umum.
Secara terpisah, sejumlah pekerjaan yang ditangani BP Batam pada 2026 meliputi peningkatan saluran drainase antara Cendana dan KDA di kawasan Sei Beduk, peningkatan drainase di Tanjung Piayu, serta pembangunan saluran box culvert dalam pekerjaan peningkatan Jalan Gajah Mada, dari Landing Point Fly Over hingga Simpang Laluan Madani. Pekerjaan lainnya juga dilaksanakan atau direncanakan di sejumlah kawasan sesuai kebutuhan dan tahapan penanganan.
Melalui sinergi Pemko Batam dan BP Batam, penanganan banjir terus diarahkan berdasarkan kondisi lapangan, kewenangan masing-masing instansi, serta ketersediaan anggaran. Langkah tersebut meliputi pemetaan titik rawan, pembangunan infrastruktur drainase, serta pemeliharaan dan normalisasi saluran.
Upaya berkelanjutan ini diharapkan dapat mengurangi risiko genangan, meningkatkan fungsi drainase, dan meminimalkan gangguan terhadap aktivitas masyarakat di berbagai wilayah Kota Batam. (Humas Diskominfo Batam/Rizka)

















