Valentino Rossi Pamit dari FIA World Endurance Championship (WEC): Akhir Sebuah Era di Balap Ketahanan
Kabar mengejutkan datang dari dunia balap motor dan mobil, yang mengguncang para penggemar setia legenda MotoGP, Valentino Rossi. Setelah dua musim penuh yang penuh warna di ajang FIA World Endurance Championship (WEC), “The Doctor” dipastikan tidak akan melanjutkan kiprahnya di seri balap ketahanan bergengsi tersebut untuk musim ketiga. Keputusan ini menandai akhir dari babak penting dalam karier balap Rossi di arena roda empat, sebuah transisi yang telah ia jalani sejak gantung helm dari MotoGP pada tahun 2021.
BMW, tim yang selama ini menjadi partner Rossi di WEC, telah secara resmi mengkonfirmasi bahwa nama sang legenda tidak akan masuk dalam daftar pembalap LMGT3 mereka untuk musim mendatang. Keputusan ini, meskipun mengecewakan bagi banyak pihak, bukanlah sesuatu yang sepenuhnya tak terduga, mengingat spekulasi mengenai masa depan Rossi di WEC telah beredar cukup lama.
Perjalanan Rossi dari Sirkuit MotoGP ke Lintasan WEC
Valentino Rossi, seorang ikon yang telah menorehkan sembilan gelar juara dunia grand prix motor, membuat keputusan besar untuk beralih ke dunia balap mobil profesional pada tahun 2022. Keputusan ini disambut dengan antusiasme tinggi oleh para penggemarnya yang ingin terus melihat aksi idolanya di lintasan, meskipun di arena yang berbeda.
Langkah awalnya di dunia balap mobil adalah bergabung dengan tim WRT untuk berkompetisi di ajang GT World Challenge. Keberhasilannya di sana kemudian membuka pintu baginya untuk debut di FIA World Endurance Championship (WEC) pada tahun 2024. Bersama tim WRT yang berbasis di Belgia, Rossi dipercaya menjadi pembalap pabrikan untuk BMW, sebuah kolaborasi yang dinanti-nantikan.
Momen-momen Berkesan di WEC
Di musim debutnya di WEC, Rossi mengendarai mobil BMW bernomor punggung 46, nomor ikoniknya yang tak terpisahkan dari kariernya di MotoGP. Perjalanannya di WEC tidaklah mulus, namun penuh dengan momen-momen berharga. Ia berhasil meraih podium pertamanya di Imola, Italia, hanya dalam ajang WEC keduanya. Prestasi ini disusul dengan posisi ketiga di Fuji, Jepang, pada akhir musim 2024, menunjukkan bahwa Rossi memiliki potensi besar untuk bersaing di level tertinggi balap ketahanan.
Memasuki musim 2025, Rossi kembali menunjukkan konsistensinya. Ia berhasil finis di posisi kedua di Imola, sebuah pencapaian yang membanggakan. Meskipun demikian, kesempatan untuk meraih kemenangan perdana di seri tersebut harus tertunda akibat penalti dan kendala lain yang dihadapi tim.
Salah satu sorotan utama dalam kiprah Rossi di WEC adalah partisipasinya dalam ajang legendaris 24 Hours of Le Mans. Pada tahun ini, performa kualifikasi yang luar biasa dari mobil BMW No. 46 WRT berhasil membawa mereka meraih kemenangan di kelas LMGT3. Kemenangan ini menjadi bukti nyata bahwa Rossi dan timnya mampu menaklukkan salah satu balapan ketahanan paling ikonik di dunia.
Namun, takdir berkata lain. Masalah kelistrikan yang menimpa mobil mereka di tengah malam balapan Le Mans menyebabkan mobil menjadi tidak aman untuk dikendarai, dan akhirnya memaksa mereka untuk gagal finis. Ini adalah kali kedua berturut-turut Rossi mengalami nasib serupa di Le Mans. Meskipun demikian, semangat juang tim tetap membara, dan mereka berhasil finis di posisi kedua di COTA (Circuit of the Americas) beberapa bulan kemudian, kembali menunjukkan ketangguhan mereka.
Perubahan Susunan Pembalap dan Masa Depan yang Masih Misterius
Seiring berjalannya waktu, masa depan Rossi di WEC memang menjadi subjek spekulasi. Seiring dengan berakhirnya kontrak pabrikan BMW dengan Rossi yang seharusnya selesai pada akhir tahun 2025, muncul pertanyaan besar mengenai kelanjutan kiprahnya. Pihak WRT sendiri telah mengkonfirmasi bahwa Rossi tidak akan lagi menjadi bagian dari susunan pembalap WEC mereka di tahun depan.
Posisi mobil nomor 46 yang sebelumnya dikendarai Rossi akan digantikan oleh mobil nomor 69, yang akan dikemudikan oleh trio pembalap Anthony McIntosh, Dan Harper, dan Parker Thompson. Keputusan ini tentu menjadi pukulan bagi para penggemar yang berharap dapat melihat Rossi terus beraksi di WEC, apalagi Rossi sendiri sempat menyatakan keinginannya untuk naik ke kelas Hypercar WEC.
Meskipun demikian, masa depan Rossi di dunia balap masih menyisakan banyak misteri. Laporan-laporan awal mengindikasikan adanya kemungkinan kembalinya Rossi ke ajang GT World Challenge Europe. Di seri ini, Rossi telah mencatatkan tiga kemenangan sprint, menunjukkan bahwa ia masih memiliki kecepatan dan kemampuan untuk bersaing di level GT.
Meskipun mengurangi komitmen balapnya di tahun 2025, Rossi tidak sepenuhnya menghilang dari arena balap. Ia tetap berpartisipasi dalam beberapa ajang bergengsi seperti Bathurst 12 Hours dan 24 Hours of Spa. Di Bathurst 12 Hours, Rossi berhasil meraih podium, sebuah bukti bahwa semangat kompetitifnya masih membara. Menjelang akhir musim WEC 2025, Rossi turut berperan dalam kemenangan mobil nomor 46 di Indianapolis 8 Hours, sebuah ajang dalam Intercontinental GT Challenge, menunjukkan bahwa ia masih mampu memberikan kontribusi signifikan bagi timnya.
Kini, dengan kepergiannya dari WEC, dunia balap menanti langkah selanjutnya dari legenda MotoGP ini. Apakah ia akan kembali ke akar balap GT-nya, ataukah ada kejutan lain yang telah disiapkannya? Satu hal yang pasti, Valentino Rossi telah meninggalkan jejak yang tak terhapuskan di dunia balap, baik di sirkuit MotoGP maupun di lintasan balap ketahanan WEC.

















