Lokal

Salat Gaib Topoyo untuk Alm Salim S Mengga: Aksi Warga Sebelum Imbauan Pemprov

×

Salat Gaib Topoyo untuk Alm Salim S Mengga: Aksi Warga Sebelum Imbauan Pemprov

Sebarkan artikel ini

Masyarakat Sulawesi Barat Berduka: Salat Gaib dan Pengibaran Bendera Setengah Tiang sebagai Tanda Penghormatan

Sulawesi Barat berduka. Kepergian Mayjend (Purn) Salim S Mengga, Wakil Gubernur Sulawesi Barat, meninggalkan duka mendalam bagi masyarakat yang dipimpinnya. Berbagai bentuk penghormatan dan doa dipanjatkan untuk mengenang jasa dan sosok almarhum. Salah satu bentuk penghormatan yang dilakukan adalah pelaksanaan salat gaib secara berjamaah oleh masyarakat Topoyo, Mamuju Tengah, serta pengibaran bendera setengah tiang di berbagai instansi pemerintahan sebagai tanda berkabung resmi.

Salat Gaib: Doa dari Tanah Topoyo untuk Sang Tokoh Bangsa

Di Masjid Nurul Hidayah, Desa Topoyo, Kecamatan Topoyo, Kabupaten Mamuju Tengah, suasana khidmat menyelimuti ratusan jamaah yang berkumpul. Usai salat Dzuhur berjamaah, mereka secara serentak melaksanakan salat gaib sebagai bentuk simpati dan doa tulus untuk almarhum Mayjend (Purn) Salim S Mengga. Pelaksanaan salat gaib ini dilakukan sebagai wujud penghormatan dan duka cita yang mendalam atas berpulangnya salah satu tokoh besar Sulawesi Barat.

Nurdin, salah seorang pengurus Masjid Nurul Hidayah, menceritakan bahwa inisiatif salat gaib ini muncul secara spontan sebelum ada imbauan resmi. “Kemarin kami laksanakan,” ujar Nurdin dengan raut wajah yang masih diselimuti kesedihan. Ia menambahkan bahwa ratusan jamaah turut serta dalam salat gaib tersebut.

Bagi masyarakat Topoyo, almarhum Salim S Mengga bukan sekadar seorang pejabat, melainkan sosok pemimpin yang berpengaruh. Nurdin mengenang almarhum sebagai seorang pemimpin yang religius, berwibawa, jujur, tegas, dan sangat merakyat. “Semoga amal-amal beliau diterima di sisi Allah SWT, dosa-dosanya diampuni serta meninggal dalam keadaan Husnul Khatimah,” doa Nurdin penuh harap. Kepergian almarhum menjadi kehilangan besar bagi Sulawesi Barat, namun doa dan kenangan akan kebaikan beliau akan terus hidup di hati masyarakat.

Baca Juga :  Banjir Lumpuhkan Underpass Senen, Lalin Dialihkan

Bendera Setengah Tiang: Simbol Berkabung Resmi di Seluruh Sulawesi Barat

Sebagai bentuk penghormatan terakhir dan tanda berkabung resmi, bendera Merah Putih dikibarkan setengah tiang di berbagai lokasi strategis di Sulawesi Barat. Pengibaran ini dilakukan di Rumah Jabatan (Rujab) Wakil Gubernur Sulawesi Barat, kantor-kantor pemerintahan di lingkup Pemprov Sulbar, serta Rujab Wakil Ketua I DPRD Sulbar. Pemberlakuan ini berlangsung hingga tanggal 2 Februari 2026, menandai periode duka cita yang ditetapkan secara resmi.

Bendera setengah tiang terlihat jelas di Rujab Wakil Gubernur Sulawesi Barat, yang berlokasi di Jl. H. Abdul Malik Pettana Endeng, Kelurahan Rangas, Kecamatan Simboro, Kabupaten Mamuju. Pemandangan ini menjadi kontras dengan langit Mamuju yang mendung pada Minggu (1/2/2026), seolah mencerminkan suasana kehilangan yang dirasakan.

Gerakan perlahan kain Merah Putih yang tertiup angin seakan menjadi simbol kesedihan yang mendalam bagi seluruh masyarakat Sulawesi Barat. Pengibaran bendera setengah tiang ini merupakan instruksi langsung dari Sekretaris Daerah, sebagai bentuk penghormatan resmi atas wafatnya Wakil Gubernur.

Sahchrir, seorang petugas Satpol PP yang berjaga di lokasi Rujab Wagub, menjelaskan bahwa pengibaran bendera setengah tiang ini merupakan bentuk penghormatan resmi dan akan berlangsung hingga tanggal 2 Februari 2026. “Berdasarkan instruksi dari Sekretaris Daerah, pengibaran bendera setengah tiang ini merupakan bentuk penghormatan resmi dan akan berlangsung hingga 2 Februari 2026,” ujarnya.

Baca Juga :  Jadwal Kapal Pelni Tarakan-Larantuka Februari 2026

Meskipun jenazah almarhum direncanakan akan dimakamkan di Taman Makam Pahlawan (TMP) Kalibata, Jakarta Selatan, setelah disemayamkan di Cilandak, Jakarta Selatan, suasana duka tetap terasa kental di kediaman beliau di Mamuju. Halaman depan Rujab dipenuhi dengan deretan karangan bunga ucapan belasungkawa dari berbagai tokoh nasional, pejabat daerah, hingga perwakilan instansi swasta.

Tulisan “Turut Berduka Cita atas Wafatnya Mayjen TNI (Purn) Salim S. Mengga” menghiasi setiap sudut, membuktikan betapa luasnya pengaruh dan jaringan almarhum semasa hidupnya. Beberapa personel Satpol PP tampak berjaga dengan raut wajah tenang namun penuh duka. Mereka duduk di bawah tenda penjagaan, menjaga ketenangan di sekitar area rumah jabatan yang kini terasa sepi tanpa aktivitas kedinasan seperti biasanya.

Gedung Rujab, dengan ciri khas atap runcing tradisional Sulawesi Barat, kini seolah membisu, menjadi saksi bisu dedikasi dan pengabdian almarhum selama menjabat sebagai Wakil Gubernur, mendampingi Gubernur Suhardi Duka. Kepergian Mayjend (Purn) Salim S Mengga menjadi sebuah catatan sejarah yang tak terlupakan bagi Sulawesi Barat, meninggalkan warisan kepemimpinan dan pelayanan yang akan selalu dikenang.