Lokal

Sanggau Ledo Waspada Banjir Riam dan Kecamatan

×

Sanggau Ledo Waspada Banjir Riam dan Kecamatan

Sebarkan artikel ini

Kewaspadaan Banjir Mengintai Wisata Alam Bengkayang, Air Mulai Surut

Bengkayang – Upaya antisipasi banjir susulan di Kabupaten Bengkayang terus ditingkatkan oleh pihak kepolisian, khususnya di kawasan wisata alam yang sempat terdampak kenaikan debit air. Dua destinasi populer, Riam Panggar dan Riam Parangek, yang terletak di Dusun Segonde, Desa Pisak, Kecamatan Tujuh Belas, menjadi fokus utama perhatian.

Kapolsek Sanggau Ledo, AKP Harto Simanjuntak, menegaskan komitmen jajarannya untuk terus memantau kondisi riam-riak di wilayah hukumnya, termasuk di Sanggau Ledo dan 17 kecamatan lainnya. “Polsek Sanggau Ledo, tetap antisipasi riam-riam di Sanggau Ledo serta 17 Kecamatan yang ada,” ujar AKP Harto Simanjuntak pada Minggu, 11 Januari 2026.

Ia melaporkan bahwa kondisi terkini di dua lokasi wisata alam tersebut menunjukkan air telah surut dan aliran sungai kembali normal seperti sedia kala. Keadaan ini memberikan kelegaan setelah sempat terjadi kenaikan debit air yang cukup mengkhawatirkan.

Kronologi Kenaikan dan Penurunan Debit Air

Sebelumnya, Ketua Pengelola Riam Panggar, Thomas, menceritakan bahwa kenaikan debit air di riam mulai terasa signifikan sekitar pukul 23.00 WIB pada Jumat, 9 Januari 2026. Puncaknya terjadi pada pukul 04.00 WIB dini hari di hari yang sama. “Sudah berangsur surut,” ungkap Thomas, mengonfirmasi bahwa kondisi air kini berangsur-angsur kembali normal.

Baca Juga :  Longsor Lumpuhkan Trans Papua: Logistik Jayapura-Wamena Terhenti

Thomas juga menambahkan bahwa meskipun air sempat naik, kondisi kawasan wisata secara umum tetap aman terkendali dari ancaman luapan. “Lokasi wisata aman terkendali jauh dari debit air, walaupun airnya naik tinggi tapi tidak meluap. Buat sementara tidak ditutup karena pengunjung belum tentu datang dengan keadaan hujan,” jelasnya. Keputusan untuk tidak menutup sementara lokasi wisata diambil dengan pertimbangan bahwa potensi kedatangan pengunjung tetap ada, terlepas dari kondisi cuaca saat itu.

Himbauan Keselamatan dan Kerusakan Minimal

Pihak pengelola tidak hanya berfokus pada penanganan kondisi air, tetapi juga aktif memberikan himbauan keselamatan kepada masyarakat. Salah satu himbauan penting yang disampaikan adalah agar pengunjung tidak mendekati area air terjun jika kedalaman air telah mencapai 5 meter, terutama jika terdapat arus berputar yang dapat membahayakan.

Sementara itu, Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Riam Panggar, Anaton, turut mengonfirmasi bahwa kenaikan air juga mulai terjadi sekitar pukul 04.00 WIB dini hari pada Jumat kemarin. Beruntung, pada saat kondisi air mulai naik, tidak ada wisatawan yang berada di sekitaran Riam Panggar. Hal ini meminimalkan potensi insiden yang tidak diinginkan.

Kerusakan yang dilaporkan akibat kenaikan debit air tersebut tergolong minimal. Hanya beberapa spot foto yang dilaporkan hanyut terbawa arus. Namun, meskipun kondisi air kini telah membaik dan surut, pihak pengelola tetap memutuskan untuk membuka kembali tempat wisata. “Tetap dibuka, karena kondisi air sudah aman,” tutup Anaton, menegaskan kesiapan destinasi wisata untuk kembali menerima pengunjung.

Baca Juga :  Tito Karnavian Pacu Renovasi Sekolah Banjir Pidie Jaya

Upaya Pemulihan dan Potensi Wisata

Kenaikan debit air yang terjadi di Riam Panggar dan Riam Parangek menjadi pengingat penting akan dinamika alam yang perlu terus diwaspadai, terutama di daerah yang memiliki potensi bencana hidrometeorologi. Pihak kepolisian dan pengelola wisata telah menunjukkan respons cepat dan terkoordinasi dalam menghadapi situasi ini.

Langkah-langkah antisipasi yang dilakukan, seperti pemantauan rutin oleh Polsek Sanggau Ledo, diharapkan dapat mencegah terjadinya banjir susulan yang lebih parah. Selain itu, edukasi keselamatan bagi pengunjung menjadi elemen krusial untuk memastikan pengalaman wisata yang aman dan menyenangkan.

Meskipun sempat mengalami gangguan, daya tarik Riam Panggar dan Riam Parangek sebagai destinasi wisata alam di Bengkayang tetap utuh. Dengan kondisi yang kini telah kembali normal dan upaya pemulihan yang dilakukan, kedua riam ini siap kembali menyambut wisatawan dan menawarkan keindahan alamnya. Pengelola terus berupaya menjaga keseimbangan antara potensi wisata dan kelestarian lingkungan, seraya meningkatkan kesiapsiagaan terhadap potensi bencana alam.