Shuumatsu no Valkyrie Chapter 113: Tragedi Tak Terduga di Desa Gollnir
Para penggemar setia manga Shuumatsu no Valkyrie (Record of Ragnarok) akhirnya dapat bernapas lega. Setelah penantian yang cukup panjang, babak terbaru dari saga pertempuran epik antara dewa dan manusia ini telah hadir. Chapter 113 dijadwalkan rilis dan dapat diakses secara resmi pada akhir Desember 2025, memberikan kesempatan bagi para pembaca untuk kembali menyelami dunia yang penuh dengan aksi dan drama.
Sinopsis Mendalam Chapter 113: “Spiringing The Trap”
Chapter terbaru ini, yang bertajuk “Spiringing The Trap”, akan membawa kita pada sebuah kejadian yang sarat dengan kesedihan dan kehancuran. Kisah kali ini berfokus pada Velk, seorang karakter yang tindakannya, meskipun didasari niat baik, secara tidak sengaja memicu bencana besar yang menghancurkan desanya.
Kisah dimulai dengan gambaran yang menyentuh hati: Feldis, seorang tokoh penting di desa Gollnir, terbaring lemah di ranjang pesakitan. Kekuatannya telah terkuras habis, menandakan akhir dari masa baktinya. Di tengah kondisi yang memprihatinkan ini, Velk datang menjenguk, seperti biasa membawakan anggur sebagai tanda perhatian. Namun, pada kunjungan yang tampak rutin ini, Feldis memberikan hadiah terakhirnya kepada Velk, sebuah kalung bernama [Gungnir].
Artefak ini ternyata memiliki makna mendalam. Dibuat oleh Gollnir, kalung tersebut dirancang sebagai jimat pelindung dan pembawa keberuntungan, dengan harapan dapat menjaga Velk dari bahaya di masa depan. Namun, kelangsungan hidup desa Gollnir tidak hanya bergantung pada Gungnir. Desa ini juga dilindungi oleh artefak lain yang tak kalah penting, yaitu [Jotunspegl]. Jotunspegl adalah sebuah penghalang besar yang berfungsi dengan menyerap kekuatan hidup dari seseorang yang bertindak sebagai “sumber bahan bakarnya.”
Feldis, menyadari ajalnya semakin dekat, mewariskan seluruh mekanisme Jotunspegl beserta mantra untuk menghancurkannya kepada Saga, yang kelak akan menggantikannya sebagai kepala desa. Saga diharapkan dapat mengemban tanggung jawab besar ini.
Namun, tanpa sepengetahuan mereka, Velk diam-diam mengintip dari balik jendela dan mendengar seluruh percakapan penting tersebut. Mendengar bahwa Feldis harus mengorbankan nyawanya demi mempertahankan penghalang, Velk diliputi kesedihan dan keputusasaan yang mendalam. Ia tidak dapat menerima kenyataan bahwa orang yang dicintainya harus mati untuk melindungi desa.
Didorong oleh keputusasaan dan keinginan kuat untuk menyelamatkan Feldis, Velk membuat keputusan yang terburu-buru namun dilandasi niat tulus. Ia berargumen dalam hatinya bahwa jika dunia luar terbebas dari ancaman, maka Feldis tidak perlu lagi mengorbankan dirinya. Dengan keyakinan yang salah arah ini, Velk menggunakan mantra sementara untuk menghancurkan penghalang Jotunspegl dan kemudian diam-diam meninggalkan desa, tanpa menyadari konsekuensi mengerikan dari tindakannya.
Saat Velk melangkah keluar ke dunia luar untuk pertama kalinya, ia merasakan kebingungan dan kekaguman yang luar biasa. Dari apa yang ia pelajari, ia menyadari sebuah kebenaran yang mengejutkan: desa Gollnir sebenarnya menyamar sebagai batu raksasa, sebuah taktik untuk menghindari deteksi dari Dewa-Dewa Primordial. Ia juga mendapati bahwa Dewa-Dewa Primordial kini hanya menjadi legenda. Generasi Dewa Baru tidak memiliki ingatan tentang mereka, dan seluruh sejarah yang berkaitan dengan keberadaan mereka telah dihapus dari catatan.
Merasa lega dan gembira karena percaya bahwa Dewa-Dewa Primordial telah punah, Velk bergegas kembali ke desanya untuk membagikan kabar baik tersebut. Namun, kegembiraannya seketika sirna. Saat ia kembali, Velk dikejutkan oleh kenyataan pahit yang menghantamnya. Tindakannya menghancurkan penghalang ternyata membuka jalan bagi ancaman yang selama ini dihindari.
Kebenaran yang mengerikan terungkap: tiga Dewa Primordial Kuno ternyata masih hidup. Meskipun dalam kondisi sekarat dan dalam perjalanan menuju Niflheim, mereka berhasil menemukan Velk. Tindakan Velk yang tidak disengaja telah membuka penghalang, sebuah perumpamaan yang digambarkan sebagai “membawa harimau ke dalam rumah.”
Chapter ini berakhir dengan momen yang mencekam. Ketiga Dewa Primordial membungkuk, seolah meminta maaf kepada Velk, namun pada saat yang sama, mereka menyatakan bahwa seluruh penduduk Gollnir harus dimusnahkan. Tujuannya adalah untuk menghapus jejak sejarah yang tersisa, sebuah tindakan kejam yang tidak dapat dihindari. Tragedi yang menghancurkan desa kini berada di ambang pintu. Nasib desa Gollnir dan seluruh penduduknya tergantung pada seutas benang.
Bagaimana Kelanjutan Kisah Tragis Ini?
Para pembaca tentu penasaran bagaimana kelanjutan dari kisah yang penuh dengan ironi dan tragedi ini. Keputusan gegabah Velk yang dilandasi cinta dan keinginan untuk melindungi justru berujung pada bencana yang tak terbayangkan. Akankah ada harapan bagi desa Gollnir? Ataukah ini adalah akhir dari peradaban mereka yang tersembunyi?
Baca Manga Shuumatsu no Valkyrie Chapter 113 Secara Resmi
Bagi Anda yang ingin mengetahui kelanjutan cerita Shuumatsu no Valkyrie secara lengkap, seluruh manga dapat dibaca melalui situs resmi ragnarokmanga.com. Situs ini menyediakan akses legal dan resmi untuk menikmati setiap babak dari pertarungan epik ini.
Untuk chapter terbaru, yaitu chapter 113, Anda dapat mengaksesnya melalui tautan yang disediakan. Nikmati setiap detail cerita dan saksikan sendiri bagaimana nasib desa Gollnir terungkap.

















