Edukatif

Sinergi Akademik UT Majene & Dua SALUT: Merangkul Prajurit Kodim 1427 Pasangkayu

×

Sinergi Akademik UT Majene & Dua SALUT: Merangkul Prajurit Kodim 1427 Pasangkayu

Sebarkan artikel ini

Universitas Terbuka Majene Hadir di Kodim Pasangkayu: Membuka Akses Pendidikan Tinggi bagi Prajurit

Pasangkayu, Sulawesi Barat – Dalam upaya memberikan kesempatan emas bagi para garda terdepan penjaga kedaulatan negara untuk meraih jenjang pendidikan tinggi, jajaran Universitas Terbuka (UT) Majene telah menggelar serangkaian kegiatan sosialisasi dan promosi (Sosprom) yang difokuskan di Markas Komando Distrik Militer (Kodim) 1427 Pasangkayu. Acara yang berlangsung pada Selasa, 27 Januari 2026, ini dirancang khusus untuk menjembatani kesibukan tugas militer dengan aspirasi akademis para personel TNI.

Penyelenggaraan Sosprom ini menegaskan komitmen UT Majene untuk memastikan bahwa kesibukan dalam menjalankan tugas teritorial tidak lagi menjadi penghalang bagi para prajurit untuk menunda atau bahkan mengabaikan pendidikan formal. Melalui pendekatan yang inovatif, UT Majene berupaya mendekatkan fasilitas pendidikan tinggi langsung ke lingkungan kerja para prajurit, menjadikan kampus hadir di tengah markas.

Mendekatkan Kampus ke Markas: Fleksibilitas untuk Pendidikan Tanpa Batas

Acara yang berlangsung khidmat di Aula Kodim 1427 Pasangkayu ini dihadiri langsung oleh Direktur UT Majene, Devi Ayuni, S.E., M.Si. Dalam sambutannya, Devi Ayuni secara lugas memaparkan visi UT yang sejalan dengan kebutuhan dan karakter prajurit TNI. Ia menekankan bahwa disiplin dan kemampuan belajar mandiri yang melekat pada diri setiap prajurit merupakan fondasi yang sangat kuat untuk sukses dalam sistem pembelajaran jarak jauh yang ditawarkan oleh UT.

“Prajurit kami dikenal dengan kedisiplinannya, dan sistem belajar mandiri di UT sangat cocok dengan karakter tersebut. Kami membawa kampus ke markas agar Bapak-Bapak sekalian bisa meraih gelar sarjana tanpa harus meninggalkan kewajiban di lapangan,” ujar Devi Ayuni, menggarisbawahi esensi dari program ini. Pendekatan ini memungkinkan para prajurit untuk terus mengabdi pada negara sambil tetap mengembangkan diri secara akademis, menciptakan sinergi antara tugas dan pengembangan pribadi.

Baca Juga :  Mengapa Superflu Sulit Dilawan Imunitas? Ini Sebabnya

Dukungan Ganda: SALUT Vovasanggayu dan SALUT Pasangkayu sebagai Jembatan Layanan

Keunikan sosialisasi kali ini terletak pada pelibatan dua mitra strategis UT Majene secara bersamaan, yaitu Sentra Layanan Universitas Terbuka (SALUT) Vovasanggayu dan SALUT Pasangkayu. Kehadiran kedua SALUT ini menjadi kabar gembira dan angin segar bagi para personel Kodim 1427 Pasangkayu yang berkeinginan melanjutkan pendidikan.

Pengelola Pembelajaran UT Majene, Supardi Abas, S.Akun., memberikan penjelasan mendalam mengenai peran krusial kedua SALUT tersebut. Ia menegaskan bahwa keberadaan SALUT Vovasanggayu dan SALUT Pasangkayu akan mempermudah akses dan layanan pendidikan bagi seluruh personel Kodim 1427.

“Dengan adanya SALUT Vovasanggayu dan SALUT Pasangkayu, para prajurit kini memiliki tempat konsultasi yang dekat. Tidak perlu lagi menempuh perjalanan jauh ke Majene untuk urusan administrasi atau sekadar mengambil modul belajar,” jelas Supardi. Hal ini sangat signifikan mengingat mobilitas dan keterbatasan waktu yang sering dihadapi oleh para prajurit, terutama mereka yang bertugas di wilayah terpencil atau memiliki jadwal patroli yang padat. Keberadaan SALUT ini meminimalisir hambatan geografis dan administratif, menjadikan proses belajar lebih efisien dan efektif.

Inovasi Pendidikan: Solusi Fleksibel untuk Kebutuhan Prajurit

Sesi diskusi yang dibuka dalam rangkaian Sosprom ini disambut dengan antusiasme tinggi oleh para prajurit. Berbagai pertanyaan dilontarkan, terutama mengenai skema perkuliahan yang tidak mengharuskan kehadiran tatap muka secara rutin di kelas konvensional. Fleksibilitas inilah yang menjadi daya tarik utama bagi para prajurit, khususnya bagi mereka yang berperan sebagai Bintara Pembina Desa (Babinsa).

Baca Juga :  Cap Go Meh: Sejarah dan Ragam Perayaan

Tugas Babinsa seringkali menuntut mereka untuk selalu berada di tengah masyarakat dan sigap merespons berbagai situasi di desa binaan. Dengan sistem pembelajaran UT yang berbasis jarak jauh dan fleksibel, para Babinsa dapat mengatur waktu belajar mereka sendiri, menyesuaikannya dengan jadwal tugas harian dan mingguan. Hal ini memungkinkan mereka untuk tetap menjalankan fungsi pembinaan dan pengayoman masyarakat secara optimal tanpa mengorbankan kesempatan untuk meningkatkan kualitas diri melalui pendidikan formal.

Berbagai program studi unggulan yang ditawarkan oleh UT Majene turut dipaparkan secara mendalam. Mulai dari jenjang Sarjana Ilmu Hukum yang sangat relevan dengan tugas-tugas penegakan hukum, hingga program studi Manajemen yang dapat membekali para prajurit dengan keterampilan manajerial untuk pengembangan karir di masa depan. Keunggulan lain yang ditonjolkan adalah biaya pendidikan yang sangat terjangkau, di mana para mahasiswa tidak dibebani uang pangkal, menjadikan pendidikan tinggi semakin inklusif dan dapat diakses oleh semua kalangan.

Kegiatan sosialisasi dan promosi ini diakhiri dengan penandatanganan komitmen bersama. Komitmen ini mencakup upaya konkret untuk terus mendorong peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM) di lingkungan Kodim 1427 Pasangkayu melalui jalur pendidikan tinggi. Melalui kolaborasi sinergis antara UT Majene, SALUT Vovasanggayu, dan SALUT Pasangkayu, cita-cita untuk mengenyam pendidikan tinggi kini bukan lagi sekadar impian yang jauh, melainkan sebuah realitas yang dapat digapai dengan mudah di sela-sela kesibukan pengabdian kepada bangsa dan negara.