Alreinamedia.com-Natuna, , Di tengah gegap gempita perayaan Idul Adha 1446 H , kabar miris datang dari Kampong telok depeh Pulau Bunguran Besar Kecamatan Bunguran Selatan Kabupaten Natuna yang memiliki lebih kurang penduduk Sebanyak 38 KK, wilayah ini tak menyembelih satu pun hewan kurban dan yang lebih memilukan mereka juga tidak menerima distribusi daging kurban sama sekali.
“Tahun ini tidak ada hewan kurban di kampung kami dan sejak dulu pun tidak pernah ada bantuan daging kurban, baik dari pemerintah maupun kecamatan,” ungkap Mustahardi warga telok depeh Kecamatan Bunguran Selatan saat dikonfirmasi awak media, Minggu (8/6/25)
Menurut Mustahardi, kondisi ini bukan hal baru. Tahun demi tahun, kampung mereka seolah terlupakan dalam distribusi daging kurban, termasuk saat ada bantuan hewan kurban dari Presiden sekalipun.
Terpisah Kepala Dinas Pertanian Natuna Wan Zazali atau biasa disapa wan Ijal saat dikonfirmasi minggu (8/6/25) menyebutkan bahwa penentuan lokasi penyembelihan hewan kurban bantuan Presiden ditentukan langsung oleh Bupati.
“Kita pilih Masjid Ranai Darat karena wilayahnya besar dan penduduknya ramai. Itu juga sesuai arahan Presiden,” ujar Wan Zazali.
Ia juga menambahkan, dua ekor hewan kurban lain dari Pemprov Kepri disalurkan ke Sedanau Kecamatan Bunguran Barat dan itu pun ditentukan oleh pihak provinsi.
Ketika ditanya tentang wilayah lain seperti Telok Depeh yang tak mendapat bagian, ia menjawab “Mengenai distribusi daging kurban di luar lokasi yang ditentukan, itu bukan domain kami.”
Sikap ini menuai keprihatinan warga. pian salah satu warga kota ranai saat dikonfirmasi Minggu (8/6/25) menilai pemerintah daerah harus lebih adil, apalagi di tengah lesunya ekonomi Natuna saat ini.
“Kondisi ekonomi makin sulit. Kami harap pemerintah lebih peka. Masa saat Lebaran pun masih ada yang tak bisa menikmati daging kurban?”
Ia juga mendorong agar ke depan, regulasi distribusi daging kurban lebih menyentuh wilayah-wilayah kecil dan masyarakat rentan seperti di Telok Depeh.
Distribusi hewan kurban yang digembar-gemborkan berasal dari Presiden semestinya mengutamakan keadilan sosial dan menjangkau yang paling membutuhkan.
Namun fakta bahwa satu kampung penuh tidak mendapatkan sepotong daging pun, mencerminkan adanya ketimpangan dalam implementasi kebijakan di lapangan.
Apakah penduduk Telok Depeh kurang layak untuk merayakan Idul adha sebagaimana warga di pusat kota? (Arizki)

















