Yesus Membawa Terang di Tengah Kegelapan Galilea
Kisah yang tertuang dalam Injil Matius 4:12-17, yang dibacakan pada perayaan ekaristi Minggu 25 Januari 2026, mengisahkan perjalanan penting Yesus Kristus setelah penangkapan Yohanes Pembaptis. Peristiwa ini menandai pergeseran signifikan dalam pelayanan Yesus, di mana Ia meninggalkan Nazaret, tempat Ia dibesarkan, dan memilih untuk tinggal di Kapernaum, sebuah kota yang terletak di tepi Danau Galilea. Dari Kapernaum inilah, Yesus memulai pewartaan-Nya dengan seruan yang menggema: “Bertobatlah, sebab Kerajaan Surga sudah dekat.”
Kisah ini menyajikan beberapa poin pengajaran mendalam mengenai hikmat, keberanian, dan misi universal Injil.
1. Kebijaksanaan dalam Bergerak: Bukan Pengecut, Melainkan Strategi
Keputusan Yesus untuk menyingkir dari Nazaret ke Kapernaum setelah mendengar penangkapan Yohanes Pembaptis bukanlah tanda kepengecutan. Sebaliknya, tindakan ini menunjukkan kebijaksanaan ilahi yang luar biasa. Yohanes Pembaptis ditangkap karena keberaniannya menegur Raja Herodes yang hidup dalam dosa, sebuah misi yang mulia namun berakhir pada penahanan.
Yesus, menyadari situasi tersebut, tidak membiarkan misi pewartaan Injil terhenti. Dengan meninggalkan Nazaret, yang merupakan “zona nyaman”-Nya, Yesus memastikan bahwa kabar gembira tentang Kerajaan Surga terus disebarkan. Ia rela meninggalkan tempat yang akrab baginya demi membawa terang ke wilayah lain, memastikan kelangsungan misi penyelamatan yang telah diamanatkan-Nya. Ini adalah contoh nyata dari pengorbanan demi keberlangsungan Injil, sebuah prinsip yang relevan bagi setiap pengikut Kristus.
2. Kapernaum: Pelabuhan Terang di Wilayah Kegelapan
Kapernaum dipilih Yesus sebagai pusat pelayanan-Nya. Kota ini memiliki karakteristik unik yang menjadikannya lokasi strategis untuk penyebaran Injil. Terletak di tepi Danau Galilea, Kapernaum adalah pusat perdagangan yang ramai, dihuni oleh berbagai macam orang, baik Yahudi maupun non-Yahudi.
Nabi Yesaya dalam Kitab Yesaya (8:23-9:1) menggambarkan wilayah ini sebagai tempat di mana “bangsa-bangsa lain yang belum mengenal Allah” hidup dalam kegelapan. Mereka adalah “bangsa yang diam dalam kegelapan,” namun dinubuatkan akan melihat “terang yang besar.”
Dalam konteks inilah, Yesus hadir sebagai terang itu sendiri. Dengan kedatangan-Nya dan pewartaan-Nya di Kapernaum, nubuat kuno tersebut digenapi. Ia membawa terang ilahi untuk menerangi kegelapan spiritual yang meliputi kota tersebut. Seruan-Nya untuk bertobat menjadi pembuka jalan bagi keselamatan, sebuah pesan yang tidak hanya ditujukan kepada kaum Yahudi, tetapi juga kepada bangsa-bangsa lain yang belum mengenal Allah. Ini menegaskan sifat universal dari kasih dan keselamatan yang ditawarkan oleh Kerajaan Surga.
3. Makna “Bertobatlah, Sebab Kerajaan Surga Sudah Dekat”
Seruan Yesus yang berulang kali terdengar, “Bertobatlah, sebab Kerajaan Surga sudah dekat,” mengandung makna yang mendalam dan relevan bagi setiap zaman.
Kerajaan Surga: Istilah “Kerajaan Surga” dalam ajaran Yesus tidak merujuk pada sebuah wilayah geografis atau bentuk pemerintahan duniawi. Sebaliknya, ia menggambarkan sebuah realitas spiritual di mana Allah adalah satu-satunya pusat penyembahan dan kedaulatan dalam kehidupan manusia. Ini adalah sebuah kondisi hati dan pikiran yang sepenuhnya tunduk pada kehendak ilahi.
Pertobatan (Metanoia): Kata Yunani untuk pertobatan adalah metanoia. Secara harfiah, metanoia berarti “perubahan pikiran” atau “berbalik arah.” Dalam konteks spiritual, pertobatan berarti meninggalkan segala bentuk dosa dan berpaling kepada jalan kebenaran yang sesuai dengan firman Tuhan.
- Lebih dari sekadar meninggalkan perbuatan buruk, metanoia juga mencakup perubahan mendasar dalam:
- Pemikiran: Mengubah cara berpikir dari yang egois dan duniawi menjadi yang berpusat pada Tuhan.
- Tindakan: Mengarahkan setiap perbuatan agar berkenan di hadapan Allah.
- Pandangan Hidup: Melihat dunia dan sesama melalui kacamata kasih dan kebenaran ilahi.
- Lebih dari sekadar meninggalkan perbuatan buruk, metanoia juga mencakup perubahan mendasar dalam:
Dengan demikian, seruan Yesus adalah undangan untuk sebuah transformasi total, sebuah pergeseran paradigma hidup yang membawa individu dari kegelapan dosa menuju terang kehidupan bersama Allah.
Menghidupi Terang Kristus di Masa Kini
Ajaran Yesus di Kapernaum memberikan inspirasi berharga bagi kita saat ini. Dengan mengimani Yesus Kristus, kita dipanggil untuk terus menggemakan semangat pemberitaan Kerajaan Surga. Ini berarti kita harus berani berkorban dan keluar dari zona nyaman kita untuk membawa terang Kristus kepada siapa pun dan di mana pun kita berada.
Sikap seperti inilah yang mencerminkan adaptabilitas dan keberanian untuk mengubah diri demi kepentingan Injil. Kita diajak untuk menjadi agen perubahan, membawa harapan, kasih, dan kebenaran Allah ke dalam dunia yang seringkali diliputi kegelapan. Dengan demikian, kita turut serta dalam penggenapan misi Kristus di sepanjang zaman.

















