Terminal Angkot Pasar Impres Namlea Berbenah: Akhiri Keluhan Genangan Air dan Lumpur
Kawasan Terminal Angkutan Kota (Angkot) di Pasar Impres, Kota Namlea, Kabupaten Buru, kini tengah menjalani proses perbaikan signifikan. Perbaikan ini merupakan respons atas keluhan panjang dari para pengguna jalan dan sopir angkot yang selama ini merasa terganggu oleh kondisi terminal yang memprihatinkan.
Pantauan di lapangan pada Sabtu, 13 Desember 2025, sekitar pukul 12.40 WIT, menunjukkan perubahan drastis. Area terminal yang sebelumnya identik dengan genangan air dan kubangan lumpur, kini telah dilapisi dengan cor beton yang diratakan dengan apik. Progres pengerjaan diperkirakan telah mencapai lebih dari 70 persen, menandakan bahwa revitalisasi terminal ini berjalan sesuai rencana.
Kontraktor pelaksana, Abu Bakar Ismail Tasikdjawa, menyatakan bahwa perbaikan ini memang sudah sangat mendesak. “Terminal ini memang sudah sangat harus diperbaiki karena sudah tidak layak lagi untuk mobil masuk,” ujarnya saat diwawancarai di lokasi proyek. Ia menambahkan bahwa pekerjaan dimulai sejak 2 Desember 2025.
Target Penyelesaian dan Kendala Pelaksanaan
Jika tidak ada kendala berarti, proyek perbaikan terminal ini ditargetkan selesai paling lambat pada 17 Desember 2025. “Kalau tidak ada halangan, estimasinya pekerjaan ini bisa selesai tanggal 17 paling lambat,” tutur Abu Bakar.
Namun, ia mengakui bahwa proses pengerjaan tidak luput dari tantangan. Faktor cuaca, khususnya musim hujan yang melanda bulan Desember, menjadi salah satu hambatan utama bagi para pekerja. “Ada beberapa faktor yang mempengaruhi, terutama cuaca. Di bulan Desember ini musim hujan dan itu menjadi hambatan bagi kami para pekerja,” jelasnya.
Pengalihan Operasional Selama Perbaikan
Selama masa perbaikan, seluruh operasional angkutan umum dialihkan sementara ke kawasan Pantai PMP. “Untuk sementara para angkutan mobil dipindahkan ke Pantai PMP untuk parkir dan mereka ke sini hanya untuk mengambil penumpang,” terang Abu Bakar. Pengalihan ini dilakukan untuk memastikan kelancaran lalu lintas dan kenyamanan penumpang, meskipun operasional belum sepenuhnya kembali normal.
Harapan Pasca-Perbaikan
Dengan rampungnya perbaikan terminal ini, Abu Bakar menyuarakan harapan besar agar kualitas layanan transportasi di Namlea dapat meningkat. “Dengan selesainya pekerjaan ini, semoga bisa lebih memuaskan pelayanan masyarakat, baik penumpang maupun sopir,” pungkasnya. Diharapkan terminal yang baru akan memberikan pengalaman yang lebih baik bagi semua pihak yang terlibat dalam aktivitas transportasi sehari-hari.
Sejarah Keluhan dan Kondisi Memprihatinkan
Sebelumnya, kondisi Terminal Pasar Impres Namlea memang kerap menjadi sorotan. Jalan masuk dan beberapa titik di dalam area terminal sering kali tergenang air dan berubah menjadi kubangan lumpur setiap kali hujan turun.
Pada Jumat, 10 Oktober 2025, sekitar pukul 14.00 WIT, pantauan di area terminal menunjukkan pemandangan yang kurang menyenangkan. Genangan air dan lumpur memenuhi sebagian besar area setelah diguyur hujan sejak pagi hari. Akibatnya, banyak mobil dan angkutan umum enggan melintasi area terminal. Sebagian besar pengemudi terpaksa memarkir kendaraan mereka di pinggir jalan utama karena khawatir terjebak dalam genangan air yang cukup dalam.
Sainal, seorang tukang ojek yang biasa mangkal di sekitar terminal, membenarkan bahwa kondisi ini telah berlangsung cukup lama. “Terminal ini karena tidak ada dasar semen, jadi becek kalau hujan. Apalagi kalau ban mobil lewat untuk parkir, tambah parah beceknya,” keluhnya. Kondisi ini tidak hanya mengganggu kenyamanan, tetapi juga berpotensi merusak kendaraan dan menghambat kelancaran aktivitas ekonomi.
Perbaikan yang sedang berlangsung diharapkan dapat menjadi solusi permanen atas masalah yang telah lama dikeluhkan ini. Dengan fondasi yang kuat dan permukaan yang rata, Terminal Pasar Impres Namlea diharapkan dapat kembali berfungsi optimal sebagai pusat aktivitas angkutan kota yang nyaman dan efisien.















