Lokal

Tito Karnavian Pacu Renovasi Sekolah Banjir Pidie Jaya

×

Tito Karnavian Pacu Renovasi Sekolah Banjir Pidie Jaya

Sebarkan artikel ini

Upaya Pemulihan Pendidikan Pasca-Banjir: Sekolah di Pidie Jaya Jadi Prioritas

Kondisi memprihatinkan masih menyelimuti Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 2 Meureudu, Kabupaten Pidie Jaya, Aceh. Lumpur tebal yang mengeras akibat banjir dahsyat pada akhir November 2025 lalu masih menumpuk di halaman dan ruang-ruang kelas, menghambat aktivitas belajar mengajar. Menanggapi situasi ini, Ketua Satuan Tugas (Kasatgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Sumatera, Muhammad Tito Karnavian, melakukan peninjauan langsung pada Rabu, 22 Januari 2026.

Dalam kunjungannya, Tito Karnavian memberikan instruksi tegas kepada Wakil Gubernur (Wagub) Aceh, Fadhlullah, beserta jajaran Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pidie Jaya. Tujuannya adalah untuk segera membersihkan tumpukan lumpur yang mengganggu lingkungan sekolah. Prioritas utama adalah agar proses pembelajaran para siswa dapat kembali berjalan normal secepatnya, tanpa tertunda lebih lama akibat dampak bencana.

Penanganan Kerusakan Sekolah: Data Rinci dan Prioritas Renovasi

Muhammad Tito Karnavian menekankan bahwa proses pendidikan siswa tidak boleh terganggu dalam jangka waktu yang panjang. Oleh karena itu, ia meminta Pemerintah Provinsi (Pemprov) Aceh dan Pemkab Pidie Jaya untuk segera mengumpulkan dan menyampaikan data rinci mengenai sekolah-sekolah yang mengalami kerusakan berat. Data ini akan menjadi dasar pengajuan renovasi mendesak.

Baca Juga :  Golkar Ende: Parkir Liar, Setoran Hilang

Selanjutnya, data tersebut akan diserahkan kepada Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti, untuk diproses lebih lanjut. Tito Karnavian secara spesifik menegaskan bahwa renovasi SMA Negeri 2 Meureudu harus menjadi prioritas utama. Ia menyampaikan ketidaksetujuannya jika para siswa terpaksa terus-menerus belajar di tenda darurat atau di dalam ruang kelas yang kondisinya tidak layak.

Meskipun meminta para siswa untuk bersabar, Tito Karnavian memberikan jaminan bahwa proses perbaikan gedung sekolah akan segera direalisasikan. Ia menyatakan, “Ini (SMA Negeri 2 Meureudu) menjadi prioritas. Karena itu, saya meminta data dari TK, SD, SMP, hingga SMA, berikut lokasi sekolah-sekolah tersebut.” Pernyataan ini disampaikan dalam rilis pers yang diterima pada Kamis, 22 Januari 2026, menegaskan komitmen pemerintah dalam memulihkan fasilitas pendidikan.

Tindak Lanjut Pemerintah Daerah dan Kehadiran Pejabat

Menindaklanjuti arahan tersebut, Bupati Pidie Jaya, Sibral Malasyi, melaporkan bahwa pihaknya telah berupaya mengumpulkan dan menyerahkan data sekolah yang mengalami kerusakan akibat banjir kepada Pemprov Aceh. Langkah ini menunjukkan respons cepat dari pemerintah daerah dalam berkoordinasi untuk penanganan bencana.

Baca Juga :  Wamensos: Sekolah Rakyat Unggul, Jauh Melampaui Standar Reguler

Kunjungan Kasatgas Tito Karnavian ke Pidie Jaya merupakan bagian integral dari rangkaian agenda yang lebih luas. Agenda ini mencakup peninjauan progres rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana di wilayah Aceh secara keseluruhan. Kehadiran para pejabat tinggi dalam kegiatan ini menunjukkan keseriusan dan perhatian pemerintah pusat serta daerah dalam menangani dampak bencana.

Dalam kegiatan peninjauan tersebut, sejumlah pejabat penting turut hadir mendampingi Tito Karnavian. Mereka antara lain:
* Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Suharyanto.
* Direktur Jenderal (Dirjen) Bina Administrasi Kewilayahan (Adwil) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Safrizal ZA.
* Wakil Gubernur (Wagub) Aceh, Fadhlullah.
* Bupati Pidie Jaya, Sibral Malasyi.
* Wakil Bupati (Wabup) Pidie Jaya, Hasan Basri.

Kehadiran para pemangku kepentingan ini diharapkan dapat mempercepat koordinasi dan implementasi program pemulihan, khususnya dalam mengembalikan fungsi sarana pendidikan agar anak-anak didik dapat kembali menimba ilmu dalam lingkungan yang aman dan kondusif. Pemulihan sekolah bukan hanya sekadar membangun kembali fisik, tetapi juga mengembalikan harapan dan masa depan generasi penerus.