Batam, 10 November 2025 – Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat (TNI AD) mengonfirmasi rencana keterlibatannya dalam upaya penyediaan bahan baku untuk Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Dukungan ini mencakup pengelolaan peternakan ayam petelur dan pemanfaatan lahan untuk tanaman pangan.
Namun, Kepala Dinas Penerangan Angkatan Darat, Kolonel Inf Donny Pramono, menyatakan bahwa rencana tersebut masih berada pada tahap ide dan konsep dasar yang akan terus dievaluasi.
Kolaborasi TNI AD dalam Program Pangan Didasari Tugas OMSP
Kolonel Donny Pramono menjelaskan bahwa partisipasi TNI AD dalam program pemerintah selalu didasarkan pada tugas Operasi Militer Selain Perang (OMSP).
“Partisipasi TNI AD dalam program pemerintah selalu didasarkan pada tugas OMSP, yaitu membantu pemerintah dalam menangani berbagai permasalahan bangsa, termasuk upaya mencapai kedaulatan pangan,” ujar Donny kepada Tempo, Minggu (9/11/2025).
Ia menegaskan, rencana penggunaan prajurit untuk mengelola peternakan dan lahan pangan guna memenuhi kebutuhan bahan baku MBG masih berupa konsep umum. TNI AD berkomitmen bekerja sama untuk mempercepat pelaksanaan program nasional ini dan menjaga ketersediaan serta kestabilan pangan di daerah. Bentuk dukungan yang diberikan akan disesuaikan dengan wewenang dan tugas satuan darat.
Dukungan TNI AD Wujudkan Ketersediaan Pasokan MBG
Pengembangan peran TNI AD dalam produksi pangan sebelumnya telah dibahas dalam rapat pertama Pelaksana Harian Tim Koordinasi Penyelenggaraan Program MBG di Kementerian Koordinator Pangan, Jumat (7/11/2025).
Instruksi KSAD untuk Kodim di Seluruh Indonesia
Ketua Harian Tim Koordinasi MBG, Nanik Sudaryati Deyang, mengungkapkan adanya instruksi langsung dari pimpinan TNI AD untuk mendukung program ini secara nyata di lapangan.
“Kepala Staf TNI AD Jenderal Maruli Simanjuntak telah mengintruksikan kodim-kodim di seluruh Indonesia untuk beternak ayam petelur serta memanfaatkan lahan milik TNI AD untuk menanam tanaman pangan, sayuran, dan buah-buahan,” kata Nanik dalam pernyataan resmi Badan Gizi Nasional, 8 November 2025.
Menurut Nanik, partisipasi TNI AD sangat krusial mengingat skala besar Program MBG yang berpotensi meningkatkan permintaan bahan pangan. Saat ini, program tersebut melayani sekitar 40 juta penerima manfaat melalui 14.299 unit layanan pemenuhan gizi (SPPG).
Satuan Pembinaan Teritorial sebagai Ujung Tombak
Kolonel Donny Pramono menambahkan bahwa TNI AD telah lebih dahulu membangun satuan pembinaan teritorial yang mampu menghasilkan pangan. Ini termasuk Kompi Produksi pada tingkat Komando Distrik Militer (Kodim) yang memiliki kemampuan di bidang pertanian, perikanan, peternakan, hingga konstruksi.
Pengembangan Batalyon Teritorial Pembangunan (YTP) juga sedang dilakukan dengan tujuan spesifik untuk membantu pemerintah daerah dalam mendukung kemandirian pangan dan pembangunan wilayah.















