Daerah

Tol Geta Telan 37 Desa Garut

×

Tol Geta Telan 37 Desa Garut

Sebarkan artikel ini

Jalan Tol Gedebage–Tasikmalaya (Tol Geta): Proyek Strategis Nasional yang Akan Melintasi 37 Desa di Garut

Pembangunan infrastruktur jalan tol terus menjadi prioritas pemerintah untuk meningkatkan konektivitas dan mendorong pertumbuhan ekonomi di berbagai daerah. Salah satu proyek ambisius yang sedang dalam tahap persiapan adalah Jalan Tol Gedebage–Tasikmalaya, atau yang akrab disapa Tol Geta. Proyek yang masuk dalam kategori Proyek Strategis Nasional (PSN) ini diproyeksikan akan mengubah lanskap Kabupaten Garut, melintasi 37 desa yang tersebar di tujuh kecamatan.

Pemerintah melalui Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) terus mendorong percepatan proses lelang untuk sejumlah proyek jalan tol, termasuk Tol Geta. Peserta lelang diharapkan untuk memantau informasi terkini melalui kanal resmi BPJT, mengingat proses registrasi akan segera dibuka.

Perkiraan Investasi dan Progres Pembangunan

Direktur Jenderal Pembiayaan Infrastruktur Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Rachman Arief, dalam sebuah rapat bersama Komisi V DPR RI di Senayan, Jakarta, memaparkan bahwa nilai investasi untuk Tol Geta bersama dengan 18 proyek jalan tol lainnya diperkirakan mencapai angka fantastis, yaitu Rp 408,68 triliun.

“Untuk kegiatan tahap penyiapan 19 proyek tol KPBU dialokasi sebesar Rp 23,33 miliar dan estimasi biaya investasi sebesar Rp 408,68 triliun,” jelas Rachman Arief.

Proyek Tol Geta sendiri telah digaungkan pemerintah sejak beberapa tahun lalu dan telah melalui beberapa kali proses lelang. Meskipun demikian, proyek ini terus menunjukkan progres, terutama dalam tahap pembebasan lahan. Rapat yang diadakan memberikan pembaruan signifikan mengenai tahapan lelang yang kembali dibuka setelah dua kali pelaksanaan sebelumnya belum menemukan pemenang.

Baca Juga :  Komandan Lanal Ranai, Pimpin Upacara Penyerahan Jabatan Komandan Kapal Perang

Daftar Desa dan Kecamatan di Garut yang Akan Dilalui Tol Geta

Pembangunan Tol Geta akan berdampak langsung pada sejumlah wilayah di Kabupaten Garut. Sebanyak 37 desa yang tersebar di tujuh kecamatan dipastikan akan dilalui oleh trase tol ini. Berikut adalah rincian lengkapnya:

  • Kecamatan Kadungora

    • Desa Hegarsari
    • Desa Talagasari
    • Desa Mandalasari
    • Desa Karangmulya
    • Desa Karangtengah
  • Kecamatan Leuwigoong

    • Desa Margacinta
  • Kecamatan Garut Kota

    • Kelurahan Sukanegla
    • Kelurahan Cimuncang
    • Kelurahan Kota Kulon
    • Kelurahan Margawati
  • Kecamatan Leles

    • Desa Kandangmukti
    • Desa Leles
    • Desa Cangkuang
    • Desa Margaluyu
    • Desa Sukarame
  • Kecamatan Karangpawitan

    • Desa Mekarsari
    • Kelurahan Lengkongjaya
    • Desa Jatisari
    • Kelurahan Karangmulya
    • Desa Suci
    • Kelurahan Lebakjaya
    • Desa Tanjungsari
    • Desa Lebak Agung
  • Kecamatan Banyuresmi

    • Desa Sukakarya
    • Desa Sukalaksana
    • Desa Sukamukti
    • Desa Sukaratu
    • Desa Pamekarsari
    • Desa Sukasenang
  • Kecamatan Cilawu

    • Desa Ngamplangsari
    • Desa Ngamplang
    • Desa Pasanggrahan
    • Desa Cilawu
    • Desa Karyamekar
    • Desa Dayeuhmanggung
    • Desa Sukatani
    • Desa Sukamaju

Profil dan Target Penyelesaian Tol Geta

Tol Geta telah resmi ditetapkan sebagai Proyek Strategis Nasional (PSN) berdasarkan Peraturan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Nomor 21 Tahun 2022. Target penyelesaian untuk segmen Gedebage–Tasikmalaya adalah pada tahun 2024.

Dengan total panjang mencapai 206,65 kilometer, Tol Geta akan membentang sepanjang 171,40 kilometer di wilayah Jawa Barat dan 35,25 kilometer di Jawa Tengah. Jika terealisasi sesuai rencana, Tol Geta akan memecahkan rekor sebagai jalan tol terpanjang di Indonesia, melampaui Jalan Tol Terbanggi Besar–Pematang Panggang–Kayu Agung (Terpeka) yang memiliki panjang 189 kilometer.

Baca Juga :  Sah, Imelda Anin Pimpin GM Kopdit Swasti Sari

Trase Tol Geta sendiri akan dibagi menjadi dua seksi utama:

  • Seksi 1: Junction Gedebage–Garut Utara dengan panjang 45,20 kilometer.
  • Seksi 2: Garut Utara–Tasikmalaya dengan panjang 50,32 kilometer.

Daftar 19 Proyek Tol KPBU yang Akan Dilelang pada 2026

Selain Tol Geta, BPJT berencana untuk segera melelang 19 proyek jalan tol pada tahun mendatang. Proyek-proyek ini terbagi dalam tiga kategori, yaitu proyek prakarsa pemerintah (solicited), proyek non-prakarsa pemerintah (unsolicited), dan proyek penugasan pemerintah.

Berikut adalah rincian dari 19 proyek tol yang akan dilelang pada tahun 2026:

1. Proyek Prakarsa Pemerintah (Solicited)

  • Tol Bandung Intra Urban (BIUTR)
  • Tol Pejagan-Cilacap
  • Tol Tuban-Babat-Lamongan-Gresik
  • Tol Malang-Kepanjen
  • Tol Gedebage-Tasikmalaya (Geta)
  • Tol Gilimanuk-Mengwi
  • Tol Bandara Supadio-Pelabuhan Kijing

2. Proyek Non-Prakarsa Pemerintah (Unsolicited)

  • Tol Pluit-Bandara Soekarno Hatta (Tol Tomang-Pluit-Bandara Elevated)
  • Tol Cikunir-Karawaci Elevated
  • Tol Semanan-Balaraja
  • Tol Pelabuhan (Harbour Toll) Semarang
  • Tol Bitung-Serpong
  • Tol Caringin-Cisarua (Tol Puncak)
  • Tol Akses Patimban Extend

3. Proyek Penugasan Pemerintah

  • Tol Rantau Prapat-Kisaran
  • Tol Dumai-Simpang Sigandai-Rantau Prapat
  • Tol Pelabuhan Panjang-Lematang
  • Tol Rengat-JC Pekanbaru
  • Tol Jambi-Rengat

Keberadaan proyek-proyek jalan tol ini diharapkan dapat mempermudah mobilitas masyarakat, mempercepat distribusi barang dan jasa, serta membuka peluang investasi baru yang pada akhirnya akan berkontribusi pada kemajuan ekonomi nasional.