Berita Utama

Prabowo Bertemu Rektor: Abdunnur Ungkap Isi Pertemuan

×

Prabowo Bertemu Rektor: Abdunnur Ungkap Isi Pertemuan

Sebarkan artikel ini

Perguruan Tinggi sebagai Pilar Kedaulatan Nasional: Arahan Presiden Prabowo untuk Riset dan Inovasi

Perguruan tinggi memegang peranan krusial dalam menjaga dan memperkuat kedaulatan bangsa, tidak hanya dalam aspek pertahanan, tetapi juga kedaulatan ekonomi dan pangan. Hal ini ditegaskan oleh Presiden Prabowo dalam sebuah pertemuan strategis bersama para pimpinan perguruan tinggi se-Indonesia di Istana Negara, Jakarta. Presiden menekankan pentingnya riset, inovasi, dan hilirisasi industri sebagai motor penggerak kemajuan bangsa.

Dalam dialog yang berlangsung tertutup pada Kamis, 15 Januari 2026, Presiden Prabowo menggarisbawahi bahwa institusi pendidikan tinggi harus menjadi garda terdepan dalam menghasilkan solusi konkret bagi permasalahan bangsa. Ribuan pimpinan perguruan tinggi, baik negeri maupun swasta, hadir mendengarkan langsung arahan presiden.

Fokus Utama Riset dan Inovasi Perguruan Tinggi

Presiden Prabowo mengidentifikasi beberapa area strategis di mana kontribusi perguruan tinggi sangat diharapkan:

  • Hilirisasi Industri: Mendorong agar hasil riset tidak hanya berhenti pada teori, tetapi dapat diimplementasikan dalam bentuk produk dan teknologi yang memiliki nilai tambah ekonomi. Ini penting untuk mengurangi ketergantungan pada produk impor dan menciptakan lapangan kerja.
  • Ketahanan Nasional: Riset yang berfokus pada pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat, seperti pangan, energi, dan kesehatan, sangat vital untuk menjaga stabilitas dan kemandirian bangsa.
  • Kedaulatan Pangan: Mengembangkan inovasi di sektor pertanian dan peternakan yang dapat meningkatkan produktivitas, ketahanan pangan, dan kesejahteraan petani.
Baca Juga :  Kunjungan Kerja ke Bandung, Wapres Tinjau Sentra Vaksinasi Wantannas

Presiden tidak ragu menyoroti tantangan besar yang dihadapi Indonesia, termasuk potensi kerugian negara dari sektor sumber daya alam yang belum terkelola secara optimal. Ia menyerukan agar para akademisi tidak hanya menjadi pengamat, melainkan aktor aktif dalam mencari solusi melalui penelitian dan pengembangan.

Peningkatan Anggaran Riset untuk Mendukung Pendidikan Tinggi

Menyadari pentingnya investasi dalam riset dan inovasi, pemerintah mengambil langkah konkret dengan meningkatkan anggaran yang dialokasikan untuk sektor pendidikan tinggi. Presiden Prabowo mengumumkan peningkatan pagu anggaran yang signifikan sebesar 50 persen.

  • Anggaran riset yang sebelumnya sebesar Rp8 triliun akan ditingkatkan menjadi Rp12 triliun.

    Peningkatan anggaran ini diharapkan dapat memacu produktivitas riset, memfasilitasi penelitian kolaboratif, dan mendukung pengembangan infrastruktur riset di berbagai perguruan tinggi. Dana ini akan diarahkan untuk mendukung berbagai program penelitian yang strategis dan relevan dengan kebutuhan pembangunan nasional.

Perwakilan Universitas Mulawarman dan Dukungan Pemerintah Daerah

Dalam pertemuan penting tersebut, Rektor Universitas Mulawarman (Unmul), Abdunnur, turut hadir dan menyampaikan pesan-pesan strategis dari presiden kepada institusinya. Kehadiran Abdunnur tidak sendirian, ia didampingi oleh para dekan dari fakultas-fakultas kunci, yaitu Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB), serta Dekan Fakultas Ilmu Budaya (FIB).

Kehadiran para dekan ini menjadi simbol kepercayaan pemerintah terhadap potensi kontribusi Universitas Mulawarman dan Provinsi Kalimantan Timur secara keseluruhan dalam pembangunan sumber daya manusia, tata kelola pendidikan yang baik, serta riset yang berbasis pada kebutuhan riil bangsa.

Abdunnur menyatakan kebanggaannya atas kesempatan yang diberikan kepada Unmul untuk berpartisipasi dalam dialog kenegaraan ini. Beliau berharap, arahan presiden dapat menjadi motivasi bagi seluruh civitas akademika Unmul untuk terus berkarya dan memberikan kontribusi terbaik bagi bangsa dan negara.

“Saya sebagai Rektor Unmul tentu berbangga diundang serta berkesempatan hadir dalam pertemuan bersama Bapak Presiden RI, didampingi Dekan FKIP, FEB, dan FIB Universitas Mulawarman. Ke depan, juga akan dilaksanakan kembali pertemuan Bapak Presiden RI dan pimpinan perguruan tinggi dalam waktu yang belum ditentukan,” ujar Abdunnur.

Pertemuan ini menjadi penanda komitmen bersama antara pemerintah dan dunia akademis untuk bersama-sama membangun Indonesia yang lebih kuat, mandiri, dan berdaulat melalui penguatan riset, inovasi, dan pengembangan sumber daya manusia.