Berita

Trump Serius Normalisasi Hubungan Indonesia-Israel, Manfaatkan Gencatan Senjata Gaza

×

Trump Serius Normalisasi Hubungan Indonesia-Israel, Manfaatkan Gencatan Senjata Gaza

Sebarkan artikel ini

Washington,

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump disebut sangat antusias dalam mempercepat normalisasi hubungan antara Indonesia dan Israel. Ia dianggap akan memanfaatkan situasi gencatan senjata di Gaza sebagai langkah awal untuk mendorong kedua negara tersebut mencapai kesepakatan perdamaian.

Dalam kunjungannya ke Asia pekan ini, Trump memberikan apresiasi kepada sekutu di kawasan, termasuk Indonesia, yang dinilai mendukung upaya mengakhiri konflik Israel-Hamas secara permanen. Bahkan, ia menyebut Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, atas bantuan yang diberikan dalam masalah Gaza.

“Saya ingin berterima kasih kepada Malaysia dan Brunei, serta rekan saya, Presiden Prabowo dari Indonesia atas dukungannya untuk memastikan hari yang baru di Timur Tengah,” ujar Trump dalam KTT ASEAN di Malaysia.

Indonesia, yang memiliki populasi Muslim terbesar di dunia, telah menjadi mitra penting bagi Trump. Ia ingin menjadikan perdamaian di Timur Tengah sebagai warisan penting dari masa kepresidenannya. Menurut laporan media AS, Associated Press, pada Sabtu (1/11/2025), pihak Gedung Putih percaya bahwa kesepakatan perdamaian di Gaza bisa membuka jalan bagi Indonesia dan Arab Saudi—ekonomi Arab terbesar dan tempat lahirnya Islam—untuk menormalisasikan hubungan dengan Israel.

Baca Juga :  SIM mati di libur Tahun Baru 2026, ini aturan perpanjangannya

Informasi tersebut didapatkan dari pejabat senior Pemerintah AS yang memberi pengarahan kepada wartawan dengan syarat anonim. Media tersebut juga melaporkan bahwa Prabowo telah menunjukkan keinginan untuk membangun hubungan dengan Trump dan memperluas pengaruh global Indonesia.

Pengamatan itu terlihat dari bagaimana Prabowo tertangkap kamera berbicara dengan Trump dalam sebuah pertemuan di Mesir, Oktober lalu. Saat itu, lewat mikrofon yang menyala, Prabowo bertanya tentang bisnis keluarga Trump. Ia juga meminta Trump mengatur pertemuan dengan putranya, Eric Trump, yang merupakan wakil presiden eksekutif Trump Organization. Eric saat ini sedang mengerjakan dua proyek real estate di Indonesia.

Namun, Indonesia, seperti halnya Arab Saudi, secara terbuka menyatakan tidak akan melakukan normalisasi hubungan dengan Israel sampai berdirinya negara Palestina. Meski begitu, Trump disebut memiliki strategi lain, yaitu keinginan Indonesia untuk bergabung dengan Organisasi Kerja Sama Ekonomi dan Pembangunan (OECD).

Baca Juga :  Pembalap Tim Rossi Dikabarkan Gantikan Bagnaia di MotoGP 2026, Ini Jawaban Ducati

Bagi Indonesia, dukungan Trump sangat penting untuk bisa bergabung dengan OECD. Pemerintah Indonesia melihat keanggotaan OECD sebagai peluang untuk meningkatkan profil internasional Indonesia, akses ke pasar baru, dan menarik investasi dari anggota organisasi lainnya.

Selain itu, keinginan Indonesia untuk bergabung dengan OECD juga bisa menjadi alat tawar dalam hubungan diplomatik dengan negara-negara Barat. Dengan dukungan Trump, proses peninjauan keanggotaan Indonesia di OECD bisa berjalan lebih cepat dan efektif.

Tidak hanya itu, hubungan antara Indonesia dan Israel juga bisa memengaruhi stabilitas regional. Normalisasi hubungan dapat memperkuat kerja sama ekonomi, teknologi, dan pendidikan antara kedua negara. Hal ini juga bisa memberikan dampak positif terhadap keamanan di kawasan, terutama dalam konteks perang di Gaza.

Dengan semua faktor tersebut, tampaknya Trump tidak hanya fokus pada isu Palestina, tetapi juga ingin memperluas pengaruhnya di kawasan Asia Pasifik melalui diplomasi yang lebih luas.