Mahasiswa Umuslim Siap Berdayakan Masyarakat Terdampak Banjir Bandang di Bireuen
Universitas Al Muslim (Umuslim) Peusangan, Bireuen, telah melangkah maju dengan mengirimkan 250 mahasiswanya untuk terlibat langsung dalam program pengabdian masyarakat. Fokus utama kegiatan ini adalah pemulihan dan pemberdayaan masyarakat di sejumlah gampong yang terdampak parah oleh banjir bandang di tiga kecamatan. Program ini, yang bertajuk “Mahasiswa Berdampak: Pemberdayaan Masyarakat dalam Pemulihan Dampak Bencana di Sumatera Tahun 2026,” resmi dilepas pada Rabu (28/1) dan akan berlangsung selama satu bulan penuh, dari 28 Januari hingga 28 Februari 2026.
Rektor Umuslim, Dr. Marwan, M.Pd., menjelaskan bahwa ratusan mahasiswa ini akan ditempatkan di beberapa lokasi strategis. Di Kecamatan Peusangan Siblah Krueng, mereka akan beraktivitas di Gampong Pante Baro Gle Siblah. Sementara itu, Kecamatan Peusangan akan menjadi lokasi kegiatan di Desa Tanjong Nie dan Pante Lhong. Terakhir, Kecamatan Kutablang Blang akan menjadi tempat pengabdian di Gampong Cot Ara.
Di lokasi-lokasi tersebut, para mahasiswa akan mengemban peran ganda yang krusial. Mereka tidak hanya bertindak sebagai pendamping masyarakat, tetapi juga sebagai fasilitator berbagai kegiatan pemberdayaan dan penggerak inovasi yang didasarkan pada kebutuhan riil masyarakat setempat.
Misi Pemulihan dan Inovasi Berbasis Kebutuhan Lokal
Harapan besar disematkan pada pundak para mahasiswa ini. Rektor Marwan menekankan bahwa mereka diharapkan mampu menjadi motor penggerak pemulihan di setiap gampong. Keterlibatan langsung mahasiswa akan mencakup berbagai sektor, mulai dari pembangunan sistem aquaponik dan hidroponik fodder, instalasi pompa air bertenaga surya, hingga penerapan teknologi sterilisasi air.
“Mereka akan mendampingi kelompok tani dari tahap perencanaan yang matang hingga tahap operasionalisasi. Lebih dari itu, mahasiswa juga bertugas mengedukasi masyarakat agar teknologi yang diperkenalkan dapat mereka gunakan secara mandiri dan berkelanjutan di masa mendatang,” ungkap Rektor Marwan.
Kegiatan di lapangan akan dibagi ke dalam beberapa tim dengan fokus yang berbeda-beda, didampingi oleh dosen pembimbing yang ahli di bidangnya. Tim-tim ini akan bergerak di sektor pertanian, kesehatan, pengelolaan air bersih, produksi pangan, pendataan risiko banjir bandang, serta edukasi mitigasi bencana yang berbasis pada komunitas.
“Mahasiswa tidak hanya dituntut untuk bekerja secara teknis, tetapi yang terpenting adalah membangun kesadaran kolektif masyarakat terhadap pentingnya kesiapsiagaan bencana. Ini adalah aspek fundamental untuk membangun ketahanan masyarakat jangka panjang,” jelas Marwan lebih lanjut.
Melalui program “Mahasiswa Berdampak” ini, Rektor Marwan berharap para mahasiswa Umuslim tidak hanya sekadar mengaplikasikan ilmu yang telah mereka peroleh di bangku kuliah. Lebih dari itu, program ini dirancang untuk membentuk karakter mereka, menumbuhkan empati yang mendalam, mengasah kemampuan kepemimpinan sosial, dan membekali mereka dengan kemampuan bekerja lintas sektor yang sangat berharga.
“Kehadiran mahasiswa di tengah masyarakat yang sedang berjuang memulihkan diri dari bencana menjadi bukti nyata bahwa perguruan tinggi kita mampu melahirkan generasi muda yang tidak hanya cerdas secara akademis, tetapi juga memiliki kepedulian sosial yang tinggi, bermental tangguh, dan siap berkontribusi secara nyata bagi pemulihan bangsa,” pungkasnya.
Solusi Inovatif: Filtrasi Air Bersih untuk Masyarakat
Salah satu program unggulan yang menjadi sorotan dalam kegiatan pengabdian mahasiswa Umuslim adalah penerapan teknologi filtrasi air bersih di sejumlah desa yang masih bergulat dengan dampak banjir bandang. Inisiatif ini dirancang untuk mengatasi salah satu kebutuhan paling mendasar masyarakat pasca-bencana.
Ketua Dosen Pembimbing Program Mahasiswa Berdampak, Dr. Imam Muslem R., M.Kom., menjelaskan bahwa program pengabdian ini merupakan bentuk kontribusi nyata mahasiswa dalam menjawab permasalahan riil yang dihadapi masyarakat. Khususnya di wilayah yang terdampak bencana, seringkali masih menghadapi keterbatasan infrastruktur dasar yang vital, seperti akses terhadap air bersih yang aman dan layak konsumsi.
“Program ini kami rancang tidak hanya untuk mengaplikasikan ilmu pengetahuan dan teknologi sesuai dengan bidang keilmuan masing-masing mahasiswa. Kami juga ingin program ini mampu menumbuhkan kepedulian sosial yang tinggi, menumbuhkan empati, serta melatih kemampuan mereka untuk bekerja lintas disiplin ilmu demi menghadirkan manfaat yang konkret dan nyata bagi masyarakat,” urai Imam Muslem R.
Lebih spesifik lagi, Imam Muslem R. memaparkan bahwa salah satu program unggulan yang akan diterapkan di Gampong Pante Lhong adalah teknologi filtrasi air bersih yang terdiri dari 10 tahap penyaringan. Sistem ini dirancang secara cermat untuk menghasilkan air minum yang tidak hanya aman dari kontaminan, tetapi juga higienis dan dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan oleh seluruh warga.
Mahasiswa yang terlibat dalam program filtrasi air ini akan bekerja sama secara sinergis dengan program pembangunan hunian darurat yang sedang dilaksanakan oleh LazisMu Bireuen berkolaborasi dengan MDMC (Muhammadiyah Disaster Management Center).
“Kami sangat berharap kehadiran program pengabdian mahasiswa berdampak ini dapat memberikan dampak positif yang signifikan bagi masyarakat, terutama bagi warga yang saat ini masih menempati hunian darurat. Akses terhadap air bersih yang layak adalah prioritas utama untuk mendukung kesehatan dan kesejahteraan mereka,” tutupnya.

















