Tingkatkan Kapasitas Dosen dan Mahasiswa, Unisa Yogyakarta Gandeng UiTM Malaysia Gelar Workshop Internasional
SLEMAN – Dalam upaya strategis untuk mendorong budaya riset dan meningkatkan kualitas publikasi ilmiah di kancah internasional, Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Aisyiyah (Unisa) Yogyakarta menjalin kolaborasi dengan Universiti Teknologi MARA (UiTM) Malaysia. Kemitraan ini diwujudkan melalui penyelenggaraan sebuah workshop internasional yang berfokus pada penulisan artikel ilmiah dan strategi publikasi di jurnal bereputasi.
Kegiatan yang bertajuk “Article Writing & Publication Strategy in Reputable International Journals” ini dirancang untuk membekali para dosen dan mahasiswa Unisa Yogyakarta dengan pengetahuan dan keterampilan yang esensial dalam menghasilkan karya ilmiah yang mampu bersaing di tingkat global.
Wakil Dekan Fakultas Ekonomi, Ilmu Sosial, dan Humaniora Unisa Yogyakarta, Nur Fitri Mutmainah, menyampaikan bahwa urgensi penyelenggaraan workshop ini didasari oleh pengamatan terhadap capaian publikasi riset Unisa Yogyakarta yang masih tergolong rendah. Ia menekankan pentingnya kegiatan ini sebagai katalisator untuk memotivasi sivitas akademika agar lebih giat dalam melakukan riset dan mencapai luaran publikasi internasional yang lebih signifikan.
“Agenda workshop ini sangat penting bagi kami. Kita menyadari bahwa publikasi riset Unisa Yogyakarta masih perlu ditingkatkan. Melalui workshop ini, kami berharap para peserta dapat belajar, mendapatkan inspirasi, dan termotivasi untuk mencapai target publikasi internasional yang lebih tinggi,” ujar Nur Fitri Mutmainah.
Peserta workshop mendapatkan paparan mendalam mengenai berbagai aspek krusial dalam proses publikasi ilmiah. Materi yang disajikan mencakup pengembangan budaya riset di lingkungan kampus, teknik penyusunan artikel ilmiah yang sesuai dengan standar jurnal internasional, strategi efektif dalam memilih jurnal yang tepat sasaran, hingga kiat-kiat untuk meningkatkan peluang agar naskah diterima oleh jurnal bereputasi.
Membangun Budaya Riset yang Kuat: Kunci Publikasi Internasional
Sebagai salah satu pemateri utama, Deputy Dean (Research and Industrial Linkages) UiTM Malaysia, Tengku Elena Tengku Mahamad, membagikan pandangannya mengenai pentingnya membangun budaya riset yang kuat di institusi pendidikan tinggi. Beliau menegaskan bahwa budaya riset yang tertanam dengan baik merupakan fondasi utama dalam mendorong peningkatan kuantitas dan kualitas publikasi internasional di kalangan akademisi.
Menurut Elena, salah satu langkah praktis yang dapat diambil adalah dengan mengalokasikan waktu khusus secara konsisten untuk kegiatan riset.
- Alokasi Waktu Khusus untuk Riset:
- Elena menyarankan agar setiap individu, baik dosen maupun mahasiswa, mengalokasikan setidaknya satu jam per minggu untuk fokus pada riset.
- Waktu ini tidak harus dijalani setiap hari, namun bisa dijadwalkan satu atau dua kali dalam seminggu.
- Penting untuk memperlakukan waktu riset ini layaknya sebuah janji temu atau rapat penting yang tidak bisa ditunda.
- Usaha kecil namun konsisten ini, menurutnya, akan membawa kemajuan yang signifikan dalam progres riset.
Beliau juga mendorong para peserta untuk memiliki rasa percaya diri dalam mengembangkan ide-ide penelitian yang mereka miliki. Bagi Elena, esensi dari budaya riset adalah pertumbuhan dan perkembangan bersama-sama. Beliau menekankan bahwa riset yang baik bukanlah riset yang sempurna dari awal, melainkan riset yang menunjukkan adanya kemajuan dan progres.
Untuk mencapai tujuan tersebut, Elena menyarankan terciptanya kolaborasi yang erat antarindividu di dalam universitas.
- Manfaat Kolaborasi dalam Riset:
- Setiap individu memiliki latar belakang dan titik awal yang berbeda dalam dunia riset.
- Menulis dan melakukan riset secara bersama-sama dapat membantu individu untuk lebih fokus dan tetap termotivasi.
- Dengan adanya kolaborasi, beban dan tekanan dalam menjalankan riset dapat berkurang.
- Seiring berjalannya waktu, kegiatan riset akan bertransformasi menjadi sebuah budaya bersama yang mengakar di institusi.
Strategi Penulisan dan Pemilihan Jurnal Bereputasi
Narasumber lain yang turut memberikan wawasan berharga adalah Head of Center of Strategic Communication UiTM Malaysia, Wan Norbani Wan Noordin. Beliau memfokuskan paparannya pada aspek krusial dalam penulisan karya tulis ilmiah yang siap untuk dipublikasikan di jurnal internasional.
Wan Norbani menekankan bahwa artikel yang ditujukan untuk publikasi internasional harus memenuhi standar yang ketat, khususnya yang berkaitan dengan pengindeksan Scopus. Standar ini mencakup berbagai elemen, mulai dari metodologi penelitian yang valid, struktur artikel yang logis dan sistematis, penggunaan referensi yang akurat dan relevan, hingga kejelasan penyampaian gagasan.
Selain itu, beliau juga memaparkan berbagai kiat praktis dalam memilih jurnal internasional yang paling sesuai dengan topik dan cakupan penelitian. Pemilihan jurnal yang tepat merupakan salah satu faktor penentu keberhasilan publikasi.
- Kiat Memilih Jurnal Internasional:
- Identifikasi jurnal yang memiliki fokus dan cakupan (scope) yang sejalan dengan topik penelitian Anda.
- Periksa daftar jurnal yang terindeks pada basis data bereputasi seperti Scopus atau Web of Science.
- Perhatikan tingkat dampak (impact factor) dan reputasi jurnal.
- Baca beberapa artikel yang telah dipublikasikan di jurnal tersebut untuk memahami gaya penulisan dan jenis penelitian yang biasa dimuat.
- Periksa instruksi untuk penulis (guide for authors) yang disediakan oleh jurnal.
Wan Norbani juga memberikan saran mengenai cara mengatasi tantangan yang sering muncul dalam proses pengiriman naskah agar peluang artikel diterima menjadi lebih besar.
“Pastikan naskah artikel yang Anda kirimkan benar-benar memenuhi semua kriteria yang ditetapkan oleh jurnal. Sangat disarankan untuk melakukan tinjauan internal atau meminta rekan sejawat untuk meninjau naskah Anda terlebih dahulu sebelum dikirimkan ke jurnal,” pungkasnya.
Melalui workshop ini, Unisa Yogyakarta berharap dapat menumbuhkan ekosistem riset yang lebih dinamis dan produktif, serta membekali para dosen dan mahasiswanya dengan kepercayaan diri dan kemampuan yang diperlukan untuk berkontribusi pada khazanah ilmu pengetahuan global.

















