Berita

Waspada Hoaks, Pertamina Patra Niaga Buka Suara Soal Video BBM dan SPBU Viral

×

Waspada Hoaks, Pertamina Patra Niaga Buka Suara Soal Video BBM dan SPBU Viral

Sebarkan artikel ini

Penyebaran Hoaks Terkait BBM dan SPBU

PT Pertamina Patra Niaga mengimbau seluruh masyarakat untuk lebih waspada terhadap berbagai hoaks yang beredar di media sosial. Beberapa informasi yang disebarkan tersebut mencakup ketidaksesuaian kadar oktan atau Research Oktan Number (RON) dalam bahan bakar minyak (BBM), hingga video heboh kebakaran sebuah SPBU. Hal ini dilakukan karena adanya praktik manipulasi informasi yang bisa membuat masyarakat menjadi tidak nyaman dan khawatir.

Pj. Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Roberth MV Dumatubun, menyampaikan bahwa masyarakat perlu mewaspadai hoaks lainnya seperti pembatasan pembelian BBM akhir-akhir ini, serta informasi tentang pengujian-pengujian yang tidak dilakukan oleh ahlinya. Selain itu, ada juga informasi hoaks terkait rekrutmen fiktif yang mengatasnamakan Pertamina.

Menurut Roberth, penyebaran disinformasi atau hoaks ini dilakukan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab dan diarahkan kepada Pemerintah. Ia menyatakan bahwa kondisi ini sangat disayangkan oleh Pertamina karena tidak hanya mencemarkan nama baik perusahaan sebagai BUMN, tetapi juga terhadap pemerintah yang sedang membantu dan menjadi pengayom dalam memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat.

Pengujian RON dengan Alat Portabel

Salah satu hoaks yang beredar adalah terkait pengujian Research Octane Number (RON) BBM menggunakan alat portabel. Pertamina Patra Niaga memberikan klarifikasi bahwa metode tersebut tidak dapat dijadikan dasar pengujian resmi untuk menentukan angka oktan suatu BBM.

Baca Juga :  Penebangan Kebun Teh di Bandung: Peringatan Bencana, Ahli ITB Sebut Hujan Ekstrem dan Infiltrasi Rendah

Secara teknis, pengujian RON memiliki standar baku internasional yang hanya dapat dilakukan menggunakan mesin CFR (Cooperative Fuel Research Engine) sesuai metode ASTM D2699 untuk RON. Mesin CFR merupakan satu-satunya alat yang disertifikasi secara global untuk mengukur ketahanan bahan bakar terhadap detonasi yang menimbulkan knocking melalui proses pembakaran nyata dengan parameter suhu, tekanan, dan rasio kompresi yang dikontrol ketat.

Adapun pengujian yang dilakukan dengan alat portabel Oktis-2 terhadap berbagai jenis BBM seluruh operator BBM menunjukkan hasil yang bervariasi. Mulai dari ada yang lebih rendah maupun lebih tinggi dari standar sebenarnya, sehingga membuktikan bahwa alat tersebut tidak memiliki akurasi dan kepresisian yang dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah.

Di dalam alat ini juga terdapat pilihan sistem pengukuran USA dan RUS (Eropa). Di Eropa menggunakan standar RON, sementara USA menggunakan AKI (Anti Knocking Index atau setengah dari penjumlahan RON dan MON). Secara konversi, RON 98 (Eropa) setara dengan AKI 91–92 (USA), sehingga di Amerika Serikat memang tidak dikenal istilah RON 98. Alat Oktis-2 hanya mengukur sifat dielektrik (penghantaran listrik) dari bahan bakar, bukan mengukur RON dan tidak ada hubungan antara sifat dielektrik dengan RON.

Baca Juga :  Main Padel Lebih Mudah & Seru, Bayar QRIS BRImo Dapat Cashback 100 Ribu

Klarifikasi Terkait Video Kebakaran SPBU

Selain itu, Pertamina Patra Niaga memastikan bahwa adanya kebakaran SPBU akibat kebijakan pembatasan BBM adalah hoaks. Video yang beredar adalah rekaman lama dari peristiwa berbeda, yaitu insiden kebakaran SPBU di Aceh pada tahun 2024.

Terkait dengan video viral Lumajang, Pertamina juga memastikan bahwa informasi masyarakat disebut menggeruduk SPBU adalah hoaks. Roberth menjelaskan bahwa kejadian sebenarnya terjadi pada Rabu, 17 September 2025, ketika ada karnaval di Desa Sentul, Lumajang.

Karena hujan deras, penonton berdesakan berteduh di area SPBU yang sudah tutup sejak pukul 21.00 WIB. Keributan terjadi akibat pengaruh minuman keras, bukan karena layanan SPBU. Tidak ada penjarahan atau kerusakan, hanya sampah yang berserakan keesokan harinya.