Berita

11 Hal yang Dihindari Orang Cerdas, Tapi Sering Dilakukan Banyak Orang

×

11 Hal yang Dihindari Orang Cerdas, Tapi Sering Dilakukan Banyak Orang

Sebarkan artikel ini

Pengertian IQ

Intelligence Quotient atau IQ merupakan bentuk kemampuan berpikir manusia. Kemampuan ini meliputi cara seseorang dalam bernalar, merencanakan, memecahkan masalah, dan sebagainya. IQ sering kali dianggap sebagai ukuran utama kecerdasan seseorang. Nilai IQ yang tinggi diasosiasikan dengan kemampuan berpikir dan belajar yang lebih baik, hingga sering menjadi faktor utama penentu kesuksesan dalam hidup.

Seseorang yang memiliki IQ tinggi tentu memiliki perbedaan cara berpikir dan kebiasaan dengan seseorang yang memiliki IQ kurang tinggi. Namun, tahukah Anda, bahwa terdapat beberapa kebiasaan yang tak dilakukan oleh orang ber-IQ tinggi?

11 Kebiasaan yang Tidak Dilakukan Orang Ber-IQ Tinggi

Berikut 11 kebiasaan yang tidak dilakukan oleh orang dengan IQ tinggi:

  1. Adu argumen kecil

    Orang yang memiliki IQ tinggi cenderung menghindari perdebatan remeh. Mereka akan lebih memilih percakapan yang mendalam serta hubungan yang memuaskan. Dengan kecerdasan emosional dan keterampilan dalam mengatur segala hal, mereka dapat menyelesaikan masalah secara sehat tanpa terjebak argumen-argumen kecil.

  2. Melakukan banyak hal bersamaan atau multitasking

    Menurut para psikolog, orang dengan IQ tinggi cenderung menghindari multitasking. Hal itu karena multitasking dapat mengganggu fokus dan kualitas kerja mereka sehingga mereka lebih memilih menyelesaikan satu tugas secara maksimal daripada banyak tugas sekaligus. Namun, ironisnya, penelitian dari Journal of Social Behavior and Personality tahun 2012 menyebutkan bahwa perfeksionisme membuat orang cerdas juga sering menunda tugas penting.

  3. Mengikuti tren

    Menurut praktisi kesehatan mental, Ankita Guchait, mengikuti tren merupakan cara bagi orang-orang yang merasa tidak aman dan tersesat untuk mencari validasi dan rasa memiliki di suatu komunitas. Namun bagi orang dengan IQ tinggi, kebiasaan ini dapat merusak keterlibatan dan autentisitas hubungan yang mereka hargai.

  4. Mengonsumsi hiburan yang tidak masuk akal

    Menurut psikolog Melanie Greenberg, banyak orang yang sangat cerdas menonton acara TV dan film secara teratur seperti orang lain pada umumnya. Namun, mereka cenderung lebih menghargai media yang menyajikan tontonan dengan kedalaman lebih. Mereka mencari stimulasi mental dari acara yang membahas pengalaman manusia atau debat yang muncul dari program realitas kontroversial, sehingga cenderung menghindari tontonan yang tidak masuk akal.

  5. Banyak berbicara

    Orang ber-IQ tinggi cenderung pendiam dalam percakapan. Mereka lebih banyak mendengarkan untuk menyerap informasi. Berkabat kecerdasan emosional dan stabilitas batin mereka, mereka juga mampu membuat lawan bicara merasa dipahami.

  6. Berbasa-basi

    Menurut studi yang diterbitkan dalam British Journal of Psychology pada tahun 2016, salah satu alasan orang cerdas cenderung memiliki sedikit koneksi adalah karena mereka menginvestasikan energi pada interaksi yang mendalam, bermakna, dan memuaskan. Mereka lebih memilih membangun hubungan yang berkualitas daripada terlibat dalam obrolan atau koneksi yang dangkal atau basa basi.

  7. Bergosip

    Orang-orang dengan IQ tinggi cenderung menghindari pembicaraan negatif. Mereka tidak hanya melindungi diri dari dampak gosip, tetapi juga menjaga kesehatan mental, harga diri, dan hubungan pribadi mereka. Mereka lebih memilih menginvestasikan waktu dan energi pada stimulasi mental, koneksi bermakna, dan kesendirian yang sehat sehingga memberikan nilai nyata bagi kehidupan mereka.

  8. Makan junk food

    Menurut studi yang diterbitkan dalam Journal of the American Dietetic Association pada tahun 2009, orang dengan IQ tinggi cenderung mengonsumsi lebih sedikit gula, lemak, dan makanan olahan dibandingkan orang kebanyakan. Mereka juga lebih cerdas secara emosional dan memiliki disiplin diri yang baik, sehingga menghindari makanan penenang dan fokus pada pola makan sehat. Disiplin ini membantu mereka membangun kebiasaan yang mendukung kesejahteraan dan kesuksesan jangka panjang.

  9. Doomscrolling

    Menurut studi yang diterbitkan dalam jurnal Human Brain Mapping pada tahun 2018, peningkatan waktu layar dan penggunaan media sosial dikaitkan dengan penurunan fungsi kognitif pada orang yang rutin melakukan doomscrolling. Selain itu, menghindari doomscrolling dan penggunaan media sosial juga dapat meningkatkan kesehatan mental, suasana hati, dan kesejahteraan fisik. Nah, hal inilah yang dilakukan orang-orang dengan IQ di atas rata-rata.

  10. Berada di zona nyaman

    Menurut studi yang diterbitkan dalam jurnal Evolution and Human Behavior pada tahun 2016, seseorang dengan IQ rata-rata cenderung mengadopsi pola pikir kelompok, mengikuti orang lain, dan menghindari keluar dari zona nyaman. Namun tidak begitu dengan orang dengan IQ tinggi. Mereka jauh lebih tertarik pada stimulasi dan tantangan mental. Meskipun sulit atau tidak nyaman, mereka menyadari bahwa menantang diri dengan hal-hal dan peluang baru adalah cara utama untuk berkembang.

  11. Menghakimi orang lain

    Sikap menghakimi, meski tampak sepele, sebenarnya berbahaya dan dihindari oleh orang ber-IQ tinggi. Studi yang diterbitkan dalam jurnal Personality and Individual Differences pada tahun 2019 menunjukkan bahwa semakin sering seseorang menghakimi, kesehatan mental dan fisiknya cenderung memburuk hingga meningkatkan risiko terisolasi dari dukungan sosial.

Baca Juga :  Walikota Batam Resmi Membuka STQH IX