otomotif

3 Hal Penting yang Harus Diperiksa Sebelum Membeli Motor Bekas, Jangan Tertipu

×

3 Hal Penting yang Harus Diperiksa Sebelum Membeli Motor Bekas, Jangan Tertipu

Sebarkan artikel ini



Membeli motor bekas membutuhkan kehati-hatian dan ketelitian. Jangan hanya terpikat pada penampilan luar, karena bisa saja Anda tertipu oleh pedagang nakal. Selain itu, speedometer motor juga bisa diubah oleh pihak yang tidak bertanggung jawab. Motor bekas dengan kilometer tinggi bisa diatur menjadi rendah, sehingga menimbulkan risiko penipuan dan unit yang bermasalah.

Risiko tersebut sangat tinggi jika pembeli tidak jeli dalam memilih. Untuk menghindari hal ini, calon pembeli perlu mengetahui beberapa hal yang harus diperiksa sebelum memutuskan membeli motor bekas.

Owner Inspector Motor, Dicky Dwi Putra, memberikan beberapa tips penting agar motor bekas yang dibeli benar-benar layak pakai. Ia menyebutkan ada tiga bagian utama yang wajib diperiksa saat membeli motor bekas, yaitu mesin, kelistrikan, dan rangka.

Pemeriksaan Mesin

Pertama, pastikan mesin dalam kondisi kering, artinya tidak ada rembesan oli di bagian atas maupun bawah. Pembeli juga perlu memperhatikan suara mesin. Jangan sampai ada bunyi aneh yang mengindikasikan kerusakan piston atau komponen internal lainnya.

Baca Juga :  6 Tips Menghilangkan Baret Kecil pada Mobil

Asap putih yang keluar terus-menerus dari knalpot juga menjadi tanda adanya masalah serius di ruang bakar. Dicky menambahkan bahwa mesin yang pernah dibongkar total dan mengalami oversize piston cenderung cepat panas dan berisiko bermasalah di kemudian hari.

Pemeriksaan Kelistrikan

Selanjutnya, periksa seluruh lampu indikator pada speedometer. Pastikan semua lampu menyala saat kontak dihidupkan dan setelah mesin menyala, terutama lampu check engine. Fitur starter harus berfungsi normal, serta saklar-saklar seperti lampu sein, klakson, dan lampu utama harus bisa digunakan dengan baik.

Cek juga kondisi kabel. Jangan sampai ada sambungan atau isolasi baru yang mencurigakan. Hal ini bisa menjadi indikasi adanya perubahan atau modifikasi yang tidak sah.

Pemeriksaan Rangka

Kondisi rangka juga tidak boleh luput dari perhatian. Hindari motor dengan rangka berkarat parah atau terlihat bekas las ulang. Saat melakukan test ride, setang dan segitiga kemudi harus lurus dan stabil.

Baca Juga :  Pembelaan Purbaya Saat Bobby Nasution Protes Dana Mengendap: Data Sudah Diperiksa

Jika ketiga komponen tersebut dinyatakan aman, pembeli bisa melanjutkan pengecekan keaslian kilometer. Speedometer bisa di-reset, jadi sebaiknya cek kondisi lain seperti cakram, ban, grip gas, dan leher knalpot untuk menilai apakah kilometer motor sesuai.

Dicky menyebut jasa reset speedometer saat ini cukup banyak dan biayanya mulai dari Rp 100 ribu.

Pemeriksaan Bodi dan Lampu Depan

Bodi dan lampu depan motor juga perlu dicek. Usahakan membeli unit yang masih menggunakan komponen orisinal seperti lampu merek Stanley. Hal ini membantu menjamin kualitas dan keaslian motor.

Pemeriksaan Surat-surat

Kelengkapan surat-surat seperti BPKB dan STNK wajib ditampilkan oleh penjual. Keaslian BPKB bisa diperiksa dari tekstur sampul, benang merah yang menyala di bawah sinar UV, barcode, hingga hologram yang bukan tempelan.

STNK juga bisa dicek keasliannya lewat barcode dan warna cetakan. Jangan mudah tergiur motor murah di bawah harga pasar. Banyak yang akhirnya tertipu karena tidak teliti.