Berita

4 Bahaya Memutar Setir Saat Parkir atau Berhenti

×

4 Bahaya Memutar Setir Saat Parkir atau Berhenti

Sebarkan artikel ini

Bahaya Memutar Setir Saat Mobil Masih Diam

Memutar setir mobil saat kendaraan sedang dalam keadaan diam mungkin terlihat seperti kebiasaan yang tidak berbahaya. Namun, ternyata kebiasaan ini bisa menimbulkan risiko besar bagi sistem kemudi dan komponen lain di dalam mobil. Terutama ketika dilakukan secara terus-menerus, hal ini bisa mempercepat kerusakan dan mengurangi umur komponen-komponen penting.

Berikut adalah beberapa alasan mengapa sebaiknya setir hanya diputar ketika mobil sudah mulai bergerak pelan:

  • Tekanan tinggi pada sistem power steering dapat mempercepat ausnya komponen

    Ketika mobil berhenti dan setir diputar, sistem power steering harus bekerja tanpa bantuan rotasi roda. Hal ini menyebabkan tekanan fluida (pada sistem hidrolik) atau beban motor (pada sistem elektrik) meningkat drastis. Akibatnya, komponen seperti seal, pompa, dan motor bisa cepat aus atau bocor sebelum waktunya.

Gejala dari masalah ini biasanya tidak langsung terasa. Baru setelah beberapa bulan, kamu mungkin mulai mendengar suara mendengung atau setir terasa berat. Jika sudah begitu, biaya perbaikan bisa cukup besar. Maka dari itu, lebih baik memutar setir saat mobil sudah mulai bergerak pelan.

  • Ban dan kaki-kaki ikut menanggung beban ekstra

    Saat mobil diam total, gesekan antara ban dan permukaan jalan menjadi jauh lebih besar. Kalau kamu memaksakan memutar setir, beban gesekan itu langsung diterima oleh ban dan kaki-kaki, seperti tie rod dan ball joint. Akibatnya, komponen tersebut cepat aus atau bahkan bisa bengkok.

Efek lainnya adalah tapak ban bisa aus tidak merata, terutama di bagian tepi. Traksi pun menurun dan kenyamanan berkendara ikut terganggu. Tak pelak, kamu akan lebih sering melakukan spooring dan balancing agar arah mobil tetap stabil.

  • Potensi kerusakan rack steer dan suspensi meningkat

    Rack steer berfungsi mengubah gerakan setir menjadi arah roda depan. Saat kamu memutarnya ketika mobil diam, tekanan horizontal meningkat dan bisa membuat gear rack cepat longgar. Begitu pula dengan bushing dan karet penyangga yang rentan retak karena menahan beban statis berlebih.

Jika kondisi ini dibiarkan, setir bisa terasa oblak dan arah mobil sulit dikontrol. Meskipun gejalanya sering baru muncul setelah jarak tempuh cukup jauh, pengemudi sering kali terlambat sadar. Oleh karena itu, lebih baik memutar setir hanya saat roda sudah mulai berputar sedikit.

  • Posisi ban bisa mengunci dan mempersulit manuver saat mulai jalan

    Selain masalah teknis, memutar setir saat parkir juga bisa membuat ban depan mengunci di posisi tertentu. Ketika mobil mulai berjalan, ban butuh tenaga ekstra untuk kembali lurus. Akibatnya, beban ke mesin dan transmisi meningkat, terutama pada mobil bertransmisi otomatis.

Selain itu, pengendalian juga terasa berat, seolah mobil melawan arah putaran setir. Untuk menghindari hal ini, biasakan memutar setir sambil mobil berjalan pelan. Cara ini membuat komponen kemudi bekerja lebih ringan dan memperpanjang umur mobil.

Kesimpulan

Memutar setir mobil saat berhenti mungkin terlihat sepele, tapi efek jangka panjangnya bisa sangat berdampak negatif. Dengan mengubah kebiasaan menjadi memutar setir hanya saat mobil sudah mulai bergerak pelan, kamu bisa menjaga sistem kemudi tetap awet, ringan, dan nyaman dikendarai. Jangan lupa untuk selalu memperhatikan cara berkendara agar mobil tetap dalam kondisi optimal.

Baca Juga :  Hasil UFC Vegas 110 - Rahasia Kemenangan Makhachev dan Garcia atas Onama