Lokal

Anak 11 & Pria 45 Tahun: Evakuasi Cincin Terjebak di Jari

×

Anak 11 & Pria 45 Tahun: Evakuasi Cincin Terjebak di Jari

Sebarkan artikel ini

Dua Kasus Cincin Tersangkut: Damkar Kendari Berhasil Selamatkan Jari Manis Bocah dan Lansia

KENDARI – Kantor Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kendari pada Senin pagi, 16 Februari 2026, menjadi saksi bisu dua kisah unik yang membutuhkan intervensi tim penyelamat. Dua warga, seorang bocah perempuan berusia 11 tahun dan seorang pria lanjut usia (lansia) berusia 45 tahun, sama-sama mendatangi kantor pemadam kebakaran untuk meminta bantuan evakuasi cincin yang tersangkut di jari manis mereka.

Lokasi strategis Kantor Damkarmat Kendari, yang beralamat di Jalan Balai Kota III, Kelurahan Pondambea, Kecamatan Kadia, Kota Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara, memudahkan kedua warga ini untuk segera mendapatkan pertolongan.

Kasus Pertama: Syukril, Sang Lansia yang Jarinya Membengkak

Laporan resmi yang diterima menunjukkan bahwa lansia bernama Syukril menjadi pengunjung pertama pada pukul 06.35 Wita. Pria asal Kelurahan Anduonohu, Kecamatan Poasia, yang berdomisili di Jalan Ganesha, ini datang dengan kondisi jari manis yang sudah menunjukkan tanda-tanda luka dan pembengkakan akibat cincin yang tak bisa dilepas.

Sebelum tim penyelamat melakukan tindakan, Syukril dengan sukarela mengisi formulir pernyataan kesediaan untuk ditangani oleh petugas damkar. Hal ini merupakan prosedur standar untuk memastikan keselamatan dan persetujuan pasien sebelum tindakan medis atau penyelamatan dilakukan.

Baca Juga :  Komunitas Wartawan Peduli Sawahlunto: 10 Tahun Berbagi dan Membangun Kepedulian

Kepala Seksi Kerjasama dan Publikasi Damkarmat Kendari, Martoyo Awaludin, menjelaskan kondisi jari Syukril saat tiba di kantor. “Korban datang ke kantor kami untuk meminta pertolongan dikarenakan jarinya sudah luka dan bengkak akibat cincin itu,” ungkapnya.

Proses evakuasi cincin yang tersangkut di jari manis Syukril dilakukan dengan menggunakan peralatan khusus. Tim penyelamat sigap menyiapkan sebuah gurinda kecil, botol berisi air untuk mendinginkan jari dan meminimalkan gesekan, senter untuk penerangan yang optimal, serta sebuah besi kecil yang berfungsi sebagai alas pelindung jari.

Berkat keahlian dan ketelitian tim, proses evakuasi cincin di jari manis Syukril berlangsung dengan sangat cepat, hanya memakan waktu sekitar lima menit. Cincin berhasil dilepas tanpa menimbulkan luka tambahan pada jari Syukril.

Kasus Kedua: Hanifah, Bocah 11 Tahun yang Jarinya Kemerahan

Tak lama berselang, tepatnya pada pukul 08.25 Wita, giliran Hanifah, seorang bocah perempuan berusia 11 tahun, yang tiba di Kantor Damkarmat. Hanifah datang ditemani oleh ayahnya, berangkat dari kediaman mereka di Lorong Ikhlas, Jalan Patimura, Kelurahan Watulondo, Kecamatan Puuwatu.

Saat tiba di lokasi, jari manis Hanifah juga menunjukkan gejala pembengkakan dan perubahan warna menjadi kemerahan, menandakan ketidaknyamanan dan kemungkinan iritasi akibat cincin yang tersangkut.

Baca Juga :  Gelar Konsolidasi, Partai Demokrat se-Sumut Siap Menang Di Tahun 2024

Tim penyelamat Damkarmat Kendari kembali menunjukkan profesionalismenya. Proses evakuasi cincin dari jari manis Hanifah juga berjalan lancar dan relatif singkat, hanya memakan waktu sekitar tujuh menit. Gadis berhijab hitam yang mengenakan baju dan celana berwarna pink ini akhirnya berhasil terbebas dari cincin yang menyangkut.

Keberhasilan tim Damkarmat Kendari dalam menangani kedua kasus ini menegaskan peran vital mereka tidak hanya dalam penanganan kebakaran, tetapi juga dalam berbagai situasi penyelamatan darurat lainnya yang membutuhkan keahlian khusus. Kejadian ini menjadi bukti nyata bahwa tim pemadam kebakaran siap sedia membantu masyarakat dalam berbagai kondisi, bahkan untuk masalah yang terkesan sepele namun dapat berakibat serius jika tidak ditangani dengan baik.

Sebagai informasi tambahan, jarak antara lokasi kejadian kebakaran dengan Kantor Balai Kota Kendari yang berlokasi di Jalan Abdullah Silondae, Kelurahan Mandonga, Kecamatan Mandonga, adalah sekitar 1,5 kilometer, yang dapat ditempuh dalam waktu kurang lebih empat menit. Kesiapan tim Damkarmat dalam merespons panggilan darurat, baik yang berskala besar maupun yang personal seperti kedua kasus ini, patut diapresiasi.