ABSTRAK
K-Lovers adalah istilah untuk para penggemar Koreayang antusias dengan segala hal yang berhubungandengan penyanyi K-pop mulai dari berita, album dankonser hingga acara TV Korea yang menampilkanpenyanyi K-pop. Tidak hanya itu, sejak mengenal tentang budaya K-pop, mereka telah mengembangkanselera untuk gaya busana,selera dalam makanan, musik,dan film semua beralih ke Korea. Tujuan dari penelitian adalah untuk mengetahui (1)Awal mula mengenal K-Pop dan menyukai K-Pop (2)Perubahan selera fashion, makanan, musik dan film (drama) (3)Dampak positif dan negatif setelah menyukai K-Pop. Metode penelitian yangdigunakan adalah metode kualitatif. Metode penelitianini menggunakan pendekatan deskriptif. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa informan mengenal K-Pop melalui media sosial yaitu Facebook.Setelah menyukai K-Pop selera konsumsinya berubah seperti fashion, makanan, musik dan film (drama).Dampak positif setelah menyukai K-Pop yaitu lebih merasa percaya diri dan bersikap tidak terlalu mendengarkan perkataan orang lain. Dampak negatif setelah menyukai K-Pop yaitu mengalami bullyan.
Kata kunci: Budaya; Selera; K-Pop
ABSTRACT
K-Lovers is a term for Korean fans who are enthusiastic about all things K-pop singers from news, albums and concerts to Korean TV shows featuring K-pop singersNot only that, since getting to know about K-pop culture, they have developed a taste for fashion, tastes in food, music, and movies all shifted to Korea. The purpose of the study was to find out (1)The beginning of knowing K-Pop and liking K-Pop (2)Changes in taste in fashion, food, music and movies (drama) (3)Positive and negative impacts after liking K-Pop. The research method used in this study is a qualitative method. This research method a descriptive approach. Based on the results of the study, it can be concluded that the informants know K-Pop through social media, namely Facebook. After liking K-Pop his consumption tastes changed such as fashion, food, music and movies(drama). The positive impact after liking K-Pop is that you feel more confident and don’t really listen to other people’s words. The negative impact after liking K-Pop is experiencing bullying.
Keywords: Culture; Appetite; K-Pop
PENDAHULUAN
Perkembangan teknologi di era globalisasi tidak hanyamemberikan dampak positif bagi perekonomian, tetapijuga perkembangan produk teknologi seperti telepongenggam, televisi dan internet telah memudahkanmasyarakat dari berbagai negara untuk saling bertukarinformasi dan berinteraksi. Berbagai informasi menyebardengan cepat melalui media teknologi komunikasi, danbudaya ini menyebar dengan mudah ke seluruh dunia.Kehidupan masyarakat modern ditandai dengantingginya tingkat pertukaran budaya antar bangsa, yangditopang oleh perkembangan teknologi informasi danperan media massa. Berbagai pilihan budaya ditawarkan.Budaya ini mencakup semua konvensi kehidupan sehari-hari, seperti pakaian, preferensi makanan, dan hiburanseperti film dan musik.
Budaya yang banyak diminati orang disebut budayapopuler. Istilah budaya populer adalah kumpulan ide,sudut pandang, perilaku, meme, gambar, dan fenomenalain yang dipilih konsumen informal dari dalam arusutama budaya. Berbagai negara muncul denganperkembangan budaya populer ini, seperti Turki, India,Jepang, Cina, dan Korea Selatan. Budaya yang saat inisedang berkembang di berbagai negara adalah budayayang berasal dari negeri ginseng Korea yang biasadisebut Korean pop atau lebih dikenal dengan K-pop.
John Storey, 2006 (Dikutip setelah Wulan danYosafat) menyatakan bahwa konsumsi budaya popmengarah pada kelompok penggemar, yang‘penggemarnya’ adalah bagian yang paling terlihat daripraktik budaya pop. Penggemar memiliki tingkatketerlibatan intelektual dan emosional yang tinggi danmemberikan pembaca rasa produk budaya mengacu padapentingnya seseorang untuk pola yang ingin merekabentuk sebagai gaya hidup. Pilihan produk budayaseseorang kemudian terwujud dalam gaya hidupnya.
K-Lovers adalah istilah untuk para penggemar Koreayang umumnya antusias dengan segala hal yangberhubungan dengan penyanyi K-pop mulai dari berita,album dan konser hingga acara TV Korea yangmenampilkan penyanyi K-pop. Korean pop atau K-popmerupakan salah satu produk Hallyu terpopuler saat ini,terbukti dengan banyaknya konser boy band dan girl band yang diadakan di Indonesia dan penampilan artis-artis Korea. Faktanya, Korea Selatan telah berhasilmemasarkan musik pop dengan mengubah boy band dangirl band menjadi ikon K-pop. Terbukti dengan populernya beberapa boy band dan girl band di Indonesia sebut saja Girls Generation dengan lagunya Gee, Super Junior dengan Mr.Simple, 2Ne1 dengan I’am The Best, Bigbang dengan Fantastic Baby dan tidak ketinggalan Wonder Girls dengan lagu ‘Nobody’. Ditahun 2012 booming-nya lagu dari PSY yaitu Gangnam Style yang menandakan demam K-Pop di Indonesia benar-benar terasa hal ini terbukti dengan banyaknya boy band dan girl band yang mewarnai kancah musik nasional sebut saja Smash, CherryBell dan 7 Icon yang terinspirasi dari idol Korea.
Di Indonesia, sebagian besar penggemar K-pop adalahremaja hingga dewasa. Penggemar K-Pop dianggapberlebihan, gila, histeris, obsesif, adiktif, dan konsumtifsetiap kali mereka sangat ingin menghabiskan uanguntuk membeli hal-hal terkait K-Pop. Tidak hanya itu,sejak mengenal tentang budaya K-pop, mereka telahmengembangkan selera untuk gaya busana, dan selerasaya dalam makanan, musik, dan film semua beralih keKorea.
Hal ini bukan tanpa alasan, para K-Pop punya tujuan masing-masing kenapa bisa tertarik dengan adanya budaya K-Pop ini. Hal inilah yang mendasari peneliti untuk melakukan penelitian mengenai Dampak SeleraKonsumen Para K-Popers.
METODE PENELITIAN
Metode penelitian yang digunakan dalam penelitianini adalah metode kualitatif. Auerbach dan Silverstein(2003) menggambarkan metode kualitatif sebagaipenelitian yang menganalisis dan menafsirkan teks danhasil wawancara untuk menemukan makna dalamfenomena. Selain itu, perlu diingat bahwa penelitiankualitatif berbeda dengan penelitian kuantitatif.Penelitian kuantitatif digunakan untuk menguji hipotesisdan penelitian kualitatif digunakan untuk menemukanhipotesis. Metode penelitian ini menggunakanpendekatan deskriptif.
Data yang peneliti dapatkan melalui teknik wawancara narasumber yang sangat menyukai K-Pop dan juga melakukan observasi di akun sosial media miliknya. Adapun yang menjadi sumber data dalam penelitian ini adalah seorang wanita yang bekerja di salah satu Toko Kitchenware di kawasan Tanjungpinang.
HASIL DAN PEMBAHASAN
Dari hasil sumber data yang sudah dikumpulkan dengan wawancara yang peneliti anggap cocok dengan penelitian ini, yaitu:
”Dari medsos, facebook. Pas itu aku bener bener down mental banget sih wi ,banyak banget masalah, dari keluarga ,kerjaan. Pokoknya bener-bener lagi jatuh banget. Jadi aku iseng buka facebook tuh. Itu sekitar 2019 ya. Aku ketemu video 7 orang yang tingkahnya bobrok banget bts itu la, jadi aku penasaran. Aku cari tau tentang mereka.Nah banyak kata-kata mereka yang bikin aku bisa pulih wi, lagu-lagu mereka juga bikin aku semangat lagi lah. Setiap hari aku liat tingkah mereka dengerin lagu lagi mereka, perlahan lahan mental aku pulih. Makannya aku stay di kpop sebagai Army. Karna 7 orang itu lah”.
Dapat diketahui bahwa bagaimana awal mula informan bisa mengenal K-Pop, berawal dari iamembuka media sosial yaitu Facebook. Media sosial secara tidak sadar atau tidak berperan membantu terjadinya aliran budaya populer. Hal ini karena budaya populer didasarkan pada unsur-unsur kesenangan dan hiburan dan salah satu fiturnya media sosial harus menghibur khalayaknya (to entertaint). Dan sekarang media sosial menjadikan informasi lebih mudah diakses oleh orang-orang yang berada disekitarnya (lokal, nasional dan internasional) lebih mudah, lebih murah dan cepat yang berarti termasuk Indonesia karena dibawakan oleh boy band dan girl band. Korea memang menjadikan boy band dan girl bandnya sebagai ikon K-Pop dan telah berhasil memasarkan musik popnya.
“Cinta sewajarnya aja sih wi gak berlebihan.Perubahan selera pasti, dari musik, gaya hidup, buat selera diri sendiri juga besar pengaruhnya”.
Kecintaannya terhadap K-Pop ternyata memberikan dampak perubahan selera. Perubahan dalam diri manusia merupakan hal yang wajar.Karena setiap manusia pasti akan memiliki perubahan dalam dirinya baik itu secara fisik maupun sifat. Perubahan ini dikarenakan adanya faktor internal ataupun faktor eksternal. Perubahan tersebut terjadi karena faktor eksternal salah satunya akibat adanya gaya hidup masyarakat masa kini yang terpengaruh oleh budaya K-Pop di Indonesia, dimana budaya K-Pop masuk melalui globalisasi sehingga mengakibakan adanya perubahan di masyarakat Indonesia. Berikut adalah hasil wawancara berupa perubahan selera fashion, selera makanan, selera musik dan selera film.
“Berubah dong. Iya setidaknya fashion aku gak senorak dulu, lebih relax dan bisa tau mana style yang cocok buat diri sendiri. Sedikit mengikuti fashon korea, tapi gak sepenuhnya juga. Misal kek anting, celana, kaos sama sepatu itu aja”.
K-Pop memberikan pengaruh besar terhadap penggemarnya terutama dalam bidang fashion. Mereka mengenalkan berbagai macam jenis genre fashion Korea. Dimana jenis-jenis fashion ini dibawakan oleh boy band dan girl band yaitu para idol Korea yang bekerja didalam dunia industri Korea yang membawa pengaruh terhadap para pecinta K-pop. Para pecinta Korea ini kemudian membentuk sebuah kebiasan-kebiasaan baru yaitu dengan menggemari produk fashion yang ditampilkan oleh tokoh-tokoh Korea dan kemudian mereka mempunyai kiblat fashionyang nantinya akan dijadikan sebagai trensetter untuk bergaya ala Korea dan menimbulkan sebuah motif kesan bagi para penikmatnya.
“Ada tapi sedikit. Ternyata beda lidah wi, masih enakan makanan indonesia. Masih mending nasi padang dah. Tapi kalau penasaran sama rasanya ada”.
Selain fashion, Korea juga memiliki jenis makanan yang unik. Terdapat berbagai macam varian rasa pada makanan Korea, tampilan dan variasi makanan Korea yang beraneka ragam sehingga menarik perhatian para K-Pop. Tidak hanya itu, nama-nama Korea sangat unik sehingga membuat para K-Pop merasa penasaran.
“Iya berubah drastis karna lagu mereka tuh gak semuanya tentang cinta ,tapi lebih ke kehidupan pribadi. Contoh kek love your self. Arti lagunya tuh jangan dengerin bacotan orang lain, caranya bangun waktu ko lagi bener bener jatuh, Masih banyak lagi sih”.
Korean pop atau K-pop merupakan salahsatu produk Hallyu terpopuler saat ini, terbuktidengan banyaknya konser boy band dan girl band yang diadakan di Indonesia danpenampilan artis-artis Korea. Selain mengidolakan personil boy band dan girl bandnya, para K-Pop juga menyukai musik-musik yang dibawakan oleh boy band dan girl bandKorea tersebut. Menurut informan, semenjak ia menjadi K-Pop ia lebih suka mendengarkan musik-musik Korea.
“Tidak juga, lebih suka ke genre horror aja.Kalau genre romantis agak kurang. Kadang tergantung alur juga ,kalau alur ceritanya menarik aku nonton tapi lebih suka ke horor atau drama bullying gitu wi”.
Keberhasilan drama Korea mengambil hati masyarakat Indonesia terbukti dengan tingginya minat penonton terhadap drama Korea yang pertama kali ditayangkan saat itu, yaitu Endless Love. Sukses Endless Lovemembuat stasiun televisi lokal lebih gencar mengimpor drama dari negeri gingseng.Drama seperti Jewel in The Palace, Princess Hours, Coffee Prince, Winter Sonata, Full House, My Sassy Girl Chunhyang, hingga Boys Before Flower tak kalah suksesnya menarik perhatian masyarakat. Bahkan, para pemain yang ada dalam drama-drama tersebut telah menjadi idola baru di kalangan masyarakat Indonesia.
Berbeda dengan hasil wawancara dengan informanr, ia lebih menyukai drama Korea bergenre horor dibanding drama Korea bergenre romantis.
“Dampak positifnya aku lebih percaya diri, dan bisa bersikap bodo amat terhadap omongan orang lain. Lebih punya tujuan buat di gapai. Dan kalau emang lagi down selain sholat juga ada hiburan kalau lagi sendirian. Kalau lagi bener bener buntu buat nenangin fikiran tingkah mereka yang slalu bikin ngakak sih wi. Dampak negatif gak ada sih cuma kadang ada aja orang yang suka ngebulli aku gara gara kpop”.
Menyukai suatu hal tentu memiliki dampak positif dan negatifnya. Terutama menyukai budaya luar seperti K-Pop. Sebagian besar masyarakat merasa penggemar K-Pop terlalu berlebihan dalam mengidolakan idolanya. Akhirnya menimbulkan berbagai dampak baik positif maupun negatif.Dampak positif dapat dirasakan oleh para penggemar K-Pop sendiri seperti hasil wawancara dengan informan, ia lebih merasa percaya diri dan bersikap tidak terlalu mendengarkan perkataan orang lain. Dampak negatif yang dirasakan oleh informan yaitu adanya orang lain yang membullydikarenakan kecintaannya terhadap K-Pop.
KESIMPULAN
Dari penelitian dan pembahasan yang telah penulis uraikan pada bab sebelumnya maka dapat ditarik kesimpulan berupa
DAFTAR PUSTAKA
Sugiyono. (2018). Metode Penelitian Kualitatif.Bandung: Alfabheta, CV.
Markiano, Rocky & Perwirawati, Elok. (2019). Persepsi Mahasiswa/I Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politk Universitas Sumatera Utara terhadap Budaya K-Pop di Media. Jurnal Social Opinion, 4(01), 30-42.
Praundrianagari, Salsabiila Baswoko & Cahyono, Hendry. (2021). Pola Konsumsi Mahasiswa K-Popers yang Berhubungan Gaya Hidup K-Pop Mahasiswa Surabaya. Journal of Economics, 1 (2), 33-40.
Achmada, Laily & Sadewo, FX. Sri.(2014). Pola Perilaku Konsumtif Pecinta Korea Lovers Surabaya Community (Kloss Community). Paradigma,2 (3), 1-7.
Tamara, Amalia & Suyanto, Ama. (2019). Analisis Faktor-faktor yang Membentuk Perubahan Minat Konsumen dari Makanan Tradisional Menjadi Makanan Korea di Indonesia. Jurnal Manajemen dan Bisnis, 3 (2), 291-300.
Sari, Nuariefa Setia & Sadewo, FX. Sri. (2015). Korean Fashion Style (Praktik Sosial Pola Berpakaian Pengguna Korean Style di Surabaya. Paradigma, 3 (3), 1-7.
Ri’aeni dkk. (2019). Pengaruh Budaya Korea (K-POP) Terhadap Remaja di Kota Cirebon. Communicatoins, 1 (1), 1-26.
Zakiah dkk. (2019). Menjadi Korean di Indonesia: Mekanisme Perubahan Budaya Indonesia-Korea. Mediator, 12 (1), 90-101.
















