Berita

Apa yang Membuat Liverpool Menarik?

×

Apa yang Membuat Liverpool Menarik?

Sebarkan artikel ini

Kemenangan Man United di Anfield Mengisyaratkan Masalah yang Dihadapi Liverpool



Harry Maguire, Patrick Dorgu, dan satu pemain lainnya dari Manchester United berdiri tanpa pengawasan ketat di lini belakang Liverpool. Mereka bertiga siap untuk menyambut bola hasil umpan dari Bruno Fernandes.

Benar saja, ketika bola dilayangkan, ketiganya langsung menanduknya. Bola kemudian ditanduk Maguire ke gawang tanpa bisa dihalau oleh Mamardhasvilli.

Maguire tampak sangat bahagia. Mantan pemain Leicester City itu melakukan selebrasi knee slide di depan pendukung Liverpool.

Pada malam itu, Manchester United berhasil mengalahkan Liverpool dengan skor 2-1 di Anfield. Kemenangan ini menjadi yang pertama bagi ‘Setan Merah’ dalam hampir sembilan tahun setengah sejak terakhir kali menang di markas rivalnya tersebut.

Hasil ini juga menjadi peringatan keras bagi Liverpool. Empat laga terakhir mereka diakhiri dengan kekalahan. Dari tiga laga berikutnya, Liverpool kalah dua kali (dari Brentford dan Crystal Palace) dan hanya menang sekali melawan Frankfurt.

Jika dilihat dari tujuh laga terakhir, Liverpool telah menderita enam kekalahan dan hanya satu kemenangan di semua kompetisi.

Baca Juga :  Harga Cabai dan Beras Turun, Bapanas Catat Penurunan Harga Pangan Nasional



Lantas, apa masalah utama yang sedang dialami Liverpool saat ini?

Struktur Pertahanan yang Rapuh

Lini belakang Liverpool terlihat rentan dalam beberapa pertandingan terakhir. Dalam tujuh laga terakhir, gawang Liverpool sudah kebobolan sebanyak 14 gol. Rata-rata dua gol per pertandingan.

Kegagapan dalam menghadapi serangan balik menjadi salah satu masalah utama. Hal ini sudah terlihat sejak awal musim Premier League.

Gol Antoine Semenyo ke gawang Alisson Becker adalah contoh nyata dari kerapuhan pertahanan Liverpool. Semenyo bebas berlari dari belakang ke depan tanpa bisa dihentikan oleh bek lawan. Akhirnya, ia mencetak gol.

Kebobolan dari serangan balik juga terjadi saat melawan Brentford. Damsgaard melepaskan umpan tanpa halangan ke Schade, yang akhirnya mencetak gol.



Masalah lain yang muncul adalah dua sisi di pertahanan Liverpool. Miloz Kerkez sering menjadi target pemain lawan. Gol Bryan Mbeumo adalah contoh nyata. Kerkez yang agresif kesulitan menghadapi tekanan di jantung pertahanan.

Liverpool juga mengalami kesulitan dalam menghadapi umpan silang. Selain gol dari Maguire, gol Nketiah dan Outara Dango juga berasal dari buruknya antisipasi umpan silang.

Baca Juga :  PT Rigspek Perkasa kembali Mangkir dari Undangan RDP Komisi IV DPRD Batam

Kehilangan Trent Alexander Arnold Saat Menyerang

Salah satu faktor yang membuat Liverpool berbeda musim ini adalah absennya Trent Alexander Arnold. Tanpa TAA, Liverpool kehilangan permainan yang efektif dan mematikan.

Dengan umpannya, TAA bisa membelah pertahanan lawan. Ia juga menjadi penyuplai ulung bagi Mo Salah yang sangat cepat saat counter attack.



Saat ini, Arne Slot kesulitan menemukan pemain yang stabil di posisi bek sayap kanan. Connor Bradley, Jeremie Frimping, hingga Dominik Szoboszlai telah dicoba. Namun, belum ada yang benar-benar memberikan rasa aman di lini serang Liverpool.