Berita

Apriyani & Lanny: Duet Baru PBSI Ganda Putri

×

Apriyani & Lanny: Duet Baru PBSI Ganda Putri

Sebarkan artikel ini

Perombakan Strategis: PBSI Susun Ulang Pasangan Ganda Putri Demi Raih Prestasi Puncak

Badan Pembinaan Olahraga (PBSI) mengambil langkah strategis dengan melakukan perombakan besar-besaran pada komposisi pasangan di sektor ganda putri. Keputusan ini, yang diumumkan pada Senin, 12 Januari 2026, bertujuan untuk meningkatkan performa dan mengembalikan dominasi Indonesia di kancah internasional, khususnya menjelang ajang bergengsi Asian Games 2026. Pelatih ganda putri, Karel Mainaky, menjadi dalang di balik penataan ulang ini, yang melibatkan pemisahan dua pasangan utama yang sebelumnya menjadi andalan, yaitu Apriyani Rahayu/Siti Fadia Silva Ramadhanti dan Lanny Tria Mayasari/Amallia Cahaya Pratiwi.

Keputusan untuk memisahkan Apriyani/Fadia dan Lanny/Tiwi bukanlah tanpa alasan. Karel Mainaky menegaskan bahwa evaluasi performa kedua pasangan tersebut sepanjang tahun 2025 belum mampu memenuhi ekspektasi yang telah ditetapkan. Berbagai kesempatan telah diberikan kepada mereka untuk membuktikan diri melalui sejumlah pertandingan, namun hasil yang diraih belum juga memuaskan.

“Kami sudah memberikan kesempatan beberapa pertandingan kepada Apri/Fadia dan Lanny/Tiwi, tetapi hasilnya belum memuaskan. Saya kira sudah tidak bisa lagi diteruskan,” ujar Karel dalam keterangan resminya.

Formasi Baru: Kombinasi Kekuatan dan Rotasi Permainan

Dalam susunan pemain yang baru, Apriyani Rahayu akan dipasangkan dengan Lanny Tria Mayasari. Sementara itu, Siti Fadia Silva Ramadhanti akan berduet dengan Amallia Cahaya Pratiwi. Perubahan ini didasarkan pada analisis mendalam terhadap kebutuhan teknis dan karakter permainan masing-masing atlet.

Karel Mainaky menjelaskan bahwa Fadia membutuhkan seorang rekan yang memiliki postur ideal dan kekuatan serangan dari lini belakang. Karakteristik ini dinilai sangat melekat pada diri Tiwi. Dengan hadirnya Tiwi, Fadia diharapkan dapat lebih leluasa mengembangkan serangannya dan memberikan tekanan maksimal kepada lawan.

Baca Juga :  PT Timah Bantu Biaya Pengobatan Bayi Penderita Jantung Bocor di Kundur

Di sisi lain, Apriyani yang saat ini tengah berjuang untuk kembali ke performa puncak pasca mengalami cedera panjang, membutuhkan seorang partner yang mampu melakukan rotasi permainan dengan baik sekaligus memiliki daya dobrak yang kuat. Lanny dinilai memiliki potensi untuk mengisi peran krusial ini. Kemampuannya dalam mengatur tempo permainan dan memberikan variasi serangan diharapkan dapat melengkapi kekuatan Apriyani, membantunya bangkit dan kembali menjadi ancaman di lapangan.

“Fadia lebih membutuhkan pemain yang punya power di belakang dan Tiwi punya kelebihan itu. Sementara Apri sekarang membutuhkan pasangan yang bisa rotasi dan juga punya power. Lanny saya rasa bisa mengisi peran tersebut,” tutur Karel.

Debut Perdana di Indonesia Masters 2026

Pasangan-pasangan baru ini dijadwalkan akan melakoni debut kompetitif mereka di turnamen bergengsi Indonesia Masters 2026. Turnamen level Super 500 ini akan diselenggarakan di Jakarta pada tanggal 20 hingga 25 Januari 2026. Ajang ini menjadi tolok ukur awal untuk melihat sejauh mana efektivitas dari perombakan yang dilakukan PBSI. Keberhasilan di Indonesia Masters akan menjadi modal penting bagi kedua pasangan baru ini untuk membangun kepercayaan diri dan momentum positif menuju turnamen-turnamen selanjutnya.

Proyeksi Jangka Menengah Menuju Asian Games 2026

Selain dua pasangan yang baru dibentuk, Karel Mainaky juga mengungkapkan kepuasannya terhadap perkembangan dua pasangan ganda putri lainnya, yaitu Rachel Allessya Rose/Febi Setianingrum dan Febriana Dwipuji Kusuma/Meilysa Trias Puspitasari.

  • Rachel Allessya Rose/Febi Setianingrum: Pasangan ini telah menunjukkan performa yang menjanjikan dengan berhasil meraih gelar juara di turnamen Super 500 Australian Open 2025. Prestasinya ini membuktikan bahwa mereka memiliki potensi besar untuk bersaing di level tertinggi.
  • Febriana Dwipuji Kusuma/Meilysa Trias Puspitasari: Sementara itu, Febriana/Meilysa berhasil menorehkan prestasi sebagai runner-up di ajang yang sama. Capaian ini menunjukkan konsistensi dan daya juang mereka yang patut diapresiasi.
Baca Juga :  Alhamdulillah, Produksi Migas Blok A Aceh Timur Capai 237 Ribu Barel

Keempat pasangan ini, baik yang baru dibentuk maupun yang sudah ada, masuk dalam proyeksi jangka menengah PBSI untuk menghadapi Asian Games 2026 yang akan diselenggarakan di Aichi–Nagoya, Jepang, pada 19 September hingga 4 Oktober 2026. Karel secara spesifik menargetkan Rachel/Febi dan Ana/Trias sebagai tulang punggung tim di Asian Games. Namun, ia juga menegaskan bahwa PBSI tidak menutup pintu bagi pasangan baru, Apriyani/Lanny dan Fadia/Tiwi, jika mereka mampu menunjukkan performa yang lebih superior dan konsisten.

“Untuk proyeksi Asian Games, saya memang ingin mendorong Rachel/Febi dan Ana/Trias. Tapi kami tidak menutup peluang bagi pasangan baru ini jika performanya lebih baik,” tegas Karel.

Langkah perombakan ini menunjukkan keseriusan PBSI dalam mengoptimalkan potensi atlet ganda putri Indonesia. Dengan strategi yang matang dan evaluasi yang berkelanjutan, diharapkan sektor ini dapat kembali mengharumkan nama bangsa di kancah bulu tangkis dunia. Perubahan ini bukan hanya sekadar pergantian pasangan, melainkan sebuah investasi strategis untuk meraih kesuksesan jangka panjang.