Aktor Arbani Yasiz baru-baru ini menjadi perbincangan hangat setelah ia berbagi cerita mengenai proyek film terbarunya yang sangat dinantikan. Dalam kesempatan tersebut, Arbani lebih banyak membahas pengalamannya sebagai seorang aktor daripada fokus menceritakan detail filmnya.
Saat ditemui di Metropole XXI, Menteng, Jakarta Pusat, Arbani terlihat santai dan terbuka menjawab berbagai pertanyaan yang diajukan kepadanya. Ia bahkan sempat tertawa ketika ditanya mengenai kesulitan memilih antara dua lawan mainnya yang sama-sama mempesona dalam film terbarunya.
“Gimana-gimana?” tanyanya sambil tertawa ringan, menunjukkan keramahannya.
Ketika ditanya lebih lanjut mengenai kendala yang dihadapi dalam memerankan karakter di film tersebut, Arbani mengakui bahwa ia merasa sedikit kesulitan, terutama saat harus memilih di antara dua karakter perempuan yang diperankan oleh lawan mainnya. Pertanyaan ini langsung memancing senyum lebar di wajahnya.
“Eee… intinya aku ambil ini juga karena aku tahu pemainnya siapa aja,” ungkap Arbani, memberikan sedikit bocoran mengenai alasannya menerima tawaran peran tersebut.
Arbani menjelaskan bahwa ia sangat mengagumi kemampuan akting Yasmin Napper yang berperan sebagai Gadis, dan Megan Domani yang memerankan Suzy dalam film berjudul “Musuh Dalam Selimut” yang dijadwalkan tayang pada tanggal 8 Januari. Menurutnya, kedua aktris muda ini memiliki bakat akting yang luar biasa.
“Aku tahu Yasmin sebagai Gendis dan juga Megan sebagai Suzy. Jadi ya aku nggak bisa nolak karena aku tahu mereka aktingnya bagus banget,” lanjutnya dengan antusias.
Aktor yang memerankan tokoh Andika ini juga menekankan betapa pentingnya kualitas lawan main dalam memengaruhi performa aktingnya. Ia merasa lebih bebas berekspresi dan mengeluarkan seluruh potensinya ketika beradu akting dengan lawan main yang mampu memberikan energi dan respons yang sepadan.
“Bakal enak pasti nanti mainnya,” jelas Arbani, menggambarkan betapa nyamannya ia bekerja dengan lawan main yang berkualitas.
Menurutnya, bekerja dengan aktris yang sudah memiliki kecocokan ritme dan chemistry yang baik akan membuat seluruh proses, mulai dari reading naskah hingga syuting, berjalan jauh lebih lancar dan efisien. Hal ini juga berdampak positif pada kedalaman emosi yang berhasil ditampilkan dalam setiap adegan.
Ia menambahkan bahwa chemistry yang kuat antar pemain merupakan salah satu kunci keberhasilan sebuah proyek film. Oleh karena itu, ia tidak ragu untuk menerima tawaran peran begitu mengetahui siapa saja aktor dan aktris yang terlibat dalam proyek tersebut.
Meskipun demikian, Arbani tetap menegaskan bahwa ia tidak bermaksud untuk terlalu menonjolkan film tersebut dalam kesempatan wawancara kali ini. Ia hanya ingin berbagi pengalamannya sebagai seorang aktor yang beruntung dapat bekerja dengan rekan-rekan profesional yang hebat.
Ia juga mengungkapkan bahwa setiap proyek film selalu memberikan tantangan yang berbeda-beda baginya. Tantangan-tantangan inilah yang memacunya untuk terus belajar dan berkembang dalam dunia seni peran yang ia cintai.
Arbani menyebut bahwa dirinya sangat bersyukur karena masih diberi kesempatan untuk berkarya di industri perfilman yang telah membesarkan namanya. Dukungan yang tak henti-hentinya dari para penggemar juga menjadi motivasi yang sangat kuat baginya untuk terus memberikan yang terbaik.
Ia berharap bahwa kolaborasinya dengan Yasmin dan Megan dalam film “Musuh Dalam Selimut” dapat memberikan pengalaman menonton yang positif dan berkesan bagi para penonton saat film tersebut tayang nanti. Namun, untuk saat ini, ia lebih memilih untuk fokus pada proses produksi film dan menjaga hubungan baik dengan seluruh tim yang terlibat.
Arbani juga menegaskan bahwa ia selalu berusaha untuk memberikan yang terbaik dalam setiap proyek yang ia kerjakan. Menurutnya, profesionalitas adalah hal utama yang harus dijaga oleh seorang aktor. Ia percaya bahwa dengan kerja sama yang solid dan dukungan dari lawan main yang kuat, proses syuting akan berjalan dengan lancar dan menyenangkan.
Secara garis besar, Arbani Yasiz menyampaikan beberapa poin penting:
- Apresiasi terhadap Lawan Main: Arbani sangat menghargai kemampuan akting Yasmin Napper dan Megan Domani, yang menjadi alasan utama ia menerima peran dalam film tersebut.
- Pentingnya Chemistry: Ia menekankan pentingnya chemistry antar pemain untuk menciptakan suasana kerja yang nyaman dan menghasilkan performa akting yang maksimal.
- Profesionalitas: Arbani selalu berusaha menjaga profesionalitas dalam setiap proyek yang ia kerjakan.
- Rasa Syukur: Ia merasa bersyukur atas kesempatan yang diberikan untuk terus berkarya di industri perfilman.
- Fokus pada Proses: Arbani lebih memilih untuk fokus pada proses produksi film dan menjaga hubungan baik dengan tim daripada terlalu memikirkan hasil akhir.
Arbani pun menutup wawancara dengan senyum kecil tanpa memperpanjang pembahasan mengenai film terbarunya. Ia tampak bersemangat dan optimis dengan proyek tersebut, serta menantikan respons positif dari para penonton.

















