business & finance

Arsari Grup Masuk, Indokripto Gelar RUPSLB Akhir 2025

×

Arsari Grup Masuk, Indokripto Gelar RUPSLB Akhir 2025

Sebarkan artikel ini

Indokripto Koin Semesta (COIN) Gelar RUPSLB, Saham Volatil Dipicu Masuknya Arsari Group

PT Indokripto Koin Semesta Tbk. (COIN) bersiap untuk menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang dijadwalkan pada 30 Desember 2025. Agenda utama rapat ini adalah untuk membahas perubahan penggunaan dana hasil initial public offering (IPO) serta melakukan penyesuaian pada susunan pengurus perseroan. Perubahan ini terjadi menyusul masuknya Arsari Group, melalui entitas investasinya PT Arsari Nusa Investama, sebagai pemegang saham baru dalam perusahaan.

Dalam keterbukaan informasi yang disampaikan kepada publik, emiten yang bergerak di bidang holding investasi aset kripto ini menegaskan bahwa tidak ada informasi material lain yang belum diungkapkan selain aksi korporasi yang telah diumumkan sebelumnya. Pernyataan ini merupakan respons resmi perseroan terhadap permintaan dari Bursa Efek Indonesia (BEI) terkait dengan adanya volatilitas transaksi saham COIN yang terpantau belakangan ini.

Direktur Utama Indokripto Koin Semesta, Ade Wahyu, menjelaskan bahwa perseroan telah secara proaktif memenuhi kewajiban keterbukaan informasi. Hal ini dibuktikan dengan perilisan siaran pers yang mengumumkan perubahan struktur kepemilikan saham. “Perseroan telah menyampaikan informasi atau fakta material melalui situs IDXnet pada tanggal 10 Desember 2025, berupa siaran pers yang berjudul ‘PT Arsari Nusa Investama Resmi Menjadi Pemegang Saham PT Indokripto Koin Semesta Tbk.’,” ujar Ade Wahyu dalam keterangan resminya pada Jumat, 12 Desember 2025.

Masuknya PT Arsari Nusa Investama, yang merupakan bagian dari Arsari Group milik Hashim Djojohadikusumo, sebagai pemegang saham baru COIN, diyakini menjadi katalis utama yang memicu lonjakan volatilitas harga saham perseroan. Selain kedatangan pemegang saham baru, Ade Wahyu juga mengonfirmasi bahwa COIN memiliki sejumlah rencana aksi korporasi yang akan segera dilaksanakan, salah satunya adalah agenda RUPSLB yang telah disebutkan.

Baca Juga :  Jika Ingin Lepas Penyesalan Saat Tua, Tinggalkan 10 Kebiasaan Ini Menurut Psikologi

“Rencana tindakan korporasi yang akan dilakukan oleh Perseroan mengacu pada agenda RUPSLB yang dijadwalkan pada 30 Desember 2025,” tambah Ade. Agenda RUPSLB tersebut akan mencakup beberapa poin krusial, antara lain:

  • Perubahan Penggunaan Dana Hasil IPO: Penyesuaian alokasi dan penggunaan dana yang berhasil dihimpun dari penawaran umum perdana saham.
  • Perubahan Susunan Anggota Pengurus: Evaluasi dan penyesuaian terhadap susunan direksi dan dewan komisaris perseroan.
  • Larangan Divestasi Saham Pengendali: Penetapan aturan terkait larangan pengalihan saham oleh pemegang saham pengendali.

Terkait dengan aktivitas pemegang saham tertentu, perseroan menyatakan bahwa mereka tidak memiliki informasi mengenai aktivitas yang dilakukan di luar ketentuan yang berlaku. COIN juga menegaskan bahwa pemegang saham utama saat ini masih terikat oleh ketentuan larangan pengalihan saham atau lock-up.

Dukungan Transformasi Digital Indonesia

Di sisi lain, Wakil Direktur Utama Arsari Group, Aryo P.S. Djojohadikusumo, menyambut baik masuknya Arsari sebagai pemegang saham COIN. Ia menjelaskan bahwa keputusan ini merupakan bentuk dukungan terhadap upaya transformasi digital yang sedang digalakkan di Indonesia. Terlebih lagi, visi Arsari Group dinilai sangat selaras dengan arah strategis COIN beserta entitas anak perusahaannya, yaitu PT Central Finansial X (CFX) dan PT Kustodian Koin Indonesia (ICC).

“Kami melihat COIN memiliki fondasi yang kuat serta ekosistem yang lengkap dan paling siap untuk menjadi katalis dalam membangun dan mengembangkan industri aset digital nasional,” ungkap Aryo dalam keterangan pers sebelumnya.

Baca Juga :  Kajati Kepri Menyaksikan Penyerahan Hibah 1 Unit Kapal, Barang Rampasan Kejari Batam

Menurut Aryo, ekosistem aset digital di Indonesia kini telah dinilai lengkap. Hal ini diperkuat oleh adanya dukungan regulasi yang memadai, termasuk pengawasan aset digital yang dilakukan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Dengan kondisi tersebut, Indonesia memiliki peluang besar untuk bertransformasi menjadi pusat inovasi aset digital dan juga pusat perdagangan aset digital terkemuka di kawasan Asia Tenggara.

Indonesia juga menempati posisi geografis dan ekonomi yang sangat strategis, menjadikannya salah satu pasar aset kripto terbesar di dunia. Berdasarkan data yang dirilis oleh OJK hingga akhir Oktober 2025, jumlah pengguna aset kripto di Indonesia telah mencapai lebih dari 18 juta konsumen. Sementara itu, total nilai transaksi aset kripto di tanah air telah menembus angka fantastis sebesar Rp409,56 triliun.

COIN sendiri merupakan emiten yang relatif baru di pasar modal Indonesia, baru saja mencatatkan saham perdananya pada Juli 2025. Berdasarkan data kepemilikan saham hingga 30 November 2025, pemegang saham pengendali COIN adalah PT Megah Perkasa dengan kepemilikan sebanyak 3,52 miliar saham, setara dengan 23,99% dari total saham.

Selanjutnya, PT Bahana Nusantara memegang 2,93 miliar saham atau 19,93%. Pemegang saham pengendali lainnya termasuk Budi Mardiono yang menguasai 1,16 miliar saham (7,93%) dan PT Teknologi Anak Nusantara dengan kepemilikan 750 juta saham (5,1%). Sementara itu, penerima manfaat akhir dari perusahaan ini adalah Andrew Hidayat, Jeth Soetoyo, Budi Mardiono, dan Aaron Ang Nio.