Angin Kencang Merobohkan Atap Stadion Gelora Penataran Blitar
Pada hari Selasa, 14 Oktober 2025, sebuah peristiwa yang sangat menghebohkan terjadi di Stadion Gelora Penataran di Kecamatan Nglegok, Kabupaten Blitar, Jawa Timur. Angin kencang yang tiba-tiba menerjang menyebabkan atap tribun penonton stadion tersebut roboh. Peristiwa ini menimbulkan kerugian yang cukup besar, diperkirakan mencapai antara Rp 1,5 miliar hingga Rp 2 miliar.
Kerusakan Parah pada Bagian Atap
Menurut informasi dari Kepala Dispora Kabupaten Blitar, Anindya Putra Robertus, kerusakan paling parah terjadi pada bagian atap. Galvalum dan rangka besi yang digunakan untuk menopang atap terbang akibat angin kencang. Ia menjelaskan bahwa struktur bangunan tersebut terdiri dari komponen-komponen besar yang sangat berat.
“Nilai kerugian diperkirakan sekitar Rp 1,5 miliar sampai Rp 2 miliar. Kerusakan paling parah di bagian atap. Galvalum dan rangka besi semua terbang. Rangka besinya besar-besar,” ujarnya.
Persiapan Pembersihan Material Reruntuhan
Saat ini, petugas gabungan dari TNI, Polri, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), dan relawan sedang bersiap melakukan pembersihan material reruntuhan atap stadion. Namun, sebelum proses pembersihan dimulai, petugas gabungan masih menunggu hasil pengecekan ulang lokasi oleh tim SAR dan Inafis Polres Blitar Kota.
“Tim SAR dan Inafis dari Polres Blitar Kota akan melakukan cek ulang di lokasi untuk memastikan proses pembersihan aman,” katanya.
Selain itu, tim SAR dan Inafis juga akan memastikan apakah ada korban jiwa dalam peristiwa ini. Mereka akan memeriksa ulang kondisi di bawah reruntuhan material atap stadion.
“Harapan kami tidak ada korban jiwa. Kemarin sudah dilakukan pengecekan, kemungkinan tidak ada korban jiwa. Tapi, karena kemarin kondisi gelap, pagi ini dilakukan pemeriksaan ulang atau asesmen oleh tim SAR dan Inafis,” tambahnya.
Imbauan untuk Berhati-hati Saat Pembersihan
Anindya juga mengimbau kepada petugas yang melakukan pembersihan agar tetap berhati-hati agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Ia menegaskan bahwa besi-besi yang terlepas dari atap memiliki ukuran yang besar dan berpotensi membahayakan.
“Karena besinya besar-besar, jangan terjadi sesuatu yang tidak diinginkan. Kami juga belum tahu material bisa langsung dibersihkan atau menggunakan alat berat. Untuk alat berat sudah siap dari PUPR,” ujarnya.
Peristiwa Terjadi Akibat Cuaca Ekstrem
Sebelum kejadian tersebut, cuaca di wilayah tersebut mulai memburuk. Awalnya, langit mendung dan gelap. Setelah itu, hujan disertai angin kencang melanda wilayah tersebut. Peristiwa robohnya atap terjadi sekitar pukul 15.41 WIB.
Atap stadion yang terbuat dari galvalum dan rangka besi terbawa angin dan menimpa taman di depan stadion. Kejadian ini menimbulkan kekhawatiran terhadap keamanan bangunan dan keselamatan pengunjung.
Proses Pemulihan dan Evaluasi
Meski saat ini tidak ada laporan korban jiwa, proses pemulihan dan evaluasi terus dilakukan. Petugas akan terus memantau situasi di lokasi kejadian untuk memastikan keamanan selama pembersihan dan pemulihan bangunan.
Dengan adanya kerugian yang cukup besar, pihak terkait berharap dapat segera menyelesaikan masalah ini dan mengembalikan fungsi stadion sebagai tempat olahraga dan kegiatan masyarakat.















