Keamanan Publik & Keadaan Darurat

Badai Grant: Guncangan Barat Indonesia

×

Badai Grant: Guncangan Barat Indonesia

Sebarkan artikel ini

Perkembangan Siklon Tropis Grant: Ancaman Cuaca Ekstrem di Perairan Indonesia

Bibit siklon tropis yang sebelumnya teridentifikasi sebagai Bibit Siklon Tropis 93S kini telah berkembang menjadi Siklon Tropis Grant. Awalnya terdeteksi bergerak ke arah barat dari perairan selatan Jawa Barat, siklon ini kini terpantau berada di Samudra Indonesia. Posisi terbarunya dilaporkan berada di barat daya Bengkulu, dengan jarak sekitar 1.030 kilometer dari daratan.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengonfirmasi bahwa Siklon Tropis Grant terus bergerak menjauhi wilayah perairan Indonesia. Badai ini bergerak dengan kecepatan angin mencapai 35 knot atau sekitar 65 kilometer per jam. BMKG memprediksi adanya peningkatan kategori kekuatan siklon ini. Diperkirakan pada Kamis pagi, 25 Desember 2025, kekuatannya akan naik dari kategori 1 menjadi kategori 2, dengan kecepatan angin yang meningkat menjadi 50 knot atau setara dengan 95 kilometer per jam.

Dampak Tidak Langsung Siklon Tropis Grant

Meskipun bergerak menjauh, kehadiran Siklon Tropis Grant diprakirakan akan memberikan dampak tidak langsung terhadap kondisi perairan di wilayah Indonesia. Menurut prakirawan cuaca BMKG, Dina Ike Ayu, dampak utama yang akan dirasakan adalah peningkatan tinggi gelombang.

Baca Juga :  Tragedi Cahaya Trans: 15 Nyawa Melayang di Semarang

Tinggi gelombang di beberapa perairan diprediksi akan mencapai kategori sedang, yaitu berkisar antara 1,25 hingga 2,5 meter.

Wilayah perairan yang berpotensi terdampak meliputi:
* Perairan barat Bengkulu
* Perairan Lampung
* Selat Sunda bagian selatan
* Perairan selatan Banten
* Perairan selatan Jawa Barat

Pernyataan ini disampaikan melalui keterangan tertulis yang dirilis pada Rabu, 24 Desember 2025.

Sejarah Pembentukan dan Pergerakan Siklon Tropis Grant

Siklon Tropis Grant pertama kali terdeteksi sebagai bibit siklon pada tanggal 11 Desember 2025. Lokasi awal pembentukannya berada di Samudra Indonesia, tepatnya di selatan Nusa Tenggara Barat (NTB). Pada fase awal ini, BMKG telah mengidentifikasi potensi bibit siklon tersebut untuk menghasilkan curah hujan dengan intensitas sedang hingga lebat.

Beberapa wilayah di sekitar lokasi pembentukan awal diprediksi akan mengalami dampak hujan tersebut, termasuk:
* Nusa Tenggara Barat (NTB)
* Nusa Tenggara Timur (NTT)
* Bali

Baca Juga :  15 Tewas: Tragedi Bus Cahaya Trans di Tol Krapyak

Selain itu, pada fase awal ini, tinggi gelombang laut juga diprediksi akan mengalami kenaikan, terutama di perairan selatan Jawa Timur.

Berdasarkan hasil pemantauan yang terus dilakukan oleh BMKG, bibit siklon tersebut menunjukkan tren pergerakan ke arah barat. Seiring dengan pergerakannya, kekuatan bibit siklon ini terus menguat, hingga akhirnya berkembang menjadi badai tropis. Meskipun demikian, penting untuk dicatat bahwa Siklon Tropis Grant saat ini berada cukup jauh dari daratan, yang meminimalkan risiko dampak langsung seperti angin kencang atau hujan lebat di wilayah pesisir Indonesia. Namun, kewaspadaan terhadap potensi peningkatan tinggi gelombang tetap diperlukan di wilayah-wilayah yang telah disebutkan sebelumnya.

BMKG terus memantau perkembangan Siklon Tropis Grant dan akan terus memberikan informasi terkini kepada masyarakat guna mengantisipasi potensi dampak cuaca ekstrem yang mungkin terjadi. Pengambilan langkah-langkah mitigasi dan kewaspadaan oleh nelayan serta masyarakat yang beraktivitas di pesisir sangat disarankan.