Berita

Badai Persela: 6 Pemain Hengkang!

×

Badai Persela: 6 Pemain Hengkang!

Sebarkan artikel ini

Persela Lamongan tengah dilanda badai masalah menjelang dibukanya bursa transfer Januari 2026. Setelah kepergian sang CEO, Fariz Julinar Maurisal, kini tim berjuluk Laskar Joko Tingkir ini dikabarkan akan ditinggal enam pemain sekaligus. Enam pemain tersebut terdiri dari dua pemain asing dan empat pemain lokal yang santer disebut akan segera angkat kaki dari Stadion Surajaya.

Potensi Kepergian Pemain Kunci

Dua pemain asing yang paling banyak dibicarakan akan segera mengakhiri masa baktinya di Persela adalah penyerang asal Kolombia, Jhon Mena, dan gelandang asal Argentina, Jonathan Bustos. Kepergian kedua pemain ini tentu akan meninggalkan lubang besar di lini serang dan tengah tim.

Dari sektor pemain lokal, nama-nama yang masuk dalam daftar potensial hengkang antara lain Hasyim Kipuw, Rafiud Drajad, Hambali Tolib, dan Hendro Siswanto. Kehilangan empat pemain lokal berpengalaman ini akan semakin memperparah kondisi tim yang sudah terombang-ambing.

Krisis di Tubuh Persela Lamongan

Kabar hengkangnya para pemain ini menambah panjang daftar persoalan yang tengah membelit Persela. Mundurnya CEO Fariz Julinar Maurisal sebelumnya sudah membuat situasi tim menjadi tidak stabil. Hingga kini, manajemen Persela juga belum menunjuk pelatih kepala definitif. Saat ini, asisten pelatih Ragil Sudirman dipercaya menjabat sebagai pelatih caretaker untuk mengendalikan tim.

Baca Juga :  KPK Sidik Kasus Korupsi Penyaluran Bansos 2020-2021 Kemensos

Munculnya isu kepelatihan yang dikaitkan dengan mantan asisten pelatih Luis Milla, Bima Sakti, menjadi salah satu harapan bagi para pendukung agar tim bisa segera berbenah. Namun, fokus utama saat ini adalah bagaimana menstabilkan skuad yang terancam ditinggal banyak pemainnya.

Spekulasi Kepindahan Para Pemain

Jonathan Bustos menjadi salah satu nama yang paling ramai diperbincangkan. Sempat muncul kabar bahwa ia akan mengikuti jejak Fariz Julinar yang melalui istrinya, Datu Nova, dikabarkan telah membeli saham mayoritas PSIS Semarang. Namun, kabar lain juga menyebutkan bahwa Bustos membuka peluang untuk kembali ke negara asalnya, Argentina. Hingga kini, belum ada pernyataan resmi dari pihak klub maupun sang pemain mengenai masa depan mereka yang sebenarnya.

Sementara itu, Hasyim Kipuw dikabarkan diminati oleh PSPS Pekanbaru. Klub asal Riau tersebut disebut-sebut serius ingin mendatangkan pemain senior Persela tersebut untuk memperkuat skuad mereka di putaran kedua Liga 2 yang bertajuk Pengadaian Championship.

Untuk Rafiud Drajad, Hambali Tolib, dan Hendro Siswanto, belum ada informasi pasti mengenai klub tujuan mereka jika benar-benar memutuskan untuk meninggalkan Lamongan. Spekulasi mengenai tujuan mereka masih terus beredar di kalangan pecinta sepak bola.

Kehilangan Pemain Sebelumnya

Sebelum kabar hengkangnya enam pemain ini mencuat, Persela sebenarnya sudah lebih dulu ditinggal oleh beberapa pemain lainnya. Kiper Mario Londok diketahui telah hengkang, meskipun hingga kini belum jelas akan berlabuh ke klub mana.

Baca Juga :  Banding Ditolak, Razman Nasution Jalani Hukuman 1,5 Tahun untuk Kasus Hotman Paris

Selain itu, beberapa nama lain seperti Ocvia Chinagio, Wawan Febriyanto, Beto Goncalves, Estevan Viscara, dan Otavio Dutra juga memilih mengikuti langkah Datu Nova dengan bergabung ke PSIS Semarang. Kepergian pemain-pemain ini menunjukkan adanya tren perpindahan pemain dari Persela ke klub lain, yang kemungkinan dipengaruhi oleh kondisi internal tim.

Dampak dan Tantangan ke Depan

Jika kabar hengkangnya dua pemain asing dan empat pemain lokal ini benar-benar terwujud, maka kondisi Persela dipastikan akan semakin sulit. Kehilangan banyak pemain inti dalam waktu singkat tentu menjadi pukulan berat, terutama bagi tim yang tengah berupaya kembali bersaing untuk promosi ke kasta tertinggi sepak bola Indonesia.

Manajemen Persela dituntut untuk bergerak cepat dan sigap dalam menstabilkan tim, baik dari sisi non-teknis maupun teknis. Tanpa langkah konkret dan strategis, ambisi Laskar Joko Tingkir untuk bangkit dan kembali ke papan atas sepak bola Indonesia dikhawatirkan hanya akan menjadi wacana semata. Krisis ini menjadi ujian berat bagi Persela untuk membuktikan ketahanan dan kemampuan mereka dalam menghadapi tantangan di tengah badai masalah.