Lokal

Banjir Cipulir: Rano Ungkap Biang Keroknya

×

Banjir Cipulir: Rano Ungkap Biang Keroknya

Sebarkan artikel ini

Upaya Penanganan Banjir dan Peningkatan Fasilitas di Kawasan Pasar Cipulir

Jakarta – Kawasan Pasar Cipulir, yang beberapa waktu lalu sempat terendam banjir, kini menjadi fokus utama Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dalam upaya penanganan dan pencegahan banjir. Wakil Gubernur DKI Jakarta, yang akrab disapa Bang Doel, secara langsung meninjau kondisi terkini pasar tersebut, didampingi oleh jajaran terkait. Peninjauan ini dilakukan sebagai bagian dari komitmen pemerintah untuk memastikan kenyamanan dan keamanan warga, terutama menjelang momen-momen penting seperti bulan puasa dan hari raya Idul Fitri, di mana aktivitas di pasar biasanya meningkat pesat.

Bang Doel menjelaskan bahwa lokasi Pasar Cipulir memang memiliki kerentanan historis terhadap banjir. Kondisi geografisnya yang berada di titik terendah Jalan Raya Ciledug dan dikelilingi oleh aliran Kali Pesanggrahan yang menyerupai bentuk tapal kuda, menjadikan kawasan ini rentan tergenang air saat curah hujan tinggi. “Sejak dulu Pasar Cipulir memang sering terdampak banjir karena posisinya berada di titik terendah dan dikelilingi aliran Kali Pesanggrahan,” ujar beliau saat melakukan peninjauan.

Kerusakan Turap dan Dampaknya

Salah satu masalah krusial yang teridentifikasi adalah kerusakan pada turap Kali Pesanggrahan di area pintu masuk pasar. Kerusakan ini tidak hanya menyebabkan genangan air, tetapi juga berdampak pada infrastruktur pasar. Tembok pagar pembatas pasar sepanjang kurang lebih 33 meter dilaporkan ambruk akibat kerusakan turap tersebut.

Baca Juga :  Kehabisan Bensin di Jakarta? Yolla Yuliana Buka Suara

Menanggapi hal ini, Wakil Gubernur menyatakan bahwa persoalan tersebut telah menjadi perhatian serius dan dibahas dalam rapat terbatas bersama Gubernur DKI Jakarta. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berkomitmen untuk segera melakukan penanganan guna meminimalisir risiko banjir di masa mendatang.

Pembangunan Rumah Pompa untuk Pengendalian Genangan

Sebagai langkah strategis dalam penanganan banjir, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta tengah membangun Rumah Pompa Cipulir. Proyek ini, yang dimulai pada 3 Februari 2026 bekerja sama dengan Suku Dinas Sumber Daya Air (SDA) Kota Administrasi Jakarta Selatan, mencakup pemasangan pipa saluran air bawah tanah dan pembangunan fisik rumah pompa itu sendiri.

Rencana pekerjaan fisik lanjutan dijadwalkan akan dimulai pada akhir Maret atau awal April 2026. Target rampungnya proyek ini adalah Desember 2026. Dengan selesainya pembangunan Rumah Pompa Cipulir, diharapkan kapasitas pengendalian genangan di kawasan tersebut dapat meningkat secara signifikan, dengan estimasi mampu menampung dan mengalirkan air selama 30 hari tanpa menimbulkan genangan yang berarti.

Saat ini, fokus penanganan difokuskan pada upaya penyedotan air yang ada di lokasi. Sementara itu, perbaikan fisik yang lebih besar dan bersifat struktural akan dilaksanakan setelah kondisi lapangan memungkinkan, untuk memastikan efektivitas dan keamanan pekerjaan.

Baca Juga :  19 Truk Logistik Ritel untuk Korban Banjir Sumatera

Peningkatan Kenyamanan Fasilitas Publik: Halte Transjakarta Cipulir

Selain meninjau kondisi Pasar Cipulir, Wakil Gubernur juga menyempatkan diri untuk mengecek kondisi Halte Transjakarta Cipulir yang berlokasi tepat di depan pasar. Kunjungan ini juga menjadi momen untuk memastikan bahwa keluhan masyarakat terkait fasilitas publik telah ditindaklanjuti.

Bang Doel mengapresiasi selesainya perbaikan eskalator di Halte Transjakarta Cipulir. Sebelumnya, kondisi eskalator yang rusak sempat dikeluhkan oleh para pengguna layanan transportasi publik tersebut. Perbaikan ini diharapkan dapat meningkatkan kenyamanan dan kualitas pelayanan bagi seluruh penumpang Transjakarta yang menggunakan halte ini.

“Alhamdulillah, eskalator Halte Transjakarta Cipulir sudah selesai diperbaiki. Semoga ini semakin meningkatkan kenyamanan dan pelayanan bagi pengguna Transjakarta,” ungkapnya dengan nada lega.

Upaya penanganan banjir di kawasan Pasar Cipulir ini merupakan bagian dari komitmen berkelanjutan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dalam menghadirkan solusi komprehensif untuk mengatasi masalah genangan air. Dengan kombinasi perbaikan infrastruktur, pembangunan fasilitas pengendali banjir, dan peningkatan layanan publik, diharapkan kawasan ini dapat menjadi lebih aman dan nyaman bagi seluruh masyarakat.