Berita Olahraga

Banteng Jatim Juara Soekarno Cup 2025 Usai Tundukkan Bali Lewat Drama Penalti

×

Banteng Jatim Juara Soekarno Cup 2025 Usai Tundukkan Bali Lewat Drama Penalti

Sebarkan artikel ini

Duel Sengit Final Liga Kampung Soekarno Cup 2025: Banteng Jatim Raih Juara Setelah Drama Adu Penalti

Pertandingan final Liga Kampung Soekarno Cup 2025 yang mempertemukan Banteng Bali dan Banteng Jawa Timur (Jatim) di Stadion Kapten Dipta, Gianyar, Bali, pada Sabtu, 13 Desember 2025, berlangsung penuh drama dan tensi tinggi. Di hadapan ribuan suporter yang memadati stadion, kedua tim menampilkan permainan yang memukau, namun akhirnya Banteng Jatim yang keluar sebagai juara setelah melalui babak adu penalti yang menegangkan.

Babak Pertama: Keunggulan Jatim dan Drama Kartu Merah

Sejak awal pertandingan, tempo permainan langsung meningkat tajam. Banteng Bali yang bermain di kandang sendiri, didukung penuh oleh sekitar 16 ribu suporternya, berusaha mendominasi jalannya laga. Namun, justru Banteng Jatim yang berhasil membuka keunggulan lebih dulu. Pada menit ke-15, melalui sundulan terukur dari Moh Atta Jabrani, gawang Banteng Bali berhasil dijebol.

Tertinggal satu gol, tim tuan rumah berusaha keras untuk menyamakan kedudukan. Kapten tim Bali, Antha Wijaya, sempat mendapatkan peluang emas melalui tendangan jarak jauh yang mengancam gawang Jatim. Sayangnya, sepakan kerasnya berhasil digagalkan oleh kiper Jatim, Arya Abdul Wahab, yang tampil sigap.

Momen krusial terjadi ketika salah satu pemain Banteng Jatim, Ryanata Yoga Permana, harus keluar dari lapangan setelah diganjar kartu merah oleh wasit Wildan Albari. Pelanggaran keras yang dilakukannya terhadap pemain Bali dianggap fatal, apalagi ia sebelumnya sudah mengantongi kartu kuning. Keputusan wasit ini sontak memicu protes keras dari tim pelatih dan ofisial Banteng Jatim. Pertandingan sempat terhenti selama kurang lebih 15 menit akibat perdebatan antara pihak Jatim, wasit, dan pengawas pertandingan.

Baca Juga :  Derrick Michael Gemilang: Timnas Basket Indonesia Bantai Myanmar

Setelah situasi mereda, laga dilanjutkan kembali. Hingga peluit babak pertama dibunyikan, skor 1-0 untuk keunggulan Banteng Jatim tetap bertahan.

Babak Kedua: Kebangkitan Bali dan Kemenangan Dramatis Jatim

Memasuki babak kedua, Banteng Bali langsung menunjukkan semangat juang yang tinggi. Mereka melancarkan serangan bertubi-tubi ke jantung pertahanan Jatim. Pada menit ke-55, sepakan keras dari I Nyoman Rama Ananda sempat membuat jantung para pendukung Jatim berdebar kencang, namun bola hanya membentur tiang gawang.

Di paruh kedua ini, tim Jatim kembali dihadapkan pada gelombang cedera pemain. Meski demikian, pertahanan mereka yang solid berhasil membuat tim Bali kesulitan untuk membongkar gawang yang dijaga Arya Abdul Wahab.

Kerja keras Banteng Bali akhirnya membuahkan hasil pada menit ke-77. Melalui tendangan bebas yang dieksekusi dengan sempurna oleh kapten tim, I Made Antha Wijaya, kedudukan berhasil disamakan menjadi 1-1. Gol penyeimbang ini disambut sorak-sorai meriah dari para pendukung Bali.

Karena skor imbang hingga akhir waktu normal, pertandingan terpaksa dilanjutkan ke babak adu penalti untuk menentukan sang juara.

Adu Penalti: Jatim Unggul Tipis Raih Gelar Juara

Babak adu penalti menjadi puncak ketegangan dalam final ini. Banteng Jatim sempat mendapatkan angin segar ketika penendang pertama mereka gagal menceploskan bola ke gawang. Namun, nasib sial menghampiri tim tuan rumah. Tiga dari empat penendang Banteng Bali gagal menjalankan tugasnya dengan baik. Sebaliknya, Banteng Jatim berhasil memanfaatkan peluang mereka dan akhirnya keluar sebagai juara Liga Kampung Soekarno Cup 2025.

Baca Juga :  Persib Pahami Karakter Mantan Lawan Malut United

Evaluasi dan Harapan ke Depan

Usai pertandingan, Pelatih Banteng Bali, Anak Agung Bramastra, mengucapkan selamat kepada tim Banteng Jatim atas kemenangannya. “Kami ucapkan selamat pada tim Jatim. Pertandingan ini sangat sengit, memang betul-betul gengsi, sejak menit-menit awal, tempo naik. Kami sempat lengah di menit-menit pertama. Kami harus perbaiki lagi,” ujarnya, mengakui keunggulan lawan dan berjanji untuk melakukan evaluasi.

Sementara itu, salah satu pemain Banteng Bali, I Made Bagus Ramteja, menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat Bali karena tidak berhasil mempertahankan gelar juara. “Mohon maaf untuk masyarakat Bali karena tak bisa mempertahankan gelar juara, kami berjanji tahun selanjutnya akan merebut gelar juara ini,” tegasnya, menunjukkan tekad untuk bangkit di musim berikutnya.

Kehadiran Tokoh Penting dan Aksi Kemanusiaan

Pertandingan final ini juga dihadiri oleh tokoh-tokoh penting, termasuk Prananda Prabowo dan Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto. Dalam sesi istirahat usai babak pertama, Prananda Prabowo turut menyerahkan donasi senilai lebih dari Rp 517 juta untuk korban bencana alam di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Donasi ini merupakan hasil pengumpulan dari penjualan merchandise serta sumbangan dari para pengurus dan kader partai PDIP, dan diterima langsung oleh perwakilan DPD PDIP daerah yang terdampak. Aksi kemanusiaan ini menambah makna tersendiri bagi gelaran Liga Kampung Soekarno Cup tahun ini.