Berita UtamaKepriNatuna

Proyek Jembatan Natuna Disorot, PPK Berikan Klarifikasi

×

Proyek Jembatan Natuna Disorot, PPK Berikan Klarifikasi

Sebarkan artikel ini
Gambar merupakan Karikatur Terhadap Berita ( Foto: Alreinamedia.com)

Alreinamedia.com-Natuna, Proyek pemeliharaan jembatan di Kabupaten Natuna senilai Rp2,1 miliar menjadi sorotan publik menyusul munculnya pemberitaan terkait dugaan ketiadaan tenaga ahli pelaksana dan ahli K3 bersertifikat di lokasi proyek.

Menanggapi hal tersebut, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dari Balai Pelaksana Jalan dan Jembatan Provinsi Kepulauan Riau, Havit saat di konfirmasi Rabu (9/7/25) menegaskan bahwa tenaga ahli dari pihak pelaksana, CV Karya Anak Bangsa, tetap terlibat aktif dalam proses pelaksanaan proyek, meskipun tidak selalu hadir secara fisik di lapangan setiap saat.

“Tenaga ahli tetap melakukan pengawasan dan koordinasi, baik secara langsung maupun melalui tim teknis di lapangan. Mereka juga sempat berada di Batam untuk keperluan koordinasi teknis,” ujar Havit kepada wartawan

Baca Juga :  Wapres Tinjau Pelaksanaan Pembelajaran Tatap Muka di Pondok Pesantren

Havit menambahkan, seluruh kegiatan proyek tetap dilaksanakan sesuai dengan prosedur dan ketentuan teknis yang berlaku. Ia juga menyampaikan bahwa proyek diawasi oleh konsultan profesional yang bertugas memastikan setiap tahap pelaksanaan berjalan sesuai spesifikasi kontrak.

Terkait dengan keharusan tenaga kerja bersertifikat, Havit menyatakan bahwa proyek infrastruktur memang mensyaratkan keterlibatan tenaga kompeten. Namun, kehadiran mereka di lapangan disesuaikan dengan jadwal dan kebutuhan teknis.

“Kami tetap mengacu pada ketentuan perundang-undangan, termasuk Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2017 tentang Jasa Konstruksi serta aturan turunannya. Jika ditemukan kekurangan secara administrasi, kami terbuka untuk melakukan evaluasi dan perbaikan,” jelasnya.

Pihak pelaksana juga mengapresiasi perhatian masyarakat dan media terhadap proyek-proyek infrastruktur pemerintah. Kritik dan masukan yang bersifat membangun dianggap sebagai bentuk kontrol publik yang penting dalam meningkatkan kualitas dan akuntabilitas pelaksanaan proyek.

Baca Juga :  12 Jenis Makanan Ini Sebaiknya Jangan Disimpan Dalam Freezer

“Kami tidak anti kritik. Justru kami menjadikan masukan publik sebagai bahan evaluasi agar proyek berjalan lebih baik dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” tutup Havit.

Hingga saat ini, proyek jembatan tersebut masih berjalan sesuai jadwal dan berada dalam pengawasan pihak-pihak berwenang. PPK berharap tercipta komunikasi yang terbuka antara pelaksana, pengawas, dan media guna mendukung iklim pembangunan yang sehat dan transparan. (Arizki)